Oleh: Fika Kurnialin
Aroma parfumnya selalu tercium di mana-mana,
membawa kenangan yang selalu berulang-ulang.
Aku menatapnya diam, dari kejauhan saja,
meski hati ini berdegup kencang dan tak karuan.
Dia baik, dia tampan, dia begitu sempurna,
berhasil membuatku jatuh cinta sejak pertama.
Tatapannya yang hangat, senyumnya yang menawan,
terukir dalam ingatan, takkan pernah terlupakan.
Kita berbeda, aku sadar itu nyata,
tapi perasaan ini tak bisa kutahan.
Di balik keramaian, di setiap sudut ruangan,
cintaku tetap hidup, dalam diam dan harapan.
Mungkin di lain waktu, di kehidupan yang berbeda,
kita akan bertemu dengan takdir yang lebih ramah.
Sampai saat itu datang,izinkan aku menyayanginya,
dalam cara yang tak menyakitkan, dalam hati yang ikhlas.




