Takalar, Patakaeja.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) terus memperkuat budaya literasi di lingkungan sekolah melalui Program MB² (Membaca, Berimajinasi, Berkarya) yang dilaksanakan di SMP PGRI 2 Takalar.
Program tersebut dirancang untuk membantu peserta didik meningkatkan kemampuan membaca, memahami isi bacaan, sekaligus mengembangkan keterampilan menulis melalui proses belajar yang bertahap dan menyenangkan.
Pelaksanaan Program MB² kini telah memasuki pertemuan ketiga. Pada pertemuan pertama, mahasiswa KKN memperkenalkan konsep program kepada peserta didik sekaligus melakukan asesmen diagnostik literasi guna memetakan kemampuan membaca dan menulis masing-masing siswa. Pemetaan tersebut menjadi dasar dalam menyusun strategi pendampingan selama program berlangsung.
Memasuki pertemuan kedua, asesmen kembali dilakukan untuk memperoleh gambaran kemampuan literasi peserta didik secara lebih menyeluruh. Dari hasil tersebut, tim KKN menemukan adanya perbedaan kemampuan membaca yang cukup mencolok. Sejumlah siswa bahkan masih memerlukan pendampingan intensif karena mengalami kesulitan membaca.
Berangkat dari hasil asesmen tersebut, mahasiswa KKN menyesuaikan bahan bacaan dengan kemampuan setiap peserta agar proses belajar berlangsung lebih efektif dan tidak membebani siswa.

Pada pertemuan ketiga, kegiatan difokuskan pada tahap awal Program MB², yakni memilih buku bacaan sebagai sumber inspirasi. Sebelum memilih buku, peserta didik terlebih dahulu diberikan pemahaman mengenai pentingnya membaca sebagai bekal untuk memperluas wawasan serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis.
Setelah itu, setiap siswa memilih satu buku dari koleksi Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang telah disiapkan oleh tim KKN. Berdasarkan hasil pemetaan kemampuan literasi, mahasiswa menggunakan buku Level A sehingga peserta didik dapat membaca dengan lebih nyaman serta memahami isi bacaan secara bertahap.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan mengamati judul, ilustrasi, dan isi awal buku melalui Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD). Siswa juga diajak membaca secara mandiri, mengenali tokoh, latar, alur peristiwa, serta pesan yang terkandung dalam cerita sebelum menuliskan refleksi sederhana mengenai pengalaman membaca mereka.
Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa KKN berharap peserta didik tidak hanya mampu membaca, tetapi juga memahami makna bacaan dan mengolahnya menjadi gagasan baru dalam bentuk tulisan.
Pada pertemuan-pertemuan selanjutnya, Program MB² akan memasuki tahap membaca secara lebih mendalam, menganalisis isi buku, hingga menyusun cerita orisinal yang terinspirasi dari bacaan yang telah dipelajari. Diharapkan, rangkaian kegiatan ini mampu menumbuhkan kebiasaan membaca sekaligus meningkatkan kreativitas dan kepercayaan diri peserta didik dalam berkarya melalui tulisan.




