Wajo, Pataka Eja — Deklarasi Stop Perkawinan Anak menjadi salah satu agenda penting dalam puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 tingkat Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, yang digelar di Hotel Sermani, Kamis (15/10/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan” tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komitmen pemerintah, keluarga, dan masyarakat dalam memenuhi hak anak serta menciptakan lingkungan yang aman bagi tumbuh kembang generasi muda.
Puncak HAN ke-42 ini diselenggarakan Forum Anak Tomaradeka Kabupaten Wajo di bawah naungan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DINSOSP2KBP3A).
Salah satu agenda yang mendapat perhatian ialah pembacaan Suara Anak Kabupaten Wajo yang dirangkaikan dengan Deklarasi Stop Perkawinan Anak. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong kepedulian terhadap hak anak sekaligus memperkuat kesadaran mengenai pentingnya perlindungan anak.
Acara tersebut dihadiri lebih dari 200 peserta dan undangan, terdiri atas perwakilan anak dari jenjang TK, SD, SMP, SMA/SMK, MTs, MA, Sekolah Rakyat hingga SLB. Hadir pula guru pendamping, orang tua, perangkat daerah, serta TP PKK tingkat kabupaten dan kecamatan.
Turut hadir Ketua TP PKK Kabupaten Wajo, Hj. Fatmawati Andi Rosman, S.E., M.M., serta perwakilan mitra, di antaranya Bank Sulselbar Cabang Sengkang dan Energi Equity Epic Sengkang.
Ketua Panitia Pelaksana, Muhammad Afwan Abrar Th, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk peduli terhadap pemenuhan hak dan perlindungan anak.
Selain menjadi ruang bagi anak untuk menyampaikan aspirasi dan menampilkan karya secara positif, kegiatan ini juga bertujuan mengedukasi anak agar berani menjadi pelopor dan pelapor.
“Anak adalah aset terbesar bangsa dan penentu masa depan Kabupaten Wajo,” ujarnya.
Sekretaris Daerah Kabupaten Wajo, Ir. Armayani, M.Si., yang mewakili Bupati Wajo, membuka kegiatan secara resmi. Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama melindungi anak dan memenuhi hak-hak mereka.
Puncak HAN ke-42 tersebut merupakan penutup dari sejumlah kegiatan yang telah dilaksanakan sebelumnya, yakni Sehari Bersama Sekolah Rakyat, Webinar Kampanye Hak Anak yang dirangkaikan dengan lomba poster, Live with Duta Anak Kabupaten Wajo 2026, serta Festival Budaya Anak Wajo.
Festival tersebut menghadirkan tiga cabang perlombaan, yaitu fashion show tingkat TK, mendongeng tingkat SD, dan tari kreasi tingkat SMP.
Pada acara puncak, panitia menyerahkan hadiah kepada para pemenang lomba poster kampanye perlindungan anak dan Festival Budaya Anak Wajo. Para juara pertama dari setiap cabang juga kembali tampil di panggung, yakni perwakilan TK Ainun Pribadi dalam fashion show, SDN 90 Pammana untuk lomba mendongeng, serta SMP Negeri 6 Sengkang dalam tari kreasi.
Kegiatan turut diisi dengan persembahan siswa UPT SLB Negeri 1 Wajo dan orasi Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak DINSOSP2KBP3A, Andi Beri Gau, S.ST., M.A.P., bertajuk “Suara untuk Anak, Aksi untuk Masa Depan”.
Dalam kesempatan tersebut, bantuan susu kotak dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) diserahkan kepada anak-anak penerima di 14 kecamatan dengan prevalensi stunting.
Penyerahan Kartu Identitas Anak (KIA) juga dilakukan kepada perwakilan siswa SMP Negeri 5 Sajoanging.
Selain itu, kegiatan menghadirkan pemaparan materi dari Hj. Fatmawati Andi Rosman selaku Bunda Forum Anak, Ketua Pusat Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) Kabupaten Wajo, Muhammad Mursyidin Arif, S.Sos., M.Si., serta perwakilan Forum Anak Tomaradeka, Muhammad Afwan Abrar Th.
Bunga turut dibagikan kepada peserta dan undangan sebagai simbol kasih sayang kepada anak.
Melalui peringatan HAN ke-42 ini, seluruh unsur pemerintah, keluarga, dan masyarakat diharapkan semakin memperkuat komitmen dalam menjamin pemenuhan hak anak dan mencegah praktik yang dapat menghambat tumbuh kembang mereka.
Upaya perlindungan anak diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berlanjut melalui langkah nyata untuk mewujudkan lingkungan yang aman, mendukung partisipasi anak, serta memberikan kesempatan bagi generasi muda Kabupaten Wajo untuk tumbuh sehat dan meraih masa depan yang lebih baik.


