Pataka Eja
No Result
View All Result
  • Login
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • News
    • Sosial & Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Ekonomi & Bisnis
    • Olahraga & Kesehatan
    • Ragam
    • Sosok
  • Kirim Artikel
Pataka Eja
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • News
    • Sosial & Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Ekonomi & Bisnis
    • Olahraga & Kesehatan
    • Ragam
    • Sosok
  • Kirim Artikel
No Result
View All Result
  • Login
Pataka Eja
No Result
View All Result
Home Ragam

Dikenal sebagai Creativepreneur, Rijal Djamal Dituding Gunakan Empat Desain Karya Mantan Driver Tanpa Izin untuk Wajubae

Pataka Eja by Pataka Eja
5 November 2026
in Ragam
0
Baju Yg Kita Pakai Itu Merepresentasikan Diri Ataupun Suara Hati Pemakainya Banyak Artikel Lain

Dok. IG @rijalsystem

Gowa, Pataka Eja — Penghargaan terhadap karya dan kreativitas menjadi salah satu fondasi penting dalam ekosistem ekonomi kreatif.

Namun, prinsip tersebut kini menjadi sorotan setelah Muh. Rijal Djamal, seorang content creator, public speaker, creativepreneur, sekaligus disebut sebagai founder brand pakaian Wajubae, dituding menggunakan empat desain karya mantan pengemudi sekaligus personal assistant (PA)-nya tanpa izin dan kesepakatan penggunaan.

Persoalan ini mencuat ke ruang publik setelah Anugrah Anantha mengungkapkan keberatannya melalui akun Instagram pribadi. Ia mengunggah rangkaian kronologi, upaya komunikasi dengan pihak Rijal, hingga surat somasi yang ditujukan kepada founder Wajubae tersebut.

Dalam salah satu unggahannya pada Selasa (3/11/2026), Anugrah menyindir sikap Rijal yang menurutnya kerap berbicara mengenai attitude di hadapan banyak orang, tetapi justru tidak menunjukkan respons ketika persoalan tersebut hendak diselesaikan.

“Selalu berbicara tentang attitude di ribuan orang, tapi see, kali NOL. Anda mempunyai nama besar, Anda seorang influencer, baru begini ji kamu menghindar,” tulis Anugrah melalui akun Instagram-nya.

Di balik unggahan tersebut, Anugrah mengaku pernah bekerja sebagai pengemudi sekaligus PA Rijal sejak awal Juni hingga akhir Agustus 2026. Selama bekerja, ia menyebut sempat ditawari untuk ikut mengelola kembali Wajubae, brand pakaian yang saat itu disebut sedang vakum.

Hal tersebut disampaikan Anugrah saat diwawancarai Pataka Eja melalui sambungan telepon WhatsApp, Kamis (5/11/2026).

“Beberapa bulan bekerja, saya ditawari sama Rijal, mau tidak kau kelola ini Wajubae. Ini brand-nya yang vakum. Yang ditawari itu dua orang, saya bagian teknis desain,” ungkap Anugrah.

Tawaran tersebut kemudian membuat Anugrah mulai mengerjakan desain pakaian untuk Wajubae. Ia mengaku telah menyerahkan lima desain kepada Rijal dan seluruhnya mendapat persetujuan.

Whatsapp Image 2026 11 05 At 19 35 08
Anugrah Anantha saat mengerjakan desain Wajubae, 20 Agustus 2026.

Namun, persetujuan terhadap desain tersebut disebut tidak berlanjut menjadi kesepakatan kerja sama maupun kesepakatan penggunaan desain.

“Desainnya disetujui. Jadi barang ini sempat menggantung karena desainnya sudah difiks-kan, tapi belum rilis. Terus, tidak ada kesepakatan lebih lanjut terkait kerja sama clothing-an ini. Jadi sebatas saya mendesain, disetujui, dan diwacanakan rilis,” jelasnya.

Anugrah menegaskan keterlibatannya hanya sebatas mengerjakan desain. Ia mengaku tidak pernah terikat secara struktural maupun memiliki bagian kepemilikan dalam Wajubae.

Persoalan mulai muncul setelah Anugrah mengundurkan diri dari pekerjaannya karena persoalan pribadi. Setelah itu, Rijal disebut sempat menghubunginya untuk membicarakan file desain yang pernah dibuatnya.

Dalam komunikasi tersebut, Anugrah mengaku telah menyampaikan bahwa desain itu merupakan hasil karyanya dan penggunaannya harus melalui kesepakatan pembelian.

“Saya bilang, itukan cuma di-ACC saja, desain itu saya yang buat. Kalau Rijal mau pakai, yah suruh beli lah. Saya patok Rp250 ribu per desain. Itu di bulan Agustus saya sampaikan,” tuturnya.

Namun, menurut Anugrah, tidak ada lagi pembicaraan lanjutan mengenai pembelian desain tersebut. Ia pun mengira desain yang dibuatnya tidak jadi digunakan karena tidak ada kabar dari pihak Wajubae.

Dua bulan berselang, Wajubae kembali diperkenalkan ke publik. Melalui unggahan kolaborasi akun Instagram @wajubae dan @rijalsystem pada 28 Oktober 2026, brand tersebut mengumumkan peluncuran resminya.

Dalam unggahan tersebut, Wajubae memperkenalkan produk kaus dengan slogan, “Kaos yang bicara sebelum kamu sempat buka mulut.”

“WAJUBAE — RESMI DILUNCURKAN,” demikian keterangan dalam unggahan tersebut.

Anugrah mengaku awalnya mengira produk yang diluncurkan menggunakan desain baru. Namun, setelah memperhatikan lebih jauh, ia mengaku menemukan empat dari lima desain yang pernah dibuatnya digunakan dalam koleksi Wajubae.

“Tanggal 28 Oktober saya lihat rilis Wajubae. Saya berpikir mungkin mereka pakai desain lain. Tapi keesokan harinya, saya baru sadar ternyata desain saya yang dipakai. Empat dari lima desain yang dirilis itu desain saya. Tanpa ada izin, komunikasi, maupun kesepakatan dari saya yang membuat desain,” ungkapnya.

Mengetahui desain tersebut digunakan, Anugrah mengaku berupaya menghubungi Rijal melalui pesan langsung atau DM media sosial. Namun, menurut pengakuannya, pesan tersebut tidak mendapat respons.

Ia juga mencoba menghubungi salah seorang karyawan Wajubae untuk meminta bantuan menjembatani pertemuan dengan Rijal. Namun, karyawan tersebut disebut mengaku tidak mengetahui persoalan desain yang dipermasalahkan dan mengarahkannya untuk menghubungi Rijal secara langsung.

Tidak berhenti di situ, Anugrah kemudian menempuh langkah lebih lanjut dengan mengirimkan surat somasi kepada Rijal. Surat tersebut juga ia tampilkan melalui akun media sosial pribadinya sebagai bagian dari upaya meminta penyelesaian atas penggunaan desain yang dipersoalkan.

Bagi Anugrah, persoalan ini bukan semata-mata mengenai nominal Rp250 ribu per desain. Ia mempersoalkan penggunaan karya yang menurut pengakuannya telah dibuat dan diserahkan kepada Rijal, tetapi kemudian muncul dalam produk komersial tanpa adanya izin maupun kesepakatan penggunaan.

Anugrah berharap Rijal menunjukkan itikad baik untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Ia juga menginginkan Rijal mengakui bahwa empat desain yang dipersoalkan merupakan karyanya dan telah digunakan tanpa izin.

Menurutnya, pengakuan dan penyelesaian secara baik-baik menjadi hal yang diharapkan setelah berbagai upaya komunikasi yang telah dilakukan.

Persoalan ini sekaligus memunculkan pertanyaan mengenai penghargaan terhadap karya dalam ekosistem ekonomi kreatif. Sebagai seorang creativepreneur yang membangun brand di industri pakaian, Rijal tidak hanya berhadapan dengan persoalan bisnis, tetapi juga tudingan yang menyentuh aspek penghargaan terhadap kreativitas dan kontribusi orang lain.

Sebab, ekonomi kreatif tidak cukup hanya berbicara tentang kemampuan menciptakan ide, membangun merek, dan memasarkan produk. Penghormatan terhadap karya serta hak para penciptanya juga menjadi bagian penting dari ekosistem tersebut.

Hingga wawancara dengan Pataka Eja pada 5 November 2026, Anugrah mengaku belum memperoleh penyelesaian atas persoalan tersebut.

Pataka Eja telah berupaya meminta konfirmasi kepada Rijal Djamal melalui pesan langsung (DM) Instagram pribadi yang bersangkutan terkait tudingan tersebut, Kamis (5/11/2026).

Namun, hingga berita ini diterbitkan, pesan yang dikirimkan belum mendapat tanggapan

Pataka Eja membuka ruang klarifikasi dan hak jawab kepada Rijal Djamal atas seluruh tudingan yang dialamatkan kepadanya.

ShareSendTweetShareSend

Artikel Lainnya

111
Ragam

M4CR PPIU Kalimantan Timur Sukses Gelar Sekolah Lapang Rehabilitasi Mangrove di Kutai Kartanegara

13 Desember 2025
Gemini Generated Image 1vnl8i1vnl8i1vnl
Ragam

Layanan Uji Berkala Kendaraan Akan Dihentikan Sementara Mulai 14 Januari 2026

14 Januari 2026

Rubrik

Ekonomi & Bisnis Esai Hukum & Kriminal Olahraga & Kesehatan Opini Prosa Puisi Ragam Resensi Sosial & Politik Sosok Uncategorized
Pataka Eja

© Dari Narasi Menuju Aksi

Lebih lanjut

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Kirim Artikel

Ikuti kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • News
    • Sosial & Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Ekonomi & Bisnis
    • Olahraga & Kesehatan
    • Ragam
    • Sosok
  • Kirim Artikel

© Dari Narasi Menuju Aksi