Pataka Eja
No Result
View All Result
  • Login
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • Liputan
    • Warta
    • Liputan Khusus
  • Kirim Artikel
Pataka Eja
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • Liputan
    • Warta
    • Liputan Khusus
  • Kirim Artikel
No Result
View All Result
  • Login
Pataka Eja
No Result
View All Result
Home Resensi

Hi. Serana Adreena: Potret Luka, Cinta, dan Tanggung Jawab Seorang Kakak

Pataka Eja by Pataka Eja
25 Desember 2025
in Resensi
0
Jbkhjvhjvhjv

Resensi Oleh : Lilinia Azzahra Ramadani


Novel HI. SERANA ADREENA menceritakan kisah perjuangan seorang anak sulung bernama Serana Adreena yang harus menghadapi kerasnya kehidupan setelah kedua orang tuanya meninggal dunia akibat kecelakaan. Sejak saat itu, serana yang masih duduk di bangku kelas 12 SMA harus menjadi tulang punggung keluarga, dan menghidupi kedua adik laki-lakinya yaitu, Samuel dan Sakiel. 

Serana rela mengorbankan cita-citanya untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi demi menghidupi kedua adik nya, yang semakin hari semakin bertambah karena kedua adiknya yang harus tetap bersekolah dan hidup dengan layak.

Untuk bertahan hidup, serana memutuskan untuk bekerja sebagai pelayan restoran di sebuah mall. Namun penghasilan yang pas-pasan dan kurang untuk mecukupi kebutuhan kedua adik nya, Serana mengambil keputusan untuk bekerja di tempat lain sebagai pengantar makanan. 

Pekerjaan baru ini dilakukan saat pekerjaan di restoran tersebut sudah selesai. Dua pekerjaan itu menguras tenaga juga berdampak pada kesehatannya yang terus menurun, Serana seringkali merasa tubuhnya kelelahan seperti leher pegal dan lemas, walaupun sering meminum obat untuk meredakan rasa lelahnya tersebut. Meskipun begitu, serana terus memaksakan diri untuk terus bekerja hingga larut malam dan mengorbankan waktu istirahat nya. 

Sayangnya, kondisi kesehatan Serana terus menurun sehingga berdampak pada performa kinerjanya, ia seringkali kehilangan fokus dan hal ini membawa pengaruh pada gaji nya yang berkali-kali harus terpotong akibat kelalaian nya dalam bekerja. 

Titik terendah dalam hidup Serana yaitu saat usianya menginjak 21 tahun. Dokter menyatakan bahwa Serana mengidap penyakit stroke ringan. Bagi seseorang sekuat Serana, kabar itu terasa seperti pukulan yang begitu menyakitkan. 

Serana tidak hanya harus berhenti bekerja tetapi juga dilanda kecemasan mengenai biaya kehidupan serta pendidikan kedua adiknya. Beruntung bos pemilik restoran tempat Serana bekerja mengetahui keadaannya dan memberi bantuan berupa beasiswa untuk kedua adiknya. 

Novel ini juga menyoroti dinamika hubungan antara saudara, Samuel yang sering berselisih dengan Serana perihal kebutuhan nya yang sering tidak terpenuhi, karena kendala ekonomi membuat hubungan kedua nya sedikit renggang. 

Samuel terus memaksa sang kakak untuk bisa selalu memenuhi kebutuhan nya, di tengah ketegangan antara Samuel dan Serana kehadiran si bungsu menjadi penyemangat bagi Serana dalam bekerja keras. 

Kehadiran Bastian, teman lama Serana yang kini menjadi rekan kerjanya, menambah warna baru dan menghadirkan sisi romansa yang hangat di tengah kesedihan, setelah melewati banyaknya rintangan, Serana berhasil sembuh dari penyakit stroke yang dideritanya dan hidup bahagia bersama keluarga kecilnya. 

Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan:

Menggunakan alur yang menyentuh dan realistis, alur yang mudah diikuti serta dipahami oleh pembaca, membuat pembaca tenggelam di dalam kisah yang begitu rapi, seolah-olah pembaca dapat merasakan langsung kehidupan yang dijalani oleh tokoh utama. 

