Pataka Eja
No Result
View All Result
  • Login
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • News
    • Sosial & Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Ekonomi & Bisnis
    • Olahraga & Kesehatan
    • Ragam
    • Sosok
  • Kirim Artikel
Pataka Eja
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • News
    • Sosial & Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Ekonomi & Bisnis
    • Olahraga & Kesehatan
    • Ragam
    • Sosok
  • Kirim Artikel
No Result
View All Result
  • Login
Pataka Eja
No Result
View All Result
Home Olahraga & Kesehatan

Dua Legenda di Ujung Karier: Messi ‘Dirayakan’, Ronaldo Sibuk ‘Klarifikasi’

Renaldy Pratama by Renaldy Pratama
7 Oktober 2026
in Olahraga & Kesehatan
0
Whatsapp Image 2026 10 07 At 16 25

Gowa, Pataka Eja — Lionel Messi mengakhiri perjalanan panjangnya bersama Timnas Argentina dengan gol, dua assist, sorak-sorai, dan air mata haru puluhan ribu suporter.

Pada pekan yang sama, Cristiano Ronaldo justru harus membuka suara untuk menjelaskan mengapa ia meninggalkan kamp latihan Portugal di tengah perselisihan dengan pelatih Jorge Jesus.

Dua legenda sepak bola itu sama-sama berada di penghujung perjalanan internasional. Namun, panggung yang mereka dapatkan berbeda jauh: Messi dirayakan ketika mengucapkan selamat tinggal, sementara Ronaldo masih harus melakukan klarifikasi ketika masa depannya bersama Portugal dipertanyakan.

Messi menutup karier internasionalnya dalam suasana penuh penghormatan di Stadion Monumental, Buenos Aires. Dalam laga persahabatan melawan Benin, Rabu (7/10/2026) WIB, Argentina menang 3-0.

La Pulga menjadi aktor utama. Ia mencetak satu gol dan memberikan dua assist dalam pertandingan terakhirnya bersama Argentina.

Sekitar 85 ribu penonton memadati Monumental untuk menyaksikan bab terakhir perjalanan Messi bersama La Albiceleste. Pertandingan bahkan dihentikan pada menit ke-10 untuk memberikan penghormatan kepada sang kapten.

Setelah pertandingan, Messi berdiri di tengah lapangan dan berbicara kepada para suporter dalam suasana penuh emosi.

“Ini merupakan kebanggaan besar bagi saya bisa mengenakan seragam ini selama lebih dari 20 tahun,” kata Messi.

Ia kemudian mengungkapkan betapa beratnya meninggalkan Argentina.

“Tidak datang lagi akan sangat menyakitkan. Saya ingin terus datang seumur hidup saya, karena bermain untuk Argentina adalah hal terindah yang bisa dialami seorang pemain.”

Kalimat itu merangkum perjalanan panjang Messi bersama Argentina.

Debutnya pada 2005 justru berakhir tragis. Baru masuk sebagai pemain pengganti melawan Hungaria, Messi mendapat kartu merah kurang dari dua menit kemudian.

Setelah itu, ia harus melewati periode panjang penuh tekanan. Argentina kalah di tiga final beruntun, yakni Piala Dunia 2014, Copa América 2015, dan Copa América Centenario 2016.

Frustrasi tersebut bahkan membuat Messi sempat menyatakan pensiun dari tim nasional pada 2016.

Namun, ia kembali. Dan keputusan itu mengubah akhir ceritanya.

Messi kemudian membawa Argentina meraih Copa América 2021, Finalissima 2022, Piala Dunia 2022, dan Copa América 2024.

Kini, ia pergi sebagai pencetak gol terbanyak Argentina dengan 126 gol dari 208 pertandingan, sekaligus pemain yang telah memberikan negaranya gelar Piala Dunia yang selama bertahun-tahun menjadi tuntutan publik.

Pesan terakhirnya pun bukan tentang dirinya sendiri.

“Kita harus membangun tim yang kuat dan bersatu karena ada orang-orang yang ingin melihat tim ini gagal, dan kita tidak boleh memberi mereka kepuasan itu,” ujar Messi.

Ronaldo: Belum Ingin Mengucapkan Selamat Tinggal

Jika Messi mengucapkan salam perpisahan, Ronaldo justru sedang menjelaskan mengapa dirinya pergi.

