Pataka Eja
No Result
View All Result
  • Login
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • Liputan
    • Warta
    • Liputan Khusus
  • Kirim Artikel
Pataka Eja
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • Liputan
    • Warta
    • Liputan Khusus
  • Kirim Artikel
No Result
View All Result
  • Login
Pataka Eja
No Result
View All Result
Home Warta

UKM SB Esa Tantang Kampus: Demokrasi Bukan Formalitas!

Pataka Eja by Pataka Eja
12 September 2025
in Warta
0
Img 20250912 Wa0014

Pataka Eja – Unit Kegiatan Mahasiswa Seni Budaya Esa (UKM SB Esa) menyatakan sikap tegas dalam dialog bertajuk “Kampus dan Imaji Demokrasi: Merawat Ruang Kritis” yang digelar bersama Pekerja Seni Kampus (PSK) Makassar, Rabu (10/9/2025) di Kampung Esa.

Kegiatan ini menghadirkan Gunawan Hatmin, mahasiswa Pascasarjana UIN Alauddin Makassar (UINAM), dan Tawakkal Mahmud, Menteri Hukum dan HAM DEMA UINAM, sebagai narasumber. Forum tersebut menjadi wadah konsolidasi mahasiswa seni untuk menyuarakan kegelisahan atas kondisi kampus dan demokrasi nasional yang dinilai semakin memudar.

Dalam forum, UKM SB Esa memberikan ultimatum moral kepada pihak kampus agar berhenti memperlakukan seni hanya sebagai pelengkap kegiatan seremonial. Mereka menegaskan bahwa seni harus menjadi medium kritik dan perlawanan, bukan sekadar hiburan yang dipoles untuk kepentingan birokrasi.

“Kampus tanpa ruang kritis bukan lagi rumah ilmu, tetapi pabrik birokrasi. Seni bukan pajangan, melainkan bahasa perlawanan. Jika kampus tidak memberi ruang, mahasiswa akan merebutnya,” tegas perwakilan UKM SB Esa.

Gunawan Hatmin dalam pemaparannya menekankan bahwa seni merupakan medium filsafat sekaligus refleksi sosial yang mampu membongkar persoalan masyarakat. Sementara itu, Tawakkal Mahmud mengingatkan mahasiswa agar tidak terjebak dalam pragmatisme politik kampus yang justru menggerus idealisme.

Dengan slogan “Seni Lawan Tirani”, UKM SB Esa bersama PSK Makassar berkomitmen menghidupkan kembali imajinasi demokrasi yang kian redup di ruang akademik. Dialog ini menjadi penegasan bahwa mahasiswa seni siap melawan hegemoni, menjaga ruang kritis dan menolak kampus yang kehilanga

ShareTweetShareSendSend

Artikel Lainnya

Whatsapp Image 2025 11 27 At 18 48
Warta

Menjawab Keresahan Warga, Robi Coing, Pemerintah Desa, dan Masyarakat Desa Pakatto Lakukan Perbaikan Darurat Jalan Poros Malino, Pakatto

27 November 2025
310
Whatsapp Image 2024 10 27 At 06 31
Warta

HMPS Ilmu Politik UIN Alauddin Makassar Gelar Inaugurasi Bertajuk “Catur Kekuasaan”

27 Oktober 2024
169
Imgfgyufk
Warta

Nahkoda Baru, Satu Spirit yang Tak Pernah Padam

8 November 2025
219
Whatsapp Image 2025 10 13 At 08 23
Warta

Makkemah: Ruang Kebersamaan, Belajar dari Kesederhanaan

13 Oktober 2025
176

Rubrik

Esai Liputan Khusus Opini Prosa Puisi Resensi Uncategorized Warta
Pataka Eja

© Dari Narasi Menuju Aksi

Lebih lanjut

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Kirim Artikel

Ikuti kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • Liputan
    • Warta
    • Liputan Khusus
  • Kirim Artikel

© Dari Narasi Menuju Aksi