Pataka Eja
No Result
View All Result
  • Login
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • Liputan
    • Warta
    • Liputan Khusus
  • Kirim Artikel
Pataka Eja
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • Liputan
    • Warta
    • Liputan Khusus
  • Kirim Artikel
No Result
View All Result
  • Login
Pataka Eja
No Result
View All Result
Home Puisi

Kutukan Jeda dan Gelap

Pataka Eja by Pataka Eja
15 Desember 2025
in Puisi
0
1000014991

Oleh: Evy Uswatun Hasanah

Rembulan hadir dalam kabut,
bayangan menghilang tanpa bertanya.
Apakah ini yang dinamakan jeda
di tengah cuaca yang tak bertuan?

Istirahat tak mampu menghapus letih,
melangkah pun tak sampai pada asa.
Lalu menunggu apa lagi
jika semuanya tak ingin kembali?

Satu rasa enggan tenggap,
satu rasa tak sanggup hinggap.
Bertalu bunyi yang senyap,
sesunyi harap yang menggelap.

Kutahan diri untuk tetap bisu,
tanpa detak untuk mencari pelarian.
Bertahta angan yang kian mengabu,
dan cahaya yang tak jua menemukan jalan.

*Penulis merupakan mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP PGRI Ponorogo.
ShareTweetShareSendSend

Artikel Lainnya

Img 345678
Puisi

BERDERAI TAKLUK SANG PEJUANG

10 Juli 2024
87
Image0
Puisi

Membuka Luka Lama

11 November 2025
54
Whatsapp Image 2025 11 28 At 18 27
Puisi

Harapan Yang Tertunda

4 Desember 2025
31
Hgj
Puisi

Diksi Di Malam Hari

11 Juli 2024
61

Rubrik

Esai Liputan Khusus Opini Prosa Puisi Resensi Uncategorized Warta
Pataka Eja

© Dari Narasi Menuju Aksi

Lebih lanjut

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Kirim Artikel

Ikuti kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • Liputan
    • Warta
    • Liputan Khusus
  • Kirim Artikel

© Dari Narasi Menuju Aksi