Gowa, Pataka Eja — Semarak Jimoleng dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia digelar di Jimoleng, Desa Sokkolia, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Senin (25/8/2026).
Kegiatan yang diinisiasi oleh para remaja Jimoleng tersebut menjadi ruang bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat dan kreativitas, sekaligus membangun keberanian untuk tampil di hadapan masyarakat.
Semarak Jimoleng diikuti dan disaksikan oleh masyarakat Desa Sokkolia serta mendapat dukungan dari Pemerintah Desa Sokkolia. Sejumlah penampilan turut memeriahkan kegiatan, di antaranya paduan suara, angngaru Makassar, tari tradisional, hingga pembacaan puisi berjudul Panggil Aku Daeng.
Tidak sekadar menjadi bagian dari rangkaian perayaan kemerdekaan, kegiatan tersebut juga membawa semangat pemberdayaan generasi muda. Para remaja Jimoleng diberikan ruang untuk menunjukkan potensi yang mereka miliki sekaligus belajar membangun kepercayaan diri melalui pengalaman tampil di depan masyarakat.
Kepala Desa Sokkolia, Kaharuddin Dg Muang, mengapresiasi inisiatif para remaja Jimoleng yang dinilainya mampu menciptakan ruang kreatif dan positif bagi generasi muda di tingkat desa.
Ia berharap kegiatan serupa tidak berhenti di Jimoleng, tetapi dapat berkembang dan dilaksanakan oleh seluruh dusun yang ada di Desa Sokkolia.
“Ini adalah inisiatif yang sangat luar biasa dari saudara-saudara sekalian, anak-anakku para remaja hebat dari Jimoleng, berhasil merawat dan menciptakan sebuah kegiatan yang luar biasa,” ujar Kaharuddin.
Menurutnya, keterlibatan generasi muda dalam kegiatan kemasyarakatan merupakan bagian penting dalam membangun desa. Karena itu, ia berharap seluruh perangkat desa dapat memberikan dukungan secara optimal terhadap kegiatan kepemudaan.
“Harapannya, kegiatan serupa bisa dilaksanakan oleh semua dusun di Desa Sokkolia ini dengan keterlibatan optimal dari seluruh perangkat desa yang ada,” katanya.
Kaharuddin juga menyebut kegiatan tersebut sebagai wadah kreatif bagi generasi muda yang kelak akan meneruskan cita-cita pembangunan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
“Sekali lagi, ini adalah kegiatan luar biasa, sebuah wadah kreatif bagi anak muda yang akan meneruskan cita-cita hebat kita semua, Indonesia Emas 2045,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Semarak Jimoleng, Sarkawi Takir Dg Siwa, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk membuka lebih banyak ruang kreativitas bagi para remaja, khususnya di Desa Sokkolia.
Ia berharap generasi muda tidak hanya menjadi penonton dalam pembangunan, tetapi mampu mengambil peran melalui kreativitas, keberanian, dan berbagai potensi yang dimiliki.
“Semoga remaja Desa Sokkolia, khususnya Jimoleng, menjadi pemuda yang diinginkan sang Proklamator kemerdekaan, pemuda yang bisa mengguncang dunia, remaja yang menjadi harapan bangsa dan agama,” ujar Sarkawi.
“Karena siapa lagi yang akan menyukseskan harapan Indonesia Emas 2045 kalau bukan kita, pemuda-pemudi desa,” lanjutnya.
Menurut panitia, keberadaan ruang bagi remaja untuk berekspresi menjadi semakin penting di tengah berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini.
Melalui kegiatan tersebut, para remaja tidak hanya menunjukkan kemampuan di bidang seni dan budaya, tetapi juga mendapatkan pengalaman untuk berkomunikasi, bekerja sama, membangun kepercayaan diri, serta mengambil peran di tengah masyarakat.
Semarak Jimoleng diharapkan menjadi momentum untuk terus menggali dan mengembangkan potensi anak muda Desa Sokkolia.
Berbagai bakat yang ditampilkan dalam kegiatan tersebut menjadi gambaran bahwa generasi muda di tingkat desa memiliki potensi yang dapat dikembangkan apabila diberikan ruang dan dukungan yang memadai.
