Oleh: Caca
Aku menuliskan ini dari jauh,
dengan dada yang penuh getar,
bukan karena aku ikut berjalan bersama kalian,
tapi karena cintaku tertambat pada langkah-langkahmu.
Kalian yang berdiri di Bara Barayya,
dengan wajah berpeluh dan hati menyala,
adalah nyawa yang menjaga hak hidupnya sendiri,
adalah cahaya yang mengingatkanku
tentang arti keberanian.
Aku tidak hadir di barisan kalian,
tidak merasakan gas,
tidak menegakkan spanduk di jalan,
namun percayalah,
hatiku ada di tengah lingkar kalian,
berdoa agar peluru tak menyapa,
agar cinta tetap lebih keras dari segala kekerasan.
Kalian berjuang,
sementara aku menulis dan merawat resahku,
mengirim doa, mengirim kasih,
mengirim keyakinan
bahwa perjuangan ini bukan sia-sia.
Maka izinkan aku mencintai kalian
dengan caraku,
menyebut nama kalian dalam setiap bait,
membalut luka dengan kata-kata,
menyalakan bara dengan doa,
atas nama cinta,
cinta untuk Bara Barayya,
dan untuk jiwa-jiwa yang tak gentar mempertahankannya.




