Oleh: Lusy Rachmawati
Aku berhenti sejenak di puncak ini,
bukan karena lelah,
melainkan untuk mendengar kembali
getar hati yang sering tenggelam di tengah hiruk hari.
Angin yang berhembus pelan
membawa ketenangan yang sulit kujelaskan,
seakan memeluk pikiranku
dan berkata bahwa perlahan pun tetap sebuah langkah.
Langit yang membentang luas
mengingatkanku bahwa perjalanan ini panjang,
dan tidak semua hal yang ingin kucapai
harus kukejar dengan tergesa.
Dalam sunyi yang lembut ini,
aku memberi ruang untuk diriku sendiri,
menyusun kembali tenang,
sebelum melangkah lagi dengan hati yang lebih mantap.




