Pataka Eja
No Result
View All Result
  • Login
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • Liputan
    • Warta
    • Liputan Khusus
  • Kirim Artikel
Pataka Eja
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • Liputan
    • Warta
    • Liputan Khusus
  • Kirim Artikel
No Result
View All Result
  • Login
Pataka Eja
No Result
View All Result
Home Opini

Bangun di Sepertiga Malam: Gaya Hidup Sehat dan Bernilai Ibadah

Pataka Eja by Pataka Eja
11 November 2025
in Opini
0
Whatsapp Image 2025 11 12 At 04 28

Oleh: Lintang Aurellia

Di tengah kehidupan modern yang penuh kesibukan, manusia seringkali terjebak dalam
rutinitas tanpa menyisakan waktu untuk menenangkan diri dan mendekat kepada Sang
Pencipta.

Padahal, keseimbangan antara aktivitas duniawi dan ibadah merupakan kunci utama
dalam menciptakan kehidupan yang sehat dan bermakna. Salah satu ajaran Islam yang dapat
dijadikan sebagai pola hidup sehat sekaligus sumber ketenangan batin adalah kebiasaan
bangun di sepertiga malam.

Bangun di waktu sepertiga malam bukan hanya tentang menjalankan ibadah sunnah, tetapi
juga tentang melatih disiplin, kesadaran diri, dan kepekaan spiritual. Rasulullah Saw dan para
sahabat dikenal sebagai pribadi-pribadi yang senantiasa menjaga kebiasaan ini. Dalam Al-
Qur’an, Allah SWT berfirman:

وَمِنَ ٱلَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِۦ نَافِلَةً لَّكَ عَسَىٰٓ أَن يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُودًا

“Dan pada sebagian malam hari bertahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu;
mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.”
(QS. Al-Isra:79).

Ayat ini menjadi motivasi bagi umat Islam untuk menjadikan tahajud bukan sekedar ibadah
sunnah, tetapi juga sebagai gaya hidup yang penuh nilai dan manfaat. Orang yang rutin bangun
malam biasanya memiliki kepekaan hati yang tinggi, lebih sabar, serta mampu menghadapi
kehidupan dengan ketenangan dan kebijaksanaan.

Dari sisi kesehatan, bangun di sepertiga malam memiliki manfaat yang luar biasa. Waktu
menjelang fajar merupakan saat udara paling segr dan bersih, sehingga pernapasan menjadi
lebih lega dan oksigen lebih banyak terserap oleh tubuh.

Aktivitas ringan seperti wudu dan salat juga dapat melancarkan peredaran darah, mengaktifkan otot-otot tubuh, serta membantu metabolisme. Beberapa penelitian modern bahkan menyebutkan bahwa orang yang terbiasa
bangun lebih awal memiliki sistem imun yang kuat dan jarang mengalami stres.

Selain itu, bangun malam juga menyehatkan jiwa dan pikiran. Dalam suasana sunyi dan hening,
seseorang dapat menenangkan diri, merenungi perjalanan hidup, dan berdoa tanpa gangguan.

Kegiatan ini membantu menurunkan kadar stres, mengurangi kecemasan, serta menumbuhkan
rasa syukur. Rasulullah Saw bersabda:

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ: مَنْ يَدْعُونِي، فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ، مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ

“Rabb kita turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang akhir, lalu berfirman: siapa yang
berdoa kepada-Ku, akan Aku kabulkan; siapa yang memohon ampun, akan Aku ampuni.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadist ini menunjukkan bahwa sepertiga malam adalah waktu istimewa, ketika doa-doa paling
tulus mudah dikabulkan oleh Allah SWT. Secara psikologis, keyakinan ini memberikan efek
positif bagi jiwa seseorang, menumbuhkan rasa optimis, harappan, dan kedekatan spiritual
yang mendalam.

