Oleh: Alfina Damayanti
Di bawah langit merdeka yang terbentang,
Katanya, keadilan dipegang erat dalam tangan,
Namun di rimba kekuasaan, rintihan rakyat terdengar,
Putusan Mahkamah seakan terkikis oleh angkara.
Suara keadilan dipandang sepi, terhina dalam sunyi,
Di mata rakyat, putus asa dan getir meluap dalam rintih,
Pemimpin menambah harta, menyanjung kemewahan pribadi,
Sementara rakyat merana, diambang penderitaan tanpa henti.
“Merdeka!” teriak kata-kata kosong di udara,
Berkumandang hampa, geregetan tanpa ampun,
Kekuasaan menjadi sarana, kepentingan pribadi utama,
Kapan keadilan benar-benar hadir, meresap dalam jiwa yang resah?
Tak cukup sekadar ucapan, tindakan yang diperlukan,
Menjaga keputusan Mahkamah, menegakkan kebenaran,
Rakyat membutuhkan pertolongan, bukan angan semu yang kian memperbudak,
“Merdeka katanya,” seruan jiwa yang henti, demi kedamaian yang nyata.




