Pataka Eja
No Result
View All Result
  • Login
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • Liputan
    • Warta
    • Liputan Khusus
  • Kirim Artikel
Pataka Eja
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • Liputan
    • Warta
    • Liputan Khusus
  • Kirim Artikel
No Result
View All Result
  • Login
Pataka Eja
No Result
View All Result
Home Warta

Rektor UII Jadi Penjamin Penangguhan Penahanan Paul, Desak Hentikan Kriminalisasi Masyarakat Sipil

Renaldy Pratama by Renaldy Pratama
3 Oktober 2025
in Warta
0
Fathul Wahid

Pataka Eja – Rektor Universitas Islam Indonesia (UII), Fathul Wahid, menyatakan kesediaannya untuk menjadi penjamin penangguhan penahanan terhadap alumninya, Muhammad Fakhrurrozi alias Paul. Aktivis yang dikenal aktif dalam Aksi Kamisan itu ditangkap aparat Polda Jawa Timur di kediamannya, Sabtu (27/9/2025), dan kini ditahan di Surabaya.

Dilansir dari Republika.co.id, Fathul berharap Paul segera dibebaskan. Ia bersama sejumlah alumni UII dan tokoh lintas kelompok telah menyatakan kesediaannya untuk menjadi penjamin.
“Saya berharap Mas Paul segera dibebaskan. Saya bersama beberapa kawan lain dari UII dan juga lintas kelompok telah bersedia menjadi penjamin penangguhan penahanan Mas Paul,” kata Fathul, Kamis (2/10/2025).

Fathul mengaku prihatin atas cara aparat dalam menangkap Paul. Menurutnya, proses yang tidak transparan justru menimbulkan kesan kuat bahwa penegakan hukum diarahkan untuk membungkam suara kritis.
“Proses yang tidak transparan dan tidak sesuai prosedur menimbulkan kesan kuat bahwa langkah ini lebih ditujukan untuk membungkam suara kritis daripada menegakkan keadilan,” ujarnya.

Rektor UII menegaskan bahwa perbedaan pandangan dan kritik terhadap pemerintah merupakan bagian sah dari demokrasi yang dijamin konstitusi. Ia mengingatkan bahwa kriminalisasi terhadap aktivis masyarakat sipil hanya akan melemahkan kepercayaan publik.
“Negara seharusnya hadir melindungi kebebasan warganya, bukan justru mengekangnya,” tegasnya.

Fathul juga menilai keberadaan masyarakat sipil yang berani menyuarakan kritik sangat penting untuk menjaga kualitas demokrasi.
“Jangan lupa, negara yang sehat memerlukan masyarakat sipil yang kuat. Tanpanya, benih otoritarianisme akan tumbuh subur. Tentu, kita tidak ingin hal ini terjadi di Indonesia,” tambahnya.

Sementara itu, Lembaga Pers Mahasiswa UII, Himmah, melaporkan bahwa Paul merupakan alumni Fakultas Hukum UII yang pernah menjabat sebagai Direktur Klinik Advokasi dan Hak Asasi Manusia (KAHAM UII) periode 2019/2020. Selain itu, Paul juga aktif dalam kegiatan advokasi di Social Movement Institute.*Dito

ShareTweetShareSendSend

Artikel Lainnya

Img 20250323 Wa0000
Warta

Momen Bulan Suci Kapal Udara Gowa Berbagi kepada masyarakat Miskin Ekstrem Gowa.

23 Maret 2025
48
Img 20250209 Wa0000
Warta

Pelantikan Ketua Persatuan Majelis Taklim (PERMATA) Kelurahan Biring Romang Periode 2025-2028

9 Februari 2025
86
Img 20250106 Wa0003
Warta

Bahas Prospek Industri Dalam Dialog, HIPMA Gowa Kord. Bontomarannu Tuai Apresiasi

8 Januari 2025
106
Whatsapp Image 2026 05 05 At 10 48
Warta

Lewat Peternakan Explore, ISMAPETI Wilayah V Tingkatkan Pemahaman Teknologi Peternakan

5 Mei 2026
33

Rubrik

Esai Liputan Khusus Opini Prosa Puisi Resensi Uncategorized Warta
Pataka Eja

© Dari Narasi Menuju Aksi

Lebih lanjut

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Kirim Artikel

Ikuti kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • Liputan
    • Warta
    • Liputan Khusus
  • Kirim Artikel

© Dari Narasi Menuju Aksi