Kebiasaan bangun di sepertiga malam juga mengajarkan keterampilan dalam mengatur waktu.
Untuk bisa bangun malam, seseorang harus tidur lebih awal dan menghindari kegiatan yang
tidak bermanfaat di malam hari, seperti bermain ponsel terlalu lama atau menonton tanpa
tujuan. Disiplin tidur ini membuat tubuh lebih segar di pagi hari dan menjaga produktivitas
sepanjang hari.

Dengan kata lain, salat malam melatih seseorang untuk hidup teratur dan
efisien, dua hal yang sangat penting dalam gaya hidup sehat dan Islami.

Lebih dari itu, waktu malam yang tenang dapat menjadi sumber kreativitas dan inspirasi.
Banyak ulama dan tokoh besar yang mendapatan ide-ide terbaik justru saat mereka bangun
malam. Keheningan malam memungkinkan pikiran bekerja lebih jernih dan fokus.

Di waktu itu pula seseorang bisa menulis jurnal, membaca Al-Qur’an, atau menyusun rencana hidup. Semua
ini merupakan bentuk produktivitas spiritual yang kreatif dan bermakna.

Gaya hidup bangun di sepertiga malam juga mencerminkan kesederhanaan. Seseorang tidak
perlu peralatan khusus, pakaian mewah, atau tempat Istimewa, cukup niat tulus dan hati yang
Ikhlas untuk beribadah. Kesederhanaan ini mengajarkan kita bahwa kebahagiaan sejati bukan
berasal dari hal-hal duniawi, tetapi dari kedekatan dengan Allah dan ketenangan batin.

Jika kebiasaan ini dijalankan dengan konsisten, bangun di sepertiga malam akan membentuk
pribadi yang kuat secara spiritual, tenang dalam menghadapi masalah, dan rendah hati dalam
kehidupan sosial.

Orang yang menjaga tahajud biasannya lebih mudah memaafkan, tidak mudah marah, dan memiliki hati yang lembut. Ia belajar menahan ego, memperbanyak doa, dan menyerahkan segala urusan kepada Allah SWT dengan penuh keyakinan.

Sesungguhnya gaya hidup Islam bukan sekadar tentang makanan halal dan pakaian sopan,
tetapi juga tentang pola hidup yang menyehatkan tubuh, menenangkan pikiran, dan
menumbuhkan kedekatan dengan Allah SWT. Bangun di sepertiga malam bukan sekadar ritual
ibadah, melainkan cermin kehidupan seorang muslim yang sejati, hidup yang seimbang antara
dunia dan akhirat, sehat secara lahir dan batin, serta senantiasa berda dalam kasing sayng Allah
SWT.

Maka dari itu, mari kita jadikan bangun di sepertiga malam sebagai bagian dari gaya hidup
sehat dan bernilai ibadah. Mulai dari langkah kecil, yaitu tidur lebih awal, niat yang kuat, dan
alarm sederhana. Jika dilakukan terus-menerus, Allah SWT akan memudahkan jalan kita untuk
itiqamah.

*Penulis merupakan mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret
ShareTweetShareSendSend

Artikel Lainnya

Whatsapp Image 2025 09 06 At 23 12
Opini

Kita Tak Berhak Membenci Seekor Anjing

6 Juli 2024
221
Whatsapp Image 2026 01 31 At 21 01
Opini

Dehumanisasi: Saat Kita Lebih Memilih Algoritma demi Menghindari Dosa Sesama

31 Januari 2026
46
Whatsapp Image 2026 01 18 At 23 01 51dnjsfb
Opini

Wacana Pilkada oleh DPRD: Rakyat Hanya Pajangan Demokrasi?

19 Januari 2026
61
Img 20250501
Opini

Di Lautan Perang Tarif Antara AS dan China, Akankah Indonesia Tenggelam atau Belajar Lebih Jauh?

1 Mei 2025
96

Rubrik

Esai Liputan Khusus Opini Prosa Puisi Resensi Uncategorized Warta
Pataka Eja

© Dari Narasi Menuju Aksi

Lebih lanjut

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Kirim Artikel

Ikuti kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • Liputan
    • Warta
    • Liputan Khusus
  • Kirim Artikel

© Dari Narasi Menuju Aksi