Isu yang diangkat menarik dan sangat realistis dengan kondisi yang sering terjadi di masyarakat saat ini, yaitu mengenai kesehatan mental seorang anak, serta pengorbanan dalam keluarga. Tokoh utama digambarkan dengan baik, sehingga membuat pembaca yang berada di posisi sebagai anak pertama merasakan apa yang Serana rasakan. Sentuhan romansa antara Serana dan juga Bastian juga digambarkan dengan baik oleh penulis, tanpa menggeser fokus utama cerita. Dengan gaya bahasa yang ringan namun emosional, Gisela Orealine berhasil membuat para pembaca tenggelam dalam kisah perjuangan seorang kakak yang menanggung beban hidup dengan penuh cinta dan keteguhan. 

Kekurangan:

Bagian akhir cerita kurang menegangkan, konflik utama terselesaikan dengan cepat, sehingga membuat bagian akhir terasa datar. Beberapa dialog terkesan sering dipakai, hal ini membuat pembaca bisa menebak dengan mudah adegan selanjutnya yang akan terjadi di dalam cerita. Beberapa percakapan kurang natural dan sedikit kaku, terutama dibagian romansa, hal ini membuat pembaca mudah menebak alur cerita dan cerita terasa membosankan. 

Kritik dan Saran:

Novel ini sudah sangat kuat dari sisi emosi dan pesan moral, namun akan lebih menarik jika penulis menggali dan menjelaskan lebih jauh mengenai gambaran tokoh tambahan seperti Bastian, teman-teman Serana, dan kedua adik nya. Agar cerita lebih berwarna dan alur semakin seru. Selain itu, jika penulis mengeksplorasi lebih jauh tentang hubungan Serana dan Bastian akan menambah keseimbangan antara unsur keluarga dan romansa, hal ini seringkali lebih banyak menarik minat para pembaca. 

Kesimpulan dan Penilaian Umum:

Secara keseluruhan, novel HI. SERANA ADREENA karya Gisela Orealine berhasil menghadirkan kisah yang begitu menyentuh hati dan penuh makna tentang perjuangan hidup, kasih sayang serta tanggung jawab keluarga. Melalui tokoh utama, penulis menggambarkan realitas kehidupan seorang anak sulung yang harus memikul beban berat setelah kehilangan kedua orang tuanya, namun tetap harus berjuang demi menghidupi adik-adiknya agar masa depan keduanya terjamin dan hidup dengan layak. 

Dengan gaya bahasa sederhana namun emosional, cerita ini mampu menggugah empati pembaca dan membuat mereka ikut merasakan kesedihan, kelelahan, sekaligus perjuangan Serana dalam menjalani hari-harinya yang berat. Meskipun terdapat beberapa bagian yang terasa datar dan dapat diprediksi dengan mudah oleh para pembaca, tetapi pesan moral yang disampaikan tetap kuat dan membekas bagi pembaca. 

Novel ini layak dibaca oleh siapapun dari kalangan remaja usia lima belas tahun hinga dewasa, yang menyukai kisah keluarga penuh dengan nilai-nilai kemanusiaan, perjuangan, serta pengorbanan tulus. Novel HI. SERANA ADREENA bukan hanya sekedar cerita fiksi, tetapi juga sebuah cerminan nyata terutama bagi mereka yang pernah merasakan beratnya menjadi tulang punggung keluarga.

Identitas Buku

Judul             : HI. SERANA ADREENA

Pengarang    : Gisela Orealine

Penerbit        : Akad

Tahun Terbit  : 2025

Tebal             : 264 Halaman

ISBN              : 978-634-7031-04-4

Genre            : Drama Keluarga dan Inspiratif

Cetakan         : Pertama

Harga            : Rp. 99.000

ShareTweetShareSendSend

Artikel Lainnya

Nilnal Muna
Resensi

Diam, Iman, dan Perbedaan: Membaca Jobin karya Pidi Baiq

18 Desember 2025
60
Whatsapp Image 2024 09 30 At 23 35 51 0920ac8c
Resensi

Bangkitlah Gerakan Mahasiswa

6 Oktober 2024
120
As
Resensi

Resensi Buku: Filosofi Teras

14 November 2024
205
Untitled Design
Resensi

Etika Bunuh Diri dari Buku Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati

16 Desember 2025
105

Rubrik

Esai Liputan Khusus Opini Prosa Puisi Resensi Uncategorized Warta
Pataka Eja

© Dari Narasi Menuju Aksi

Lebih lanjut

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Kirim Artikel

Ikuti kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • Liputan
    • Warta
    • Liputan Khusus
  • Kirim Artikel

© Dari Narasi Menuju Aksi