Pataka Eja
No Result
View All Result
  • Login
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • Liputan
    • Warta
    • Liputan Khusus
  • Kirim Artikel
Pataka Eja
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • Liputan
    • Warta
    • Liputan Khusus
  • Kirim Artikel
No Result
View All Result
  • Login
Pataka Eja
No Result
View All Result
Home Warta

Kolaborasi Mahasiswa KKN UINAM bersama Pemerintah desa Pitue Gelar Penyuluhan Bahaya Leptospirosis

Muhammad Sahran by Muhammad Sahran
29 Agustus 2025
in Warta
0
Img 20250829 Wa0001

Pangkep, 29 Agustus 2025 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angakatan 77 UIN Alauddin Makassar bekerjasama dengan Pemerintah desa Pitue menggelar kegiatan penyuluhan mengenai bahaya penyakit leptospirosis. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya pencegahan agar tidak terjadi lagi kasus baru di masyarakat.

Beberapa bulan sebelumnya, Desa Pitue, Kecamatan Ma’rang, Kabupaten Pangkep sempat mengalami kasus kematian akibat leptospirosis yang disebabkan oleh bakteri dari urine tikus. Kondisi ini membuat penyakit tersebut dikategorikan sebagai penyakit menular berbahaya yang perlu diwaspadai bersama.

Untuk mengantisipasi penyebaran lebih luas, Mahasiswa KKN dan pemerintah desa menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan bidang P2P (Pencegahan dan Pengendalian Penyakit) Kabupaten Pangkep yang memberikan edukasi mengenai pencegahan, cara penularan, hingga pengobatan leptospirosis. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Ketua BPD, Kepala Dusun, RT/RW, kader kesehatan, serta masyarakat desa Pitue.

Koordinator Desa KKN UINAM, Awal Nugraha, menyampaikan terima kasih atas kerja sama dan dukungan dari pemerintah desa serta partisipasi aktif masyarakat.

“Kami dari KKN UINAM Desa Pitue sangat bersyukur dapat turut berkontribusi dalam kegiatan penyuluhan ini. Kami berharap Juga dengan penyuluhan ini masyarakat Desa Pitue dapat lebih waspada terhadap bahaya leptospirosis dan mampu menerapkan pola hidup bersih serta sehat dalam kehidupan sehari-hari,” ,” ungkapnya.

Kepala Desa Pitue, Muhammad Nasrul, dalam sambutannya berharap melalui penyuluhan ini masyarakat semakin memahami bahaya leptospirosis dan cara pencegahannya.

“Dengan adanya penyuluhan ini, kami berharap warga Desa Pitue sudah mengetahui dampak bahaya penyakit leptospirosis sehingga tidak ada lagi kasus baru yang muncul di desa kita,” ujarnya.

Kegiatan penyuluhan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, menghindari faktor risiko penularan, serta menjadi langkah nyata pemerintah desa dalam melindungi kesehatan warganya

ShareTweetShareSendSend

Artikel Lainnya

Whatsapp Image 2025 08 14 At 21 35
Warta

400 Tahun Syekh Yusuf, Gowa Hadirkan Replika Istana Balla Lompoa di Afrika Selatan

14 Agustus 2025
27
Img 20251027 Wa0006
Warta

Dorong Ruang Gerak Perempuan, KOPRI Rashul Hadirkan Kelas KOPRI Penggerak Perdana

27 Oktober 2025
97
Whatsapp Image 2026 03 09 At 21 42
Warta

Safari Ramadhan IMM Se-Cabang Gowa Di Sapaya: Menjalin Ukhuwah Dan Menebar Kebaikan

10 Maret 2026
298
Whatsapp Image 2024 09 27 At 21 03
Warta

Kebakaran Di Desa Rappolemba Hanguskan 3 Rumah dan 2 Korban Jiwa. Dataran Tinggi Gowa Darurat Damkar

27 September 2024
776

Rubrik

Esai Liputan Khusus Opini Prosa Puisi Resensi Uncategorized Warta
Pataka Eja

© Dari Narasi Menuju Aksi

Lebih lanjut

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Kirim Artikel

Ikuti kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • Liputan
    • Warta
    • Liputan Khusus
  • Kirim Artikel

© Dari Narasi Menuju Aksi