Pataka Eja
No Result
View All Result
  • Login
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • Liputan
    • Warta
    • Liputan Khusus
  • Kirim Artikel
Pataka Eja
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • Liputan
    • Warta
    • Liputan Khusus
  • Kirim Artikel
No Result
View All Result
  • Login
Pataka Eja
No Result
View All Result
Home Opini

Avatar Fire and Ash: Neytiri sebagai Simbol Etika Perawatan (Ethics of Care)

Pataka Eja by Pataka Eja
25 Desember 2025
in Opini
0
1999inji

Neytiri te Tskaha Mo'at'ite, juga dikenal sebagai Neytiri Sully, adalah karakter fiksi dalam serial film Avatar, yang dibuat oleh James Cameron.

Oleh : Nurafni


Setelah penantian panjang, kisah bangsa Na’vi akhirnya berlanjut melalui Avatar Fire and Ash, film ketiga dari semesta Avatar garapan James Cameron. Film ini menjadi titik balik yang sarat emosi dan perlawanan bangsa Na’vi terhadap bangsa langit yang terus membawa ancaman kehancuran bagi Pandora.

Avatar Fire and Ash melanjutkan kisah keluarga Jake Sully pasca tragedi dalam Avatar The Way of Water. Duka atas kematian Neteyam masih membekas dan meninggalkan luka mendalam dalam kehidupan mereka. Trauma tersebut memicu konflik batin di antara anggota keluarga. Neytiri menjadi lebih pendiam dan dipenuhi amarah, sementara Jake Sully, meski dikenal sebagai Toruk Makto, justru bergulat dengan perasaan gagal melindungi keluarganya.

Demi mencegah konflik yang kian meluas, Jake memutuskan memindahkan Spider dan membawa keluarganya bergabung dengan klan Tlalim, kelompok wind traders yang hidup nomaden dan menggantungkan hidup pada perdagangan menggunakan kendaraan terbang.

Jake berjanji melindungi klan tersebut dari ancaman para perampok. Namun ancaman itu benar-benar datang dari klan Mangkwan atau Ash People (kelompok Na’vi brutal) yang memuja api sebagai simbol kekuatan dan dominasi. Dipimpin oleh Varang, seorang tsahik ahli api, Mangkwan melancarkan serangan dahsyat yang tidak hanya memecah keluarga Sully, tetapi juga menyeret Pandora ke dalam konflik baru yang lebih gelap.

Film ini menampilkan sisi Pandora yang penuh luka, konflik emosional, dan pertarungan brutal. Namun tulisan ini tidak bertujuan mengulas seluruh alur cerita film. Fokus utama justru diarahkan pada sosok perempuan: Neytiri yang merupakan seorang ibu, istri, sekaligus pejuang sebagai representasikan simbol etika perawatan (ethics of care) dalam situasi krisis dan kekerasan.

Peran kompleks Neytiri tidak dapat dilepaskan dari berbagai konflik emosional dan fisik yang ia alami. Ia adalah seorang ibu yang baru saja kehilangan anaknya, namun tetap berusaha berdiri tegak demi keluarganya. Ia juga seorang istri yang setia mendampingi Jake Sully dalam keadaan apapun, tanpa menanggalkan keberanian dan prinsip moralnya. Dalam diam dan amarahnya, Neytiri tidak pernah meninggalkan Jake untuk berjuang sendirian.

Neytiri juga digambarkan sebagai perempuan dengan peran multi peran yang sentral. Ia merawat anak-anaknya dengan kasih sayang yang konsisten, bahkan dalam kondisi paling rapuh. Dalam salah satu adegan, Neytiri yang sedang terluka tetap memaksakan diri memastikan keselamatan anak-anak dan suaminya. Adegan ini menjadi penegasan bahwa perawatan bukanlah tanda kelemahan, melainkan bentuk keberanian etis. Sebuah komitmen untuk melindungi kehidupan, bahkan dengan mengorbankan diri sendiri.

