Pataka Eja — Pelayanan kesehatan di Puskesmas (PKM) Bontomarannu, Kabupaten Gowa, kembali menjadi sorotan publik. Seorang ibu rumah tangga berinisial AR (34), warga Kecamatan Pattallassang, mengaku mendapat perlakuan tidak pantas dari oknum tenaga kesehatan (nakes) saat hendak berobat bersama anaknya yang berusia 4 tahun.
Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu pagi sekitar pukul 11.01 WITA. AR datang ke Puskesmas Bontomarannu untuk mendapatkan pelayanan medis menggunakan BPJS Kesehatan, di mana ia terdaftar sebagai pasien aktif.
“Saya datang berdua dengan anak saya. Saya bilang ke petugas, ‘Dok, masih bisaji mendaftar?’ Karena saya lihat masih jam 11 lewat satu menit, siapa tahu ada kebijakan, apalagi saya datang dari jauh,” ujar AR kepada awak media.
Namun, harapan AR untuk mendapatkan toleransi justru berujung penolakan. Ia mengaku langsung ditolak oleh petugas loket pendaftaran.
“Petugas bilang, ‘Tidak bisami Bu, jam 11 lewat dua menit mi,’” kata AR menirukan ucapan oknum nakes tersebut.
AR sempat memohon agar tetap dibantu, mengingat keterlambatan hanya satu menit dan kondisi jalan yang macet akibat banyaknya truk melintas.
“Saya bilang, tolongki dibantu, cuma satu menit ji terlambat, di jalan macet karena banyak truk,” jelasnya.
Alih-alih mendapat solusi, AR justru diarahkan berpindah-pindah. Dari loket pendaftaran, ia diminta menemui dokter umum, kemudian diarahkan lagi ke Poli Anak.
“Dokter umum suruh saya ke Poli Anak dulu,” ungkapnya.
Di Poli Anak, AR sempat berharap ada kejelasan. Dokter atau nakes di poli tersebut bahkan sempat berkoordinasi dengan bagian pendaftaran.
“Dokter anak menyuruh saya kembali ke bagian pendaftaran untuk koordinasi. Tapi setelah saya kembali, tetap saja ditolak,” lanjut AR.
Situasi tersebut membuat AR kelelahan secara fisik dan mental. Ia juga mengaku menerima ucapan yang dianggap tidak pantas dan merendahkan dari oknum nakes.
“Ada yang bilang, ‘Kenapa ki lama Bu, naik apaki memang Bu?’ Padahal saya dalam kondisi sakit. Cara bicaranya tidak enak,” tuturnya dengan nada kecewa.
Dalam kondisi emosi dan menahan sakit, AR mengaku sempat memukul meja. Saat ia meminta nama dokter atau nakes yang melayaninya, situasi justru semakin memanas.
“Saya spontan pukul meja karena emosi. Saya minta nama dokter atau nakesnya, malah ada yang mau memukul saya pakai buku pendaftaran. Itu ada CCTV-nya,” tegas AR.
Berdasarkan papan informasi resmi yang terpasang di Puskesmas Bontomarannu, jam operasional puskesmas berlangsung Senin–Sabtu pukul 07.30–14.00 WITA, sementara jam pelayanan loket pendaftaran hari Sabtu hanya sampai pukul 11.00 WITA.
AR mengaku sangat kecewa dengan pelayanan yang diterimanya dan menyebut kejadian serupa bukan kali pertama terjadi di puskesmas tersebut.
“Dari dulu memang begitu itu puskesmas. Pelayanannya kacau, petugas sering main HP, kasar, dan tidak ramah. Beda sekali dengan Puskesmas Pattallassang, saya pernah antar teman berobat di sana, pelayanannya bagus dan pasien dibantu,” tutupnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Puskesmas Bontomarannu maupun Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa belum memberikan klarifikasi resmi terkait insiden tersebut.
Kasus ini kembali membuka diskusi publik mengenai akses dan kualitas pelayanan kesehatan dasar, khususnya bagi masyarakat kecil yang bergantung pada layanan BPJS. Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Gowa segera melakukan evaluasi dan pembenahan menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang.




