Patakaeja.id – Kementerian Kehutanan melalui Direktorat Rehabilitasi Mangrove gelar sosialisasi ‘MANDARA’ (Mangrove Data Nusantara), platform data mangrove terintegrasi guna mendukung pengambilan kebijakan, penelitian, serta pelaksanaan program rehabilitasi mangrove di Indonesia. Sosialisasi dilakukan dalam forum MANDARA pada 26–27 Januari 2026 di Samarinda, Kalimantan Timur.
MANDARA menghadirkan data mangrove yang akurat, mutakhir, dan dapat diakses secara luas oleh berbagai pemangku kepentingan. Platform ini dikembangkan dengan pendekatan partisipatif, dengan menghimpun data dari kementerian dan lembaga, perguruan tinggi, hingga sumber internasional.
Penelaah Teknis Kebijakan Direktorat Rehabilitasi Mangrove Kementerian Kehutanan, Agung Rusdiatmoko, menyampaikan bahwa integrasi data menjadi kunci dalam memperkuat tata kelola rehabilitasi mangrove.
“Data mangrove sangat beragam, baik dari sisi luasan maupun sumbernya. MANDARA hadir untuk mengintegrasikan seluruh data tersebut dalam satu platform,” ujarnya.
Pengembangan MANDARA sejalan dengan misi program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) yang mengedepankan keberlanjutan, restorasi, inovasi, konservasi dan kolaborasi multipihak.
Platform ini dibangun dengan prinsip akurasi dan validasi data, berbasis fakta lapangan, multisektor, mengacu pada Peta Mangrove Nasional, serta berskala nasional.
Kegiatan sosialisasi MANDARA ini juga dirangkaikan dengan Pertimbangan Teknis Program Percepatan Rehabilitasi Mangrove M4CR Kalimantan Timur Tahun 2026.
Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan kementerian dan lembaga terkait, pemerintah daerah, Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD), akademisi, serta mitra pelaksana Program M4CR di Kalimantan Timur.
Pada kesempatan ini Asman Azis, sebagai Manajer PPIU (Provincial Project Implementing Unit) program Mangrove for Coastal Resilience (M4CR) Provinsi Kalimantan Timur menyampaikan.
“Penanaman mangrove diharapkan dapat diselesaikan sesuai dengan timeline yang telah ditetapkan dan berjalan secara efektif sesuai perencanaan. Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan kerja sama serta keterlibatan aktif seluruh pihak terkait”, ucapnya.
Pada tahun 2024, program M4CR telah melakukan rehabilitasi mangrove seluas 4.445 ha di Provinsi Kalimantan Timur. Di tahun 2025, Total Rencana Kerja (RK) rehabilitasi mangrove mencakup luasan 1.505 ha, dengan realisasi penanaman seluas 499 ha.
Sisa luasan 1.006 ha masih menunggu proses SPKS di tahun 2026 ini, termasuk 262 ha di Kabupaten Berau yang telah melalui tahapan prakondisi dan padiatapa yang akan di sahkan rancangan teknisnya.
Hingga April tahun 2026 target kumulatif penanaman mangrove di Provinsi Kalimantan Timur mencapai 8.728 ha sebagai bagian dari upaya berkelanjutan pemulihan ekosistem pesisir.




