Bulukumba, Pataka Eja — Desa Lolisang, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, memiliki sejumlah potensi lokal yang dinilai dapat dikembangkan menjadi sumber kekuatan ekonomi masyarakat.
Potensi tersebut mulai dari rumah adat, kawasan pantai, hingga sektor perkebunan seperti kelapa dan kakao. Hal itu menjadi salah satu pembahasan dalam kegiatan Sosialisasi Pertumbuhan Ekonomi Desa yang digelar mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan 79 Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar Posko 15 di Desa Lolisang.
Mengusung tema “Membangun Ekonomi Desa Berbasis Potensi Lokal untuk Kesejahteraan Masyarakat”, kegiatan tersebut dihadiri Kepala Desa Lolisang bersama jajaran aparat desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta masyarakat setempat.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Kepala Desa Lolisang. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa KKN 79 UIN Alauddin Makassar Posko 15 yang telah menginisiasi kegiatan tersebut.
Menurutnya, sosialisasi mengenai pertumbuhan ekonomi desa penting dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap berbagai potensi yang dimiliki Desa Lolisang.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN 79 UIN Alauddin Makassar Posko 15. Sosialisasi ini tentunya memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam melihat dan mengembangkan berbagai potensi yang ada di Desa Lolisang agar dapat memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat,” ujar Kepala Desa Lolisang.
Ia berharap kehadiran mahasiswa KKN tidak hanya memberikan edukasi kepada masyarakat, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam menggali dan mengembangkan potensi desa.
Dalam pemaparannya, mahasiswa KKN menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi desa tidak hanya bergantung pada sektor perdagangan. Sumber daya alam, budaya, pariwisata, serta potensi masyarakat juga dapat dikembangkan menjadi bagian dari kekuatan ekonomi lokal.
Salah satu potensi yang disoroti adalah rumah adat yang memiliki nilai budaya dan sejarah. Keberadaan rumah adat tersebut dinilai dapat dikembangkan sebagai bagian dari wisata budaya sekaligus menjadi identitas Desa Lolisang.
Dengan pengelolaan dan promosi yang baik, rumah adat tersebut berpotensi menarik minat masyarakat maupun wisatawan untuk berkunjung.
Selain rumah adat, kawasan pantai di Desa Lolisang juga dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata. Keindahan alam pesisir dapat menjadi daya tarik wisata sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat.
Peluang tersebut dapat dikembangkan melalui sektor kuliner, penjualan produk lokal, jasa, maupun berbagai usaha kreatif lainnya.
Pengembangan pariwisata juga dinilai dapat berjalan beriringan dengan pengembangan produk unggulan desa. Wisatawan yang berkunjung ke kawasan pantai maupun rumah adat dapat sekaligus diperkenalkan dengan berbagai produk lokal masyarakat.
Dengan demikian, sektor pariwisata tidak hanya menjadi tujuan kunjungan, tetapi juga dapat membuka ruang bagi tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat.
Di sisi lain, sektor perkebunan menjadi salah satu sumber ekonomi penting bagi masyarakat Desa Lolisang. Tanaman kelapa yang dapat diolah menjadi kopra merupakan salah satu komoditas yang memiliki nilai ekonomi.
Begitu pula dengan kakao yang memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk olahan dengan nilai jual lebih tinggi.
Mahasiswa KKN menekankan bahwa pengembangan komoditas lokal tidak harus berhenti pada penjualan bahan mentah. Inovasi dan pengolahan lebih lanjut dapat dilakukan agar produk masyarakat memiliki nilai tambah.
“Desa Lolisang memiliki berbagai potensi ekonomi yang cukup besar. Ada rumah adat yang dapat dikembangkan sebagai wisata budaya, pantai sebagai potensi wisata alam, serta hasil perkebunan seperti kelapa dan kakao. Potensi-potensi tersebut dapat dikembangkan menjadi sumber ekonomi apabila dikelola dengan baik dan melibatkan masyarakat secara langsung,” ungkap salah satu mahasiswa KKN 79 UIN Alauddin Makassar Posko 15.
Menurut mahasiswa KKN, pengembangan potensi desa membutuhkan sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, pelaku usaha, dan generasi muda.
Kolaborasi tersebut diperlukan agar potensi yang dimiliki Desa Lolisang tidak hanya menjadi sumber daya yang tersedia, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk maupun kegiatan ekonomi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya pemberdayaan masyarakat, inovasi, pengolahan produk, serta pemasaran dalam mendukung pertumbuhan ekonomi desa.
Sosialisasi kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Masyarakat diberikan kesempatan menyampaikan pandangan, pertanyaan, serta persoalan yang dihadapi dalam mengembangkan potensi ekonomi yang ada di Desa Lolisang.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN 79 UIN Alauddin Makassar Posko 15 berharap masyarakat semakin memahami bahwa pertumbuhan ekonomi dapat dimulai dari pengelolaan potensi yang telah dimiliki desa.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam mendorong masyarakat Desa Lolisang untuk menggali, mengembangkan, dan mengoptimalkan potensi lokal sebagai bagian dari upaya menuju masyarakat desa yang lebih produktif, mandiri, dan sejahtera.




