Pataka Eja
No Result
View All Result
  • Login
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • Liputan
    • Warta
    • Liputan Khusus
  • Kirim Artikel
Pataka Eja
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • Liputan
    • Warta
    • Liputan Khusus
  • Kirim Artikel
No Result
View All Result
  • Login
Pataka Eja
No Result
View All Result
Home Opini

For the Younger Generation: Refleksi pengetahuan antara miris atau teriris?

Memelihara kewarasan suatu bangsa tentu harus dibarengi dengan menjaga kewarasan anak mudanya hari ini. Kita ingin, anak-anak muda mendapat asupan yang cukup bukan hanya berupa makanan tetapi juga berupa pengetahuan.

Pataka Eja by Pataka Eja
8 Juli 2024
in Opini
0
Hgj

Dok. Pribadi Febri Kiswanto

Oleh: Febri Kiswanto

Di zaman yang modern seperti saat ini, dibutuhkan manusia-manusia yang memiliki kualitas di atas rata-rata. Dalam mewujudkan manusia yang berkualitas tersebut, dibutuhkan pengelolaan diri dan juga peran pihak lain untuk mendukung hal itu. Misalnya, seseorang yang ingin sukses tentu dibutuhkan doa dan kerja keras yang maksimal.

Di sisi lain, peran pihak yang secara eksternal sebagai daya dukung pun turut mempengaruhi perjalanan proses panjang yang akan dilalui. Ada pepatah kuno “ngundhuh wohing pakerti” yang artinya apapun yang kita lakukan akan membuahkan hasil yang sepadan. Pepatah tersebut yang seharusnya menjadi pola pikir dasar yang harus dicermati bahwa apapun yang dilakukan hari ini tentu akan kita tuai di hari kemudian. Di beberapa kesempatan, generasi muda punya andil besar akan dibawa kemana negeri ini di masa mendatang.

Generasi muda memiliki peran penting sebagai kiblat bangsa, sebagai harapan dan cita-cita. Menciptakan generasi penerus bangsa di masa mendatang yang berkualitas tentu perlu upaya yang harus dilakukan. Berawal dari tindakan kecil tentu akan menuai hasil yang sangat diharapkan. “Dhemit ora ndulit, setan ora doyan” mungkin pepatah yang memiliki arti berupa doa dan harapan agar selalu diberi keselamatan tidak ada suatu halangan dan rintangan, akan menjadi pijakan bahwa negeri kita hari ini punya hope yang besar pada anak-anak muda.

Memelihara kewarasan suatu bangsa tentu harus dibarengi dengan menjaga kewarasan anak mudanya hari ini. Kita ingin, anak-anak muda mendapat asupan yang cukup bukan hanya berupa makanan tetapi juga berupa pengetahuan.

Oleh karena itu, makanan dan pengetahuan menjadi nutrisi dan menu yang mesti disediakan oleh para orangtua dan dukungan pemerintah. Dalam hal ini pemerintah harus peka terhadap kebutuhan masyarakatnya terkhusus anak muda. Dalam kehidupan bernegara, pemerintah akan berupaya dalam menyediakan konsumsi dan pendidikan yang layak untuk masyarakat.

Upaya tersebut tentu harus menjangkau kalangan dan daerah yang lebih luas. Kebutuhan sembako dan ilmu pengetahuan menjadi hal dasar yang harus dipenuhi sebagai warga negara. Hal ini diharapkan dapat menjangkau juga pada masyarakat miskin agar bisa sama-sama merasakannya. Dengan kebutuhan pangan dan pengetahuan yang terpenuhi tersebut diharapkan akan melahirkan generasi-generasi yang mampu bersaing dan membawa arah bangsa menjadi lebih baik.

Dengan maraknya berita-berita yang membahas terkait soal pangan dan pendidikan yang kurang maksimal sebetulnya kita ingin di masa yang akan datang tidak lagi terjadi hal seperti itu. Dalam memaksimalkan suatu bangsa yang mampu bersaing dengan bangsa lain tentu perlu peran penting masyarakat dan pemerintah. Peran tersebut kemudian dibalut dengan suatu sistem kerjasama untuk membentuk sebuah kekuatan yang maksimal.

Dalam hal ini misalnya pemerintah menyediakan pendidikan gratis tentu harus dibarengi dengan kesadaran masyarakat yang haus akan belajar. Kita juga tidak ingin fasilitas negera tidak dimanfaatkan dengan baik, ataupun sebaliknya anak muda yang punya semangat juga ingin ide dan gagasannya terfasilitasi. Dengan demikian, kita ingin tidak ada cacat atau kekurangan di antara keduanya.

Sembari kita merefleksi bangsa kita hari ini, sama-sama kita mengevaluasi juga kinerja diri dan pemerintah sudah sejauh mana berbuat untuk bangsa. Kita ingin, apa yang dicita-cita bangsa dapat terwujud dengan baik. Kemudian harapan jauh ke depan ialah generasi muda yang mampu bersaing dengan banyak pengetahuan yang mesti diasah setiap waktu. Jangan sampai pengetahuan anak cucu kita menjadi polemik dan problematika antara miris atau teriris?.

Mudah-mudahan apa yang menjadi harapan bersama dapat berjalan dengan lancar mesti jalan terkadang terjal. Upaya dan kerja keras bersama tentu menjadi good impression di masa mendatang.

*Penulis merupakan pemuda asal Lampung. Menulis adalah hobi yang dilakukan untuk menuangkan banyak rasa. Saat ini kesibukannya menjadi aktor pada skenario Tuhan.
ShareTweetShareSendSend

Artikel Lainnya

Img
Opini

Perempuan dalam Bayang-Bayang Patriarki

27 Oktober 2025
73
Whatsapp Image 2026 01 20 At 19 46
Opini

Sering Merasa Sedih Dan Galau Tiba-Tiba? ~ Mungkin Itu Karena Kapitalisme

28 Januari 2026
258
Img 20251027 Wa0009
Opini

Validasi Boleh, tapi Jangan Ketagihan kaya Wifi Gratisan

27 Oktober 2025
55
Img 20250908 Wa0007
Opini

Kepala tak Berisi: Pemimpin Kosong, Sibuk Gaya, Bungkam pada Realita

25 September 2025
268

Rubrik

Esai Liputan Khusus Opini Prosa Puisi Resensi Uncategorized Warta
Pataka Eja

© Dari Narasi Menuju Aksi

Lebih lanjut

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Kirim Artikel

Ikuti kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • Liputan
    • Warta
    • Liputan Khusus
  • Kirim Artikel

© Dari Narasi Menuju Aksi