Pataka Eja
No Result
View All Result
  • Login
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • News
    • Sosial & Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Ekonomi & Bisnis
    • Olahraga & Kesehatan
    • Ragam
    • Sosok
  • Kirim Artikel
Pataka Eja
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • News
    • Sosial & Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Ekonomi & Bisnis
    • Olahraga & Kesehatan
    • Ragam
    • Sosok
  • Kirim Artikel
No Result
View All Result
  • Login
Pataka Eja
No Result
View All Result
Home Opini

Kader IMM: Berlayar Mengarungi Tantangan, Berjuang demi Umat

Seorang kader IMM idealnya tidak hanya menjadi mahasiswa akademis, tetapi juga seorang aktivis yang peduli terhadap isu-isu keumatan dan kebangsaan.

Pataka Eja by Pataka Eja
2 September 2025
in Opini
0
Whatsapp Image 2025 09 02 At 09 03 42

foto Mubarak (Ketua bidang kader IMM Fakultas Syariah dan Hukum)

Oleh : Mubarak


“Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM)  adalah organisasi kemahasiswaan yang merupakan salah satu ortom (organisasi otonom) dalam Persyarikatan Muhammadiyah. 

IMM didirikan sebagai wadah pengembangan diri bagi mahasiswa Islam yang ingin memperdalam wawasan keilmuan, keislaman, dan keorganisasian. 

Tujuan IMM sebagaimana tercantum dalam Anggaran Dasar Pasal 7 adalah: “Mengusahakan terwujudnya akademisi Islam yang berakhlak mulia dalam rangka mencapai tujuan Muhammadiyah.” 

Dengan demikian, IMM hadir sebagai ruang perjuangan intelektual dan spiritual bagi mahasiswa dalam meniti jalan dakwah dan pengabdian kepada umat.

Peresmian berdirinya IMM berlangsung di Gedung Dinoto, Yogyakarta, yang ditandai dengan penandatanganan Enam Penegasan IMM  oleh KH Ahmad Badawi, selaku Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah saat itu. 

Salah satu penegasan penting yang termaktub adalah bahwa “Amal IMM adalah Lillahi Ta’ala dan senantiasa diabdikan untuk kepentingan rakyat.”

Penegasan ini mengandung makna bahwa setiap kader IMM harus menjadikan perjuangan sebagai bentuk ibadah kepada Allah SWT serta mengarahkan seluruh ilmu, tenaga, dan potensinya untuk kepentingan sosial dan pemberdayaan masyarakat. 

Seorang kader IMM idealnya tidak hanya menjadi mahasiswa akademis, tetapi juga seorang aktivis yang peduli terhadap isu-isu keumatan dan kebangsaan.

Namun, apabila kader IMM hanya pasif dan tidak terlibat dalam dinamika gerakan serta pengabdian sosial, maka eksistensi IMM akan kehilangan ruh perjuangannya dan tinggal menjadi sekadar nama tanpa makna. 

Oleh karena itu, penting bagi setiap kader untuk terus bergerak, belajar, dan mengabdi demi menjadikan IMM sebagai lokomotif perubahan yang membawa kemaslahatan bagi umat dan bangsa.

Benazir Bhutto pernah mengatakan bahwa sebuah kapal memang tampak indah saat berlabuh di dermaga. Namun, kapal tidak diciptakan hanya untuk diam di tempat, melainkan untuk mengarungi samudera dan menghadapi ombak. 

Maknanya, kita tidak dilahirkan hanya untuk berdiam diri di kampung halaman, menikmati kenyamanan bersama keluarga. Sebaliknya, kita harus berjuang dan menghadapi berbagai tantangan kehidupan, sebagaimana yang diajarkan dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM).  

Sebagai gerakan mahasiswa Islam, IMM hadir untuk membentuk kader yang tidak hanya berdiam diri dalam kenyamanan, tetapi siap berjuang demi umat dan bangsa. Dalam perjuangannya, IMM mengusung nilai intelektualitas, spiritualitas, dan humanisasi sebagai pilar utama. 

Gelombang tantangan dalam dunia akademik, sosial, dan dakwah tidak boleh menjadi penghalang, melainkan harus dihadapi dengan keberanian dan keteguhan hati. 

Seperti kapal yang mengarungi samudera, kader IMM harus siap menerjang badai perubahan demi mewujudkan masyarakat yang lebih adil, berkemajuan, dan berlandaskan nilai-nilai Islam.

Penulis merupakan Ketua bidang kader IMM Fakultas Syariah dan Hukum
ShareSendTweetShareSend

Artikel Lainnya

Whatsapp Image 2025 01 08 At 23 04
Opini

Usman Jasad : Sang Mujahid Ikatan Yang Telah Paripurna Pengabdiannya

8 Januari 2025
141
Whatsapp Image 2026 02 24 At 22 27
Opini

Ketika ‘Wajar’ Menjadi Senjata: Normalisasi Ketidakadilan dan Tumpulnya Nalar Kritis

25 Februari 2026
141
Img 20260903 Wa0000
Opini

Kampus UINAM, Ruang Militer Negara?

3 September 2026
143
Whatsapp Image 2024 12 01 At 13 18 24 70ba72e4 Copy
Opini

Pendidikan Inklusif Untuk Gen Z : Pondasi Menuju Sdgs 2030 Di Era Society 5.0

4 Desember 2024
138

Rubrik

Ekonomi & Bisnis Esai Hukum & Kriminal Olahraga & Kesehatan Opini Prosa Puisi Ragam Resensi Sosial & Politik Sosok Uncategorized
Pataka Eja

© Dari Narasi Menuju Aksi

Lebih lanjut

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Kirim Artikel

Ikuti kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • News
    • Sosial & Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Ekonomi & Bisnis
    • Olahraga & Kesehatan
    • Ragam
    • Sosok
  • Kirim Artikel

© Dari Narasi Menuju Aksi