Pataka Eja
No Result
View All Result
  • Login
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • News
    • Sosial & Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Ekonomi & Bisnis
    • Olahraga & Kesehatan
    • Ragam
    • Sosok
  • Kirim Artikel
Pataka Eja
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • News
    • Sosial & Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Ekonomi & Bisnis
    • Olahraga & Kesehatan
    • Ragam
    • Sosok
  • Kirim Artikel
No Result
View All Result
  • Login
Pataka Eja
No Result
View All Result
Home Opini

Program MBG : Antara Solusi Stanting dan Ancaman Anak Bangsa

Pataka Eja by Pataka Eja
6 Oktober 2025
in Opini
0
Img 20251006 Wa0007

Oleh: Muh Ikbal

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu kebijakan prioritas pemerintah. Namanya akrab di telinga masyarakat, dan tujuannya terdengar sangat mulia, menurunkan stunting, meningkatkan kesehatan anak, dan membangun generasi kuat. Namun, belakangan program ini justru ramai dibicarakan karena kasus keracunan massal siswa.

Secara konsep, MBG merupakan program yang sangat baik, pemerintah ingin memastikan setiap generasi muda khususnya anak sekolah mendapat makanan yang bergizi denghan cara itulah anak tentunya diharapkan sehat, fokus dalam belajar dan tumbuh dengan baik, realitas dilapangan nyatanya tak seindah rencana di atas kertas.

Badan Gizi Nasional (BGN) sejak awal 2025 hinggga september mencatat 6.517 siswa diberbagai daerah mengalami keracunan setelah menyantap makanan MBG. Angka ini bukan sekedar angka statistik. Ribuan anak berarti benar-benar sakit karena makanan yang disediakan oleh negara.

Sebuah ironi program yang seharusnya menyehatkan, malah membuat anak-anak tertimpa sakit, bahkan mengancam nyawa., keracunan makanan bukanlah hal sepele. Anak yang sakit mungkin sembuh dalam beberapa hari, tetapi trauma psikologis bisa bertahan lebih lama.

Ada anak yang jadi takut makan di sekolah, bahkan orang tua pun yang dulunya sekolah sebagai tempat belajar dan aman kini banyak yang mengkhawatirkan anakanya. Selain itu, keracunan membuat anak kehilangan waktu belajar, kehilangan fokus, dan pada akhirnya merugikan dunia pendidikan itu sendiri.

Fakta dilapangan menjadi hal yang perlu dipertanyakan. Bagaimana tidak, makanan dimasak pagi hari tetapi makanan baru sampai kesekolah disiang menjelang sore hari, fokus program terlalu fokus pada kuantitas semata tanpa mengedepankan kualitas.

Distribusi yang tidak merata, ada sekolah dikota yang mendapat makanan layak tetapi terjadi perbedaan disekolah di desa-desa banyak menu yang asal jadi.

Sebagai mahasiswa tentunya mendukung program yang berpihak pada rakyat kecil. Tetapi mendukung bukan berarti menutup mata terhadap kelemahan bahkan ancaman terhadap generasi bangsa.

Kualitas dan keamanan harus benar-benar dikawal! Jika rantai pasok dan dapur penyedia makanan tidak diawasi ketat, maka risiko keracunan akan terus mengintai. Dan sekali kepercayaan publik hilang, akan sangat sulit dipulihkan.

Kalaulah Program MBG adalah program prioritas pemerintah maka jangan hanya dikejar sebagai pencitraan politik atau capaian kuantitas, tetapi harus berani menempatkan keamanan dan kualitas pangan di atas segalanya. Jika hal ini dianggap sebagai masalah sepeleh MBG hanya akan menjadi catatan manis di atas kertas, tapi pahit di lapangan.

ShareTweetShareSendSend

Artikel Lainnya

Img 20240818 Wa0001
Opini

UINAM Kampus Biadab : Pembatasan Berekspresi hingga Intervensi Mahasiswa

19 Agustus 2024
86
Mkmlknkljnjn
Opini

Bendum HMI Cagora jangan jadi Clipper, Apalagi jadi Tameng Arogansi – Amoralitas Kekuasaan  

24 Juni 2026
391
Whatsapp Image 2025 09 24 At 23 07
Opini

Merdeka agraria Merdeka negeriku

25 September 2025
60
Img 20250908 Wa0007
Opini

Ketika Senioritas Menjadi Alat Penindasan

21 September 2025
117

Rubrik

Ekonomi & Bisnis Esai Hukum & Kriminal Olahraga & Kesehatan Opini Prosa Puisi Ragam Resensi Sosial & Politik Sosok Uncategorized
Pataka Eja

© Dari Narasi Menuju Aksi

Lebih lanjut

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Kirim Artikel

Ikuti kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • News
    • Sosial & Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Ekonomi & Bisnis
    • Olahraga & Kesehatan
    • Ragam
    • Sosok
  • Kirim Artikel

© Dari Narasi Menuju Aksi