Pataka Eja
No Result
View All Result
  • Login
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • Liputan
    • Warta
    • Liputan Khusus
  • Kirim Artikel
Pataka Eja
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • Liputan
    • Warta
    • Liputan Khusus
  • Kirim Artikel
No Result
View All Result
  • Login
Pataka Eja
No Result
View All Result
Home Resensi

Resensi Buku: Filosofi Teras

Pataka Eja by Pataka Eja
14 November 2024
in Resensi
0
As

Oleh: Radiatul Adwiyah

Judul Buku : Filosofi Teras: Filsafat Yunani-Romawi Kuno untuk Mental Tangguh Masa Kini

Penulis : Henry Manampiring

Penerbit : Penerbit Buku Kompas

ISBN : 978-602-412-518-9

eISBN : 978-602-412-519-6

 

Filosofi Teras mungkin tidak asing lagi di telinga beberapa kalangan, terkhusus para remaja atau seseorang menuju usia dewasa. Buku dengan sampul berwarna putih dengan gambar ilustrasi berwarna kuning ini, banyak menarik perhatian para pembaca.

Buku ini tersedia juga di Perpustakaan Nasional yang dapat di akses secara digital. Akan tetapi sangking banyaknya peminat buku ini, kita harus mengantri. Ada 1543 komentar yang diberikan oleh pembaca maupun calon pembaca.

“Antree dari lama gak pernah dapat,” cuitan Ria Anggraeni. Ada juga komentar

“Kembalin bukunya dong, pengen baca juga. Buku lagi viral uy” komentar prakosoagung292. Dari sini kita bisa menyimpulkan bahwa buku ini banyak sekali peminatnya.

Dilansir dari i-pusnas sudah ada 5.540 pembaca dari softbooknya, belum lagi dihitung yang telah membaca hardbooknya. Buku yang begitu laris ini menjadi daya tarik tersendiri sehingga banyak memberikan dampak positive bagi pembacanya, termasuk saya.

“ Buku filosofi Teras ini memberi cara latihan mental supaya kita memiliki syaraf titanium dan tidak gampang knockout  ketika kesamber galau” ucap seorang dosen dari Sekolah Tinggi Filsafat Driyarka (Dr. A. Setyo Wibowo).

Memang benar yang dikatakan beliau bahwa buku ini memberikan cara untuk melatih mental kita dari serangan rasa khawatir, galau, marah ataupun rasa emosional negatif lainnya yang memang berada diluar kendali kita.

Apakah kamu sering merasa khawatir akan banyak hal? Baperan? Susah Move on? Mudah tersinggung dan marah-marah di social media maupun dunia nyata?

Lebih dari 2.000 tahun lalu, sebuah mazhab filsafat menemukan akar masalah dan juga solusi dari banyak emosi negatif. Stoisisme atau Filosofi Teras adalah filsafat Yunani-Romawi kuno yang bisa membantu kita mengatasi emosi negatif dan menghasilkan mental tangguh dalam menghadapi naik turunnya kehidupan.

Jauh dari kesan filsafat sebagai topik berat dan mengawang-awang, Filosofi Teras justru bersifat praktis dan relevan dengan kehidupan Generasi Mileneal dan Gen-Z masa kini.

Kesimpulan dari buku ini adalah bahwa ada banyak hal seperti emosi negatif kita, yang memang berada diluar kendali. Sehingga dengan mudahnya kita merasa tersinggung, marah, khawatir bahkan yang paling ekstrim sampai mau bunuh diri. Jika emosi negatif itu sudah tidak bisa lagi dikendalikan. Seperti, seseorang yang sudah lama menjalin hubungan dengan kekasihnya tiba-tiba salah seorang pasangan ini, memutuskan untuk mengakhiri hubungan itu.

Ini menjadi sebab seorang akan merasakan sakit hati dan kecewa yang begitu dalam. Sampai-sampai tidak mau makan, menangis dari pagi sampai tembus pagi lagi, kemudian dari malam sampai malam lagi.

Dalam buku Filosofi Teras yang ditulis oleh Henry Manampiring, ada ungkapan dari Epictetus “some things are up to us, some things are not up to us” (Ada hal-hal yang berada di bawah kendali kita, ada hal-hal yang tidak berada di bawah kendali kita (tidak tergantung pada kita). Prinsip ini dalam buku Filosofi Teras disebut dengan “Dikotomi Kendali”.

Nah, dari kasus yang saya sebutkan tadi bahwa seorang kekasih yang merasa sangat kecewa saat diputuskan oleh pasangannya, sebenarnya hal itu tidak perlu di tangisi (dibawa perasaan). Karena apa? Karena hal itu berada di luar kendali kita. Tindakan orang lain dalam hal ini pasangan tadi, merupakan sesuatu yang memang bukan berada di kendali kita.

Jadi untuk apa kita menangisinya, ya kan? Menurut saya ada benarnya juga bahwa tidak perlu mengisi ataupun meratapi akan kehilangan seorang kekasih. Keputusannya untuk meninggalkan kekasihnya mungkin keputusan terbaik baginya.

Henry Manampiring dalam buku Filosofi Teras ini, menghadirkan banyak solusi disaat kita menghadapi emosi negatif kita. Dan menurut saya, solusi-solusi yang dihadirkan dalam buku ini, sangat praktis dan mudah untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Buku Filosofi Teras ini juga memberikan pelajaran kepada kita untuk bagaimana menerima sesuatu yang diberikan Allah dengan penuh rasa syukur. Karena apapun yang diberikan oleh Allah adalah pemberian terbaik untuk kita.

Qs. Al-Baqarah ayat 216 Allah berfirman “Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu  padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui”.

*Peresensi Merupakan Mahasiswa Jurusan ilmu Ekonomi UIN Alauddin Semester 7
ShareTweetShareSendSend

Artikel Lainnya

Romusa Buku Ali Ahsan Al Haris
Resensi

Praktik Pengerahan dan Kondisi Romusa Di Pertambangan Batu Bara Bayah

23 November 2024
41
Whatsapp Image 2024 09 30 At 23 35 51 0920ac8c
Resensi

Bangkitlah Gerakan Mahasiswa

6 Oktober 2024
137
2082526 7c7c4bcb 0117 4027 818e E388cca5d91c 2048 2730 E1564608533385
Resensi

Resensi Buku: Darah Kepahlawanan Anak Sultan Hasanuddin

21 Agustus 2025
101
Nilnal Muna
Resensi

Diam, Iman, dan Perbedaan: Membaca Jobin karya Pidi Baiq

18 Desember 2025
77

Rubrik

Esai Liputan Khusus Opini Prosa Puisi Resensi Uncategorized Warta
Pataka Eja

© Dari Narasi Menuju Aksi

Lebih lanjut

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Kirim Artikel

Ikuti kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • Liputan
    • Warta
    • Liputan Khusus
  • Kirim Artikel

© Dari Narasi Menuju Aksi