Oleh : Mubarak
“Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) adalah organisasi kemahasiswaan yang merupakan salah satu ortom (organisasi otonom) dalam Persyarikatan Muhammadiyah.
IMM didirikan sebagai wadah pengembangan diri bagi mahasiswa Islam yang ingin memperdalam wawasan keilmuan, keislaman, dan keorganisasian.
Tujuan IMM sebagaimana tercantum dalam Anggaran Dasar Pasal 7 adalah: “Mengusahakan terwujudnya akademisi Islam yang berakhlak mulia dalam rangka mencapai tujuan Muhammadiyah.”
Dengan demikian, IMM hadir sebagai ruang perjuangan intelektual dan spiritual bagi mahasiswa dalam meniti jalan dakwah dan pengabdian kepada umat.
Peresmian berdirinya IMM berlangsung di Gedung Dinoto, Yogyakarta, yang ditandai dengan penandatanganan Enam Penegasan IMM oleh KH Ahmad Badawi, selaku Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah saat itu.
Salah satu penegasan penting yang termaktub adalah bahwa “Amal IMM adalah Lillahi Ta’ala dan senantiasa diabdikan untuk kepentingan rakyat.”
Penegasan ini mengandung makna bahwa setiap kader IMM harus menjadikan perjuangan sebagai bentuk ibadah kepada Allah SWT serta mengarahkan seluruh ilmu, tenaga, dan potensinya untuk kepentingan sosial dan pemberdayaan masyarakat.
Seorang kader IMM idealnya tidak hanya menjadi mahasiswa akademis, tetapi juga seorang aktivis yang peduli terhadap isu-isu keumatan dan kebangsaan.
Namun, apabila kader IMM hanya pasif dan tidak terlibat dalam dinamika gerakan serta pengabdian sosial, maka eksistensi IMM akan kehilangan ruh perjuangannya dan tinggal menjadi sekadar nama tanpa makna.
Oleh karena itu, penting bagi setiap kader untuk terus bergerak, belajar, dan mengabdi demi menjadikan IMM sebagai lokomotif perubahan yang membawa kemaslahatan bagi umat dan bangsa.
Benazir Bhutto pernah mengatakan bahwa sebuah kapal memang tampak indah saat berlabuh di dermaga. Namun, kapal tidak diciptakan hanya untuk diam di tempat, melainkan untuk mengarungi samudera dan menghadapi ombak.
Maknanya, kita tidak dilahirkan hanya untuk berdiam diri di kampung halaman, menikmati kenyamanan bersama keluarga. Sebaliknya, kita harus berjuang dan menghadapi berbagai tantangan kehidupan, sebagaimana yang diajarkan dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM).
Sebagai gerakan mahasiswa Islam, IMM hadir untuk membentuk kader yang tidak hanya berdiam diri dalam kenyamanan, tetapi siap berjuang demi umat dan bangsa. Dalam perjuangannya, IMM mengusung nilai intelektualitas, spiritualitas, dan humanisasi sebagai pilar utama.
Gelombang tantangan dalam dunia akademik, sosial, dan dakwah tidak boleh menjadi penghalang, melainkan harus dihadapi dengan keberanian dan keteguhan hati.
Seperti kapal yang mengarungi samudera, kader IMM harus siap menerjang badai perubahan demi mewujudkan masyarakat yang lebih adil, berkemajuan, dan berlandaskan nilai-nilai Islam.