Dalam konteks ethics of care, tindakan Neytiri menunjukkan bahwa etika tidak selalu lahir dari aturan atau kekuasaan, melainkan dari relasi, empati, dan tanggung jawab terhadap sesama. Di tengah dunia yang dipenuhi api, kehancuran, dan logika dominasi, Neytiri menghadirkan wajah perlawanan yang berbeda: perlawanan yang berakar pada kasih, keterhubungan, dan keberanian merawat kehidupan.

Dalam kerangka ethics of care yang diperkenalkan oleh Carol Gilligan, etika tidak dipahami sebagai seperangkat aturan abstrak atau prinsip universal yang kaku, melainkan sebagai tanggung jawab moral yang tumbuh dari relasi, empati, dan kepedulian terhadap orang lain.

Gilligan mengkritik etika dominan yang selama ini berakar pada logika keadilan dan otonomi individual yang kerap maskulin dan hierarkis karena mengabaikan dimensi pengalaman, emosi, serta keterikatan manusia. Ethics of care menempatkan perhatian pada konteks konkret kehidupan, di mana keputusan moral lahir dari upaya merawat, melindungi, dan mempertahankan hubungan, terutama dalam situasi rentan dan penuh krisis. Dalam perspektif ini, merawat bukanlah tindakan pasif, melainkan praktik etis yang aktif dan politis, karena menolak logika dominasi dan menegaskan keberpihakan pada keberlanjutan kehidupan.

Neytiri dalam Avatar: Fire and Ash, tidak hanya hadir sebagai tokoh fiksi dalam semesta Pandora, tetapi sebagai cermin bagi realitas ekologis yang tengah kita hadapi hari ini. Di tengah krisis iklim, eksploitasi sumber daya dan kekerasan terhadap alam yang terus berulang, dunia modern justru lebih sering mengedepankan logika dominasi ketimbang perawatan.

Neytiri mengajarkan bahwa keberanian sejati bukan semata kemampuan menaklukkan, melainkan kesediaan untuk merawat, melindungi, dan bertahan bersama kehidupan yang rapuh. Etika perawatan yang ia perlihatkan melalui cinta, empati, dan tanggung jawab relasional menjadi tawaran etis bagi dunia yang sedang kehilangan arah moral ekologisnya. Dalam konteks krisis hari ini, sikap Neytiri mengingatkan kita bahwa menyelamatkan bumi tidak cukup dengan teknologi dan kekuasaan, tetapi menuntut perubahan cara pandang dari menguasai alam menuju merawat kehidupan.


Whatsapp Image 2025 12 25 At 17 19
Potret Nurafni yang merupakan Ketua Umum PC IMM Gowa

 

ShareTweetShareSendSend

Artikel Lainnya

Whatsapp Image 2026 02 04 At 11 30
Opini

Penggunaan Google Form dalam Ujian Semester: Mempermudah Evaluasi atau Memfasilitasi Kecurangan?

4 Februari 2026
194
Img 20251028 Wa0013
Opini

Ketika Semangat 1928 Bertemu Gelombang Demonstrasi 2025

28 Oktober 2025
111
Hasil Template Brave Pink Hero Green Yang Tengah Viral Rtxq Large
Opini

Brave Pink: apakah sekedar fomo-fomo belaka?

4 September 2025
101
Whatsapp Image 2025 01 27 At 14 35 41 Copy
Opini

Nepotisme di Organisasi Mahasiswa: Ancaman bagi Integritas

27 Januari 2025
158

Rubrik

Esai Liputan Khusus Opini Prosa Puisi Resensi Uncategorized Warta
Pataka Eja

© Dari Narasi Menuju Aksi

Lebih lanjut

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Kirim Artikel

Ikuti kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • Liputan
    • Warta
    • Liputan Khusus
  • Kirim Artikel

© Dari Narasi Menuju Aksi