Pataka Eja
No Result
View All Result
  • Login
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • News
    • Sosial & Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Ekonomi & Bisnis
    • Olahraga & Kesehatan
    • Ragam
    • Sosok
  • Kirim Artikel
Pataka Eja
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • News
    • Sosial & Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Ekonomi & Bisnis
    • Olahraga & Kesehatan
    • Ragam
    • Sosok
  • Kirim Artikel
No Result
View All Result
  • Login
Pataka Eja
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Dema UIN Alauddin Kecam PBAK yang Abaikan Lembaga Mahasiswa

Pataka Eja by Pataka Eja
31 Agustus 2025
in Uncategorized
0
Images

Pataka Eja – Makassar, 30 Agustus 2025 dengan ini menyampaikan pernyataan resmi terkait tidak dilibatkannya Dema UIN Alauddin Makassar pada Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK).

Tahun ini Kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) di UIN Alauddin Makassar menjadi sorotan tajam dari berbagai pihak, khususnya dari elemen mahasiswa. Pasalnya, pelaksanaan kegiatan yang sejatinya bertujuan memperkenalkan budaya akademik dan kehidupan kampus kepada mahasiswa baru ini tidak melibatkan lembaga kemahasiswaan sebagai bagian dari penyelenggara.

Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) adalah momentum penting untuk membangun relasi awal antara mahasiswa baru dengan lingkungan kampus, termasuk lembaga kemahasiswaan. Ketidakterlibatan DEMA UIN Alauddin Makassar, hal ini menunjukkan lemahnya komitmen kampus terhadap nilai-nilai partisipasi dan demokrasi di lingkungan akademik.

Selama ini, lembaga kemahasiswaan telah memainkan peran strategis dalam pelaksanaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK), mulai dari penyusunan materi, pengelolaan teknis kegiatan, hingga penyampaian nilai-nilai kritis kemahasiswaan. Dengan tidak dilibatkannya salah-satu lembaga kemahasiswaan tertinggi dalam kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) dikhawatirkan kehilangan esensi edukatif dan partisipatifnya.

Dan tahun ini membuktikan pimpinan sudah berani untuk tidak melibatkan salah-satu lembaga Kemahasiswaan!! yakin dan percaya tahun depan Pimpinan akan berani untuk tidak melibatkan semua lembaga kemahasiswaan!! momentum Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) akan hanya menjadi seremonial kampus yang tidak punya esensi edukatif !!!

Sebagai respons, Dema UIN Alauddin Makassar menuntut ke depannya untuk melibatkan lembaga kemahasiswaan dalam kegiatan atau keputusan pimpinan kampus dan menuntut memberikan transparansi anggaran PBAK kepada lembaga kemahasiswaan, serta mengajak elemen mahasiswa di lingkup UIN Alauddin Makassar untuk menuntut transparansi dan pelibatan yang adil dalam kegiatan-kegiatan kampus ke depannya.

Hidup Mahasiswa!

*Press Release Dewan Eksekutif Mahasiswa UIN Alauddin Makassar

ShareSendTweetShareSend

Artikel Lainnya

Cara Cek Status Desil Dtks Lewat Hp 2026 2 Menit Tabel Ha C82d85 1200x675
Uncategorized

Jangan Kaget! Status Desil Kamu Bisa Berubah, Begini Cara Cek Desil dan Manfaatnya di tahun 2026.

22 Juni 2026
Whatsapp Image 2025 01 30 At 11 36
Uncategorized

Mahasiswa KKN angkatan 76 UIN Alauddin Makassar posko 06 mengadakan Legal Counseling (Penyuluhan Hukum).

30 Januari 2025

Rubrik

Ekonomi & Bisnis Esai Hukum & Kriminal Olahraga & Kesehatan Opini Prosa Puisi Ragam Resensi Sosial & Politik Sosok Uncategorized
Pataka Eja

© Dari Narasi Menuju Aksi

Lebih lanjut

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Kirim Artikel

Ikuti kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • News
    • Sosial & Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Ekonomi & Bisnis
    • Olahraga & Kesehatan
    • Ragam
    • Sosok
  • Kirim Artikel

© Dari Narasi Menuju Aksi