Patakaeja.id – BONE, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Muslim Indonesia (UMI) sukses melaksanakan kegiatan bertajuk “Workshop Public Speaking Islami dan Lomba MC bagi Siswa: Membangun Kepercayaan Diri Remaja di Era Digital” di Madrasah Aliyah (MA) Al-Amin, Yayasan Pendidikan Al-Urwatul Wutsqa, Kelurahan Palattae, Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone, pada 6–7 Desember.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kepercayaan diri, keterampilan berbicara di depan umum (public speaking), serta kemampuan komunikasi dakwah Islami di kalangan pelajar. Melalui kegiatan ini, para siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan teoritis, tetapi juga kesempatan untuk mengembangkan keterampilan komunikasi melalui praktik dan kompetisi.
Tim PKM UMI dipimpin oleh Dr. Andi Hasriani, S.Ag., M.Ag. selaku ketua tim, dengan anggota Syamsuriah, S.Ag., M.Ag. dan Dra. St. Samsuduha, M.A.
Rangkaian kegiatan selama dua hari ini menghadirkan sejumlah pemateri dengan kompetensi di bidang komunikasi, pendidikan, dan dakwah. Dr. Andi Hasriani, S.Ag., M.Ag. membawakan materi tentang Membangun Kepercayaan Diri di Era Digital. Dalam pemaparannya, siswa diajak mengenali potensi diri, mengatasi rasa gugup, serta membangun keberanian untuk menyampaikan gagasan di hadapan publik.

Selanjutnya, Nur Athirah, mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, menyampaikan materi mengenai Teknik dan Keterampilan Public Speaking. Materi ini memperkenalkan berbagai teknik dasar berbicara di depan umum, mulai dari penguasaan vokal, artikulasi, intonasi, bahasa tubuh, hingga kemampuan menyampaikan pesan secara efektif dan menarik.
Sementara itu, Abdul Wazib, S.Sos., M.Sos., dosen Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam UMI, membawakan materi Etika, Literasi, dan Tanggung Jawab Berdakwah di Media Sosial. Dalam sesi ini, siswa diajak memahami pentingnya literasi media, verifikasi informasi, serta tanggung jawab dalam memproduksi dan menyebarkan konten keagamaan di ruang digital.
Materi berikutnya disampaikan oleh Dr. Andi Panduppai, S.Ag., M.Sc. dengan tema Keterampilan Dakwah di Era Digital. Pemaparan ini memberikan wawasan kepada siswa mengenai peluang pemanfaatan teknologi dan berbagai platform digital untuk menyampaikan pesan-pesan keislaman secara kreatif, komunikatif, dan relevan dengan kehidupan generasi muda.
Tidak hanya berisi penyampaian materi, kegiatan ini juga diramaikan dengan Lomba Master of Ceremony (MC) dan Lomba Kultum yang diikuti oleh siswa MA Al-Amin. Kedua lomba tersebut menjadi ruang praktik bagi peserta untuk mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama workshop.
Melalui lomba MC, siswa ditantang menunjukkan kemampuan memandu acara, mengelola suasana, serta berkomunikasi secara percaya diri di hadapan audiens. Sementara itu, lomba kultum menjadi wadah bagi siswa untuk melatih kemampuan menyampaikan pesan-pesan keagamaan secara singkat, sistematis, dan persuasif.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang rangkaian kegiatan. Para siswa tidak hanya aktif mengikuti sesi pemaparan materi, tetapi juga menunjukkan keberanian untuk tampil dan berkompetisi dalam lomba MC maupun kultum.
Salah seorang siswa peserta workshop mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman baru dalam meningkatkan keberanian berbicara di depan umum.
“Workshop ini sangat bermanfaat bagi kami. Sebelumnya, saya sering merasa gugup dan kurang percaya diri ketika harus berbicara di depan banyak orang. Melalui kegiatan ini, saya belajar bagaimana berbicara dengan baik, mengatur intonasi suara, dan menyampaikan pesan secara percaya diri. Saya juga semakin memahami bahwa media digital bisa dimanfaatkan sebagai sarana untuk menyebarkan hal-hal positif dan pesan dakwah Islam,” ungkapnya.
Dari pihak sekolah, salah seorang guru MA Al-Amin menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan yang dinilai memberikan manfaat langsung bagi pengembangan potensi siswa.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh Tim PKM Universitas Muslim Indonesia. Kegiatan ini memberikan pengalaman dan pengetahuan baru bagi siswa kami, khususnya dalam meningkatkan kepercayaan diri, keterampilan berbicara di depan umum, dan kemampuan berdakwah. Materi yang diberikan juga sangat relevan dengan kebutuhan generasi muda saat ini, terutama dalam menghadapi perkembangan media digital,” ujarnya.
Ia juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan.
“Kegiatan ini menjadi kesempatan yang sangat baik bagi siswa MA Al-Amin untuk mengembangkan potensi diri. Kami melihat bahwa siswa membutuhkan ruang dan pendampingan untuk berani tampil, menyampaikan gagasan, serta mengembangkan bakat mereka. Kami berharap kerjasama dengan Universitas Muslim Indonesia dapat terus berlanjut melalui kegiatan-kegiatan edukatif yang memberikan manfaat langsung bagi peserta didik,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, Tim PKM Universitas Muslim Indonesia berharap siswa MA Al-Amin dapat tumbuh menjadi generasi muda yang percaya diri, komunikatif, memiliki pemahaman keagamaan yang baik, serta mampu memanfaatkan media digital secara positif dan bertanggung jawab.

Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud kontribusi Universitas Muslim Indonesia dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, melalui penguatan kapasitas generasi muda di bidang komunikasi, literasi media, dan dakwah Islam.


