Oleh: Munawwarah
Tuhan…
Di dunia yang fana ini,
Setiap jiwa Kau beri ujian.
Ada yang tersenyum dalam pedih,
Ada yang berlutut dalam air mata.
Kau berjanji
tiada cobaan di luar daya hamba-Mu,
namun izinkan aku bertanya pelan,
bolehkah… sekali saja… aku mengeluh?
Telah kutelan getir kehidupan,
telah kulewati jalan penuh luka.
Setiap bahagia datang singgah,
namun selalu pergi menggandeng duka.
Aku tak lagi tahu pada siapa bersandar,
manusia sering menjanjikan bahu,
namun pergi saat tangis mulai jatuh.
Kadang aku ingin menyerah, Tuhan…
Setiap hari aku bertanya lirih,
apa yang membuat orang begitu ingin hidup
ketika yang kurasa hanya letih dan sunyi.
Namun aku tetap mencoba kuat,
meski dunia tak mendengar lirihku.
Aku mungkin sendiri,
tapi aku tahu…
Engkau tak pernah jauh dariku.
Namun Tuhan,
mengapa telingaku lebih sering mendengar hukum,
daripada pelukan?
Mengapa beban seberat ini
Kau titipkan pada perempuan yang hanya ingin tenang?
Aku lelah, Tuhan…
bolehkah aku pulang sebentar?
Atau haruskah aku terus berpura-pura kuat,
menyimpan keluh di dada,
dan hanya Kau yang tahu
betapa sakitnya menjadi aku?




