Bone Pataka Eja — Di tengah hiruk-pikuk Karnaval Gau Maraja 2026, sekelompok pelajar dari UPT SMAN 5 Bone tampil membawa sesuatu yang lebih dari sekadar atraksi seni. Sanggar 3 M, sebagai perwakilan Kecamatan Lappariaja, menjadi bagian dari prosesi adat Mappangolo Wassele Allao Rumanna Lappariaja ri Tau Mapparentae. Mereka tidak hanya menari. Mereka menghidupkan kembali nilai-nilai luhur budaya Bugis yang semakin jarang terdengar di tengah derasnya perubahan zaman.
Dalam penampilannya, Sanggar 3 M menghadirkan tiga nilai utama pangngadereng: Makkiade, Mappakalebbi, dan Mappakaraja. Lewat gerak tubuh, ekspresi wajah, dan tata penyajian yang penuh makna, mereka menggambarkan sikap saling menghormati, menghargai adat, serta memuliakan mereka yang memiliki kedudukan dalam tatanan masyarakat. Tarian itu bukan sekadar tontonan. Ia menjadi ruang belajar yang hidup bagi generasi muda, cara mereka menjembatani warisan leluhur dengan kehidupan hari ini.
Antusiasme penonton tak bisa disembunyikan. Masyarakat dan para tamu kehormatan memberikan apresiasi hangat. Bahkan Petta Bupati Bone bersama Ibu Bupati berdiri dan memberikan saweran kepada para penari. Momen itu menjadi salah satu bagian paling berkesan dari seluruh penampilan Sanggar 3 M.
Bagi keluarga besar UPT SMAN 5 Bone, apresiasi tersebut lebih dari sekadar pujian. Ia menjadi pengingat bahwa ketika generasi muda diberi ruang untuk berkarya, budaya tidak lagi hanya menjadi cerita masa lalu. Ia hadir, hidup, dan terasa nyata di panggung masa kini.
Para penari yang tampil malam itu adalah Dian Akhila Mutia (XII A2), Paril Hara Putra (XII B4), Azzahra Sabila (XI A2), Qiara Fianda Putri (XI C1), Ahmad Rezky (X.1), dan Muh. Akbar (X.7). Di balik layar, Nurhikmah, S.Pd., Gr., Guru Seni Budaya UPT SMAN 5 Bone, terus mendorong mereka menjadikan seni dan budaya sebagai media pembentukan karakter.
Keterlibatan Sanggar 3 M dalam Karnaval Gau Maraja 2026 sekali lagi menegaskan semangat “Cerdas Berkarakter” yang diusung sekolah. Kecerdasan tanpa akar budaya mudah kehilangan arah. Namun karakter yang tumbuh dari penghargaan terhadap adat akan menjadi bekal kokoh untuk melangkah ke masa depan tanpa kehilangan jati diri.
“Mappakalebbi tau, mappakaraja ade’, makkiade ri lino”
Menghormati manusia, menjunjung adat, dan berbuat baik dalam kehidupan, itulah nilai yang terus dijaga dan dihidupkan oleh generasi muda SMAN 5 Bone.


