Pataka Eja
No Result
View All Result
  • Login
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • News
    • Sosial & Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Ekonomi & Bisnis
    • Olahraga & Kesehatan
    • Ragam
    • Sosok
  • Kirim Artikel
Pataka Eja
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • News
    • Sosial & Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Ekonomi & Bisnis
    • Olahraga & Kesehatan
    • Ragam
    • Sosok
  • Kirim Artikel
No Result
View All Result
  • Login
Pataka Eja
No Result
View All Result
Home Ragam

Stop Meremehkan Jurusan Peternakan! Lulusan Peternakan Dinilai Jadi Kunci Ketahanan Pangan Indonesia

Pataka Eja by Pataka Eja
23 Juli 2026
in Ragam
0
Whatsapp Image 2026 07 23 At 10 08

Pataka Eja – Paradigma masyarakat terhadap jurusan peternakan dinilai perlu diubah. Jika selama ini jurusan tersebut kerap dipandang sebelah mata dan hanya identik dengan pekerjaan memelihara ternak, kini ilmu peternakan telah berkembang menjadi disiplin ilmu modern yang mengintegrasikan sains, teknologi, bisnis, hingga inovasi digital.

Lulusan jurusan peternakan juga disebut memiliki prospek kerja yang jauh lebih luas dibanding anggapan masyarakat selama ini. Peluang karier terbuka di berbagai sektor, mulai dari industri pakan ternak, perusahaan pembibitan (breeding), manajemen peternakan (farm management), konsultan nutrisi ternak, peneliti, akademisi, instansi pemerintah, hingga menjadi wirausahawan yang mengembangkan usaha peternakan berbasis teknologi.

Menurut alumnus Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa, Imran Satria, S. Tr.Pt, sektor peternakan memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional yang kini menjadi salah satu fokus pemerintah.

Ia menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpotensi meningkatkan permintaan terhadap komoditas peternakan seperti telur, daging ayam, susu, dan berbagai produk protein hewani lainnya. Kondisi tersebut dinilai dapat membuka peluang usaha sekaligus memperluas lapangan kerja di sektor peternakan.

“Peternakan adalah sektor strategis yang akan terus dibutuhkan. Ketahanan pangan tidak akan tercapai tanpa didukung sumber daya manusia yang berkualitas di bidang peternakan. Karena itu, sudah saatnya masyarakat memandang jurusan peternakan sebagai pilihan masa depan, bukan pilihan terakhir,” kata Imran.

Ia menjelaskan, perkembangan ilmu peternakan saat ini jauh lebih maju dibanding persepsi masyarakat pada masa lalu. Mahasiswa tidak hanya mempelajari teknik budidaya ternak, tetapi juga dibekali ilmu genetika, reproduksi, nutrisi, kesehatan hewan, manajemen usaha, pengolahan hasil ternak, hingga penerapan teknologi seperti Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), dan sistem kandang modern closed house yang mampu meningkatkan efisiensi produksi.

Selain pembelajaran di kelas, mahasiswa juga mendapatkan pengalaman praktik lapangan sehingga memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Meski demikian, Imran mengakui stigma negatif terhadap jurusan peternakan masih menjadi tantangan. Tidak sedikit siswa maupun orang tua yang masih menganggap peternakan sebagai pilihan kedua setelah bidang kesehatan atau teknik.

Padahal, menurutnya, meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap pangan berbasis protein hewani seiring pertumbuhan jumlah penduduk menjadikan sektor peternakan sebagai salah satu bidang yang memiliki prospek menjanjikan.

Ia menilai edukasi kepada masyarakat menjadi langkah penting untuk mengubah cara pandang tersebut. Sebab, peternakan saat ini bukan sekadar aktivitas memelihara ayam, sapi, atau kambing, melainkan telah berkembang menjadi industri bernilai besar yang membutuhkan tenaga profesional, inovatif, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Dengan meningkatnya investasi, dukungan pemerintah, serta perkembangan teknologi di sektor peternakan, Imran optimistis jurusan peternakan akan semakin diminati generasi muda.

Ia berharap lulusan peternakan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja baru serta menjadi motor penggerak pembangunan sektor peternakan nasional.

Menurutnya, perubahan cara pandang masyarakat terhadap jurusan peternakan merupakan salah satu langkah penting dalam mewujudkan ketahanan pangan Indonesia. Sebab, di balik setiap produk pangan asal ternak yang dikonsumsi masyarakat, terdapat peran besar para insan peternakan dalam menjaga kualitas, produktivitas, dan keberlanjutan pasokan pangan nasional.

ShareTweetShareSendSend

Artikel Lainnya

Whatsapp Image 2026 01 31 At 19 09
Ragam

Pengurus Baru UKM Seni Budaya eSA UIN Alauddin Makassar Resmi Dikukuhkan

31 Januari 2026
80
Whatsapp Image 2024 12 04 At 12 01
Ragam

PT. Tirta Fresindo Jaya (Mayora Group) Plant Bontomarannu – Gowa, kembali melakukan penanaman 2000 pohon sebagai upaya pemeliharaan sumber air

4 Desember 2024
540
Whatsapp Image 2025 02 14 At 15 51
Ragam

Peduli sesama, puluhan karyawan PT Tirta Fresindo Jaya (Mayora Group) Bontomarannu melaksanakan kegiatan donor darah

14 Februari 2025
157
Img 20260303 Wa00251
Ragam

Aksi Sosial Ramadhan, Satresnarkoba Polres Gowa Berbagi Takjil untuk Pengguna Jalan

3 Maret 2026
76

Rubrik

Ekonomi & Bisnis Esai Hukum & Kriminal Olahraga & Kesehatan Opini Prosa Puisi Ragam Resensi Sosial & Politik Sosok Uncategorized
Pataka Eja

© Dari Narasi Menuju Aksi

Lebih lanjut

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Kirim Artikel

Ikuti kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • News
    • Sosial & Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Ekonomi & Bisnis
    • Olahraga & Kesehatan
    • Ragam
    • Sosok
  • Kirim Artikel

© Dari Narasi Menuju Aksi