Pataka Eja
No Result
View All Result
  • Login
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • News
    • Sosial & Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Ekonomi & Bisnis
    • Olahraga & Kesehatan
    • Ragam
    • Sosok
  • Kirim Artikel
Pataka Eja
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • News
    • Sosial & Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Ekonomi & Bisnis
    • Olahraga & Kesehatan
    • Ragam
    • Sosok
  • Kirim Artikel
No Result
View All Result
  • Login
Pataka Eja
No Result
View All Result
Home Ragam

Di Balik Antrean Haji: Bagaimana Humas Gowa Tangani Krisis Komunikasi

Pataka Eja by Pataka Eja
29 September 2026
in Ragam
0
Whatsapp Image 2026 09 29 At 18 35

Pataka Eja – Di balik antrean panjang calon jemaah dan hiruk-pikuk informasi keberangkatan, ada satu peran yang jarang terlihat tapi sangat menentukan: komunikasi krisis. Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Namira A’atifah, Andi Nabila Putri Bahtiar, dan Muh Zulfikar menelusuri bagaimana Humas Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Gowa menjaga kepercayaan masyarakat saat menghadapi persoalan-persoalan yang bisa muncul kapan saja.

Dalam wawancara langsung dengan Kepala Subbagian Tata Usaha, H. Rusli, ketiga mahasiswa tersebut mengungkap bahwa pengelolaan komunikasi dan penanganan krisis menjadi tulang punggung pelayanan publik di lembaga tersebut. Perubahan kebijakan mendadak, informasi keberangkatan yang berubah, persoalan visa, hingga keluhan jemaah adalah isu-isu yang tidak bisa diabaikan. Satu informasi yang salah atau lambat bisa memicu keresahan massal.

Humas di sini tidak hanya sekadar menyampaikan berita. Mereka dilatih mengidentifikasi isu sejak dini, merespons krisis dengan cepat, dan menjaga citra serta reputasi instansi di mata masyarakat. Keterbukaan informasi menjadi senjata utama. Penyampaian pesan yang jelas, sederhana, dan mudah dipahami diharapkan mampu memotong rantai kesalahpahaman sekaligus membendung beredarnya kabar bohong tentang penyelenggaraan haji dan umrah.

Hubungan yang baik dengan media lokal serta koordinasi intens dengan instansi di tingkat yang lebih tinggi juga menjadi bagian tak terpisahkan dari strategi ini. Komunikasi yang terarah dan konsisten memastikan masyarakat menerima informasi akurat, bukan spekulasi yang membingungkan.

Tak kalah penting adalah fase pemulihan reputasi. Setelah sebuah permasalahan terjadi, evaluasi menyeluruh, peningkatan kualitas pelayanan, dan penyampaian informasi secara transparan menjadi langkah wajib untuk membangun kembali kepercayaan jemaah.

Melalui wawancara ini, ketiga mahasiswa tidak hanya mempelajari teori komunikasi pemerintahan, tetapi juga melihat langsung betapa krusialnya komunikasi yang terbuka, responsif, dan bertanggung jawab. Karena di balik setiap jemaah yang berangkat dengan tenang, ada kerja keras Humas yang menjaga agar kepercayaan tidak pernah retak.

ShareSendTweetShareSend

Artikel Lainnya

Whatsapp Image 2025 10 10 At 21 45 42003e42
Ragam

Pelantikan Akbar IMM INTI Disaksikan Wakil Bupati dan Rektor, Siap Amalkan Trilogi Gerakan

10 Oktober 2025
Whatsapp Image 2026 09 28 At 23 52
Ragam

Mahasiswa Ilmu Komunikasi UIN Alauddin Dalami Pengelolaan Keluhan dan Reputasi di SPPG Sokkolia Bontomarannu

28 September 2026

Rubrik

Ekonomi & Bisnis Esai Hukum & Kriminal Olahraga & Kesehatan Opini Prosa Puisi Ragam Resensi Sosial & Politik Sosok Uncategorized
Pataka Eja

© Dari Narasi Menuju Aksi

Lebih lanjut

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Kirim Artikel

Ikuti kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • News
    • Sosial & Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Ekonomi & Bisnis
    • Olahraga & Kesehatan
    • Ragam
    • Sosok
  • Kirim Artikel

© Dari Narasi Menuju Aksi