patakaeja.id — Makassar, Dalam upaya meningkatkan kompetensi dan kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja, Politeknik Muhammadiyah (PoltekMu) Makassar menyelenggarakan Workshop dan Seminar Kesehatan. pada, Rabu (10/6/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen institusi dalam mencetak lulusan yang unggul secara akademik, profesional, dan siap menghadapi tantangan di sektor kesehatan.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasiswa jenjang Diploma Empat (D4) Politeknik Muhammadiyah Makassar.
Seminar menghadirkan sejumlah narasumber kompeten dengan materi yang relevan dengan perkembangan dunia kesehatan saat ini.
Pentingnya Kalibrasi dan Pengujian Alat Kesehatan
Pada sesi pertama, Royditya Astrawinanta, S.Tr.Kes., Kepala Instalasi Pengujian & Kalibrasi Balai Pengamanan Alat dan Fasilitas Kesehatan (BPAFK) Makassar, membawakan materi tentang pentingnya pengujian dan kalibrasi alat kesehatan.
Ia menjelaskan bahwa alat kesehatan harus memiliki tingkat akurasi dan keamanan yang terjamin agar dapat mendukung proses diagnosis dan pelayanan kesehatan secara optimal.
“Kalibrasi dan pengujian alat kesehatan bukan hanya pemenuhan standar, tetapi juga bagian penting dalam menjaga mutu pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien. Karena itu, tenaga kesehatan perlu memahami prinsip-prinsip dasar pengujian dan kalibrasi alat kesehatan,” ujarnya.
Kesehatan Mental dan Kecerdasan Sosial sebagai Bekal Karier
Sesi berikutnya menghadirkan Khairil Ashran Triana, ahli psikologi klinis, yang membawakan materi tentang kesehatan mental dan kecerdasan sosial.

Ia menekankan bahwa keberhasilan di dunia kerja tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis (hard skills), tetapi juga oleh kemampuan mengelola emosi, berkomunikasi secara efektif, dan membangun hubungan sosial yang sehat.
Menurutnya, kesehatan mental dan kecerdasan sosial merupakan bekal penting bagi mahasiswa untuk menghadapi dinamika dunia kerja yang semakin kompleks.
“Individu yang memiliki kesehatan mental yang baik dan kecerdasan sosial yang tinggi cenderung lebih mampu beradaptasi, bekerja dalam tim, serta menghadapi tekanan pekerjaan dengan lebih efektif,” jelasnya.
Memahami Proteksi Radiasi untuk Keselamatan Pelayanan Kesehatan
Materi berikutnya disampaikan oleh Ilham Bachtiar, S.Si., M.Si., Kepala Instalasi Uji Kesesuaian & Proteksi Radiasi, mengenai proteksi radiasi.
Dalam paparannya, ia menjelaskan pentingnya penerapan prinsip keselamatan radiasi pada layanan kesehatan yang menggunakan sumber radiasi, seperti radiologi diagnostik dan radioterapi.
Ia menegaskan bahwa pemahaman tentang proteksi radiasi merupakan kompetensi penting bagi calon tenaga kesehatan guna meminimalkan risiko paparan radiasi terhadap pasien, tenaga medis, maupun lingkungan.
“Penerapan proteksi radiasi yang baik merupakan bagian dari budaya keselamatan dalam pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, mahasiswa perlu memahami prinsip-prinsip dasar proteksi radiasi sejak berada di bangku kuliah,” ungkapnya.
Komitmen PoltekMu Mencetak Lulusan Siap Kerja
Direktur Politeknik Muhammadiyah Makassar, Mustari Bosra, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara dunia pendidikan dan dunia profesional dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
Ia berharap mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperluas wawasan, meningkatkan kompetensi, serta membangun karakter profesional yang dibutuhkan di dunia kerja.
“Kami berharap kegiatan ini memberikan nilai tambah bagi mahasiswa, baik dari aspek pengetahuan, keterampilan, maupun pembentukan sikap profesional, integritas, dan kesiapan menghadapi dunia kerja. PoltekMu Makassar akan terus menghadirkan program pengembangan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri dan perkembangan ilmu kesehatan,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, PoltekMu Makassar berupaya menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi vokasi yang berfokus pada penguatan kompetensi mahasiswa. Dengan bekal pengetahuan dan wawasan dari para praktisi, mahasiswa diharapkan semakin siap menjadi tenaga kesehatan yang kompeten, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat.




