Oleh: Renata Xalisa Putri
Aku memahami harapanmu
Yang tersembunyi di balik wajahmu,
Sejelas bintang yang berkerlip di langit malam tanpa awan.
Aku berdiri di sini,
Menatap cakrawala yang tak bertepi,
Berusaha menjadi cermin dari cita-citamu,
Menjadi pelindung dari mimpi-mimpi yang kau genggam erat,
Seperti pohon yang berakar dalam tanah, kokoh dan tak tergoyahkan.
Aku berjanji akan terus berjuang untuk menggapai asa bersama,
Walau jalan ini penuh duri dan gelap,
Aku akan menapaknya.
Perasaan yang kau relakan
Adalah nyala api yang menyala di relung hati,
Tak ingin padam meski angin berhembus kencang.
Aku membalasnya dengan pelukan hangat,
Mengukir rasa tulus yang tak pernah pudar.
Dalam setiap hembusan napas, ada doa yang terpanjat,
Mengharap engkau selalu di sisiku, dalam suka dan duka.




