Oleh: Evy Uswatun Hasanah
Rembulan hadir dalam kabut,
bayangan menghilang tanpa bertanya.
Apakah ini yang dinamakan jeda
di tengah cuaca yang tak bertuan?
Istirahat tak mampu menghapus letih,
melangkah pun tak sampai pada asa.
Lalu menunggu apa lagi
jika semuanya tak ingin kembali?
Satu rasa enggan tenggap,
satu rasa tak sanggup hinggap.
Bertalu bunyi yang senyap,
sesunyi harap yang menggelap.
Kutahan diri untuk tetap bisu,
tanpa detak untuk mencari pelarian.
Bertahta angan yang kian mengabu,
dan cahaya yang tak jua menemukan jalan.