Kapten Portugal berusia 41 tahun itu meninggalkan kamp latihan tim nasional menjelang pertandingan melawan Denmark di UEFA Nations League 2026/27.

Dalam pernyataan panjangnya, Ronaldo mengungkap versinya mengenai perselisihan dengan Jorge Jesus.

Persoalan bermula dari rencana menit bermain yang sebelumnya dibicarakan. Ronaldo mengaku Jesus sempat menyusun rencana terkait penampilannya dan kemudian meminta dirinya bersiap bermain 30 menit melawan Norwegia.

Ronaldo melakukan pemanasan sejak turun minum. Namun, ia tidak pernah dimainkan.

“Pelatih telah mengingkari janjinya,” kata Ronaldo dalam pernyataannya.

Menurut Ronaldo, masalah tersebut kemudian berkembang setelah pertemuan dengan Jesus. Ia mengklaim telah ada kesepakatan agar pelatih menjelaskan situasi tersebut secara terbuka dalam konferensi pers.

Namun, menurut versinya, kesepakatan itu kembali tidak berjalan.

“Ini adalah kali kedua ia mengingkari janjinya,” ujar Ronaldo.

Ia kemudian memilih meninggalkan kamp latihan.

Menariknya, Ronaldo tidak berusaha melepaskan diri dari tanggung jawab. Ia meminta maaf kepada rekan-rekan setim dan publik Portugal karena meninggalkan kamp.

Bahkan, ia meminta federasi memberikan hukuman tanpa keringanan.

“Saya bukan sekadar pemain biasa; saya adalah kapten tim,” kata Ronaldo.

Namun, satu hal yang membedakan dirinya dari Messi pada pekan ini adalah: Ronaldo belum ingin selesai.

Ia masih ingin bermain untuk Portugal.

“Jika saya bugar secara fisik … saya akan tersedia, seperti yang selalu saya lakukan, untuk berkompetisi dan menang bersama tim nasional kami,” tegasnya.

Dua Legenda, Dua Cerita di Ujung Karir

Messi dan Ronaldo telah menghabiskan lebih dari dua dekade menjadi wajah utama negara masing-masing.

Namun, penghujung perjalanan mereka menghadirkan dua gambar yang bertolak belakang.

Messi berdiri di tengah Monumental, dikelilingi puluhan ribu orang yang datang bukan sekadar menyaksikan pertandingan, tetapi mengucapkan terima kasih.

Ia menang, mencetak gol, memberikan dua assist, lalu pergi dengan air mata dan pelukan.

Ronaldo justru berada dalam situasi yang masih terbuka. Ia meninggalkan kamp, meminta maaf, menerima kemungkinan hukuman, tetapi sekaligus menegaskan bahwa dirinya masih tersedia untuk Portugal.

Messi pergi ketika Argentina sedang merayakannya. Ronaldo masih bertahan sambil menjelaskan mengapa ia memilih pergi.

Satu legenda menutup cerita dengan kalimat penuh rasa syukur. Yang lain masih ingin menentukan sendiri bagaimana halaman terakhirnya ditulis.

ShareSendTweetShareSend

Artikel Lainnya

Chatgpt Image
Olahraga & Kesehatan

Highlight Piala Dunia : Inggris Lolos Dramatis, Norwegia Singkirkan Brasil, Ronaldo Siap Hadapi Spanyol

6 Juli 2026
Indonesia Vs Mozambik Foto Katadatafauza Syahputra 2026 06 10 10 09 05 873fadcbca4e14ff50e6e945ca893294
Olahraga & Kesehatan

Piala AFF 2026 Dimulai Hari Ini, Akankah Timnas Indonesia Akhiri Penantian Gelar Setelah Enam Kali Runner-up?

26 Juli 2026

Rubrik

Ekonomi & Bisnis Esai Hukum & Kriminal Olahraga & Kesehatan Opini Prosa Puisi Ragam Resensi Sosial & Politik Sosok Uncategorized
Pataka Eja

© Dari Narasi Menuju Aksi

Lebih lanjut

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Kirim Artikel

Ikuti kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • News
    • Sosial & Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Ekonomi & Bisnis
    • Olahraga & Kesehatan
    • Ragam
    • Sosok
  • Kirim Artikel

© Dari Narasi Menuju Aksi