Patakaeja.id – Dalam momentum Memperingati Hari Sumpah Pemuda tahun 2025, Himpunan Pelajar Mahasiswa (HIPMA) Gowa Koordinatorat Manuju menjadi momentum refleksi bagi para pemuda di Kecamatan Manuju, Kabupaten Gowa. persoalan jalan rusak parah di Desa Tamalatea, Kecamatan Manuju, yang sudah bertahun-tahun tak kunjung diperbaiki.
Ketua HIPMA Gowa Koordinatorat Manuju, Risaldi, menyampaikan bahwa kondisi jalan utama di Desa Tamalatea yang menjadi satu-satunya akses menuju pasar, sekolah, dan rumah sakit dan aktivitas lainnya kini sangat memprihatinkan. Ia menyebut, selama lebih dari satu dekade, jalan tersebut belum mendapat perhatian serius dari pemerintah.
“Jalan ini sudah lama rusak dan menjadi keluhan warga setiap tahun. Padahal jalan ini sangat penting bagi perekonomian warga,” ujar Risaldi (28/10/2025).
Menurut Risaldi, kondisi jalan yang berlubang dan berlumpur parah terutama saat musim hujan, sering menyebabkan kecelakaan dan menghambat aktivitas masyarakat, khususnya pelajar dan pedagang yang setiap hari melintas.
“Kami menduga pemerintah seakan tutup mata terhadap penderitaan warga Tamalatea. Padahal, jalan ini adalah urat nadi perekonomian dan pendidikan masyarakat desa Tamalatea”
Hal senada disampaikan oleh Hamka, salah satu pemuda asal Desa Tamalatea. Ia berharap pemerintah segera menindaklanjuti keluhan warga agar jalan tersebut bisa diperbaiki secepatnya.
“Kami hanya ingin jalan ini diperbaiki. Sudah banyak pengendara jatuh, terutama saat hujan. Kalau terus begini, aktivitas warga makin susah dan ekonomi makin terhambat,” tutur Hamka.
Momentum Sumpah Pemuda, lanjut Risaldi, seharusnya menjadi pengingat bagi generasi muda untuk tetap bersuara dan memperjuangkan kepentingan masyarakat, bukan hanya dalam hal kebangsaan, tetapi juga kesejahteraan di tingkat lokal.
“Semangat Sumpah Pemuda adalah semangat persatuan dan keberanian menyuarakan kebenaran. Maka, kami akan terus memperjuangkan perbaikan jalan ini demi masyarakat Tamalatea dan kemajuan Manuju,” tegasnya.
Dengan kondisi jalan yang rusak selama lebih dari 10 tahun, warga berharap pemerintah kabupaten Gowa segera turun tangan agar akses utama menuju pasar, sekolah, dan rumah sakit bisa kembali layak dilalui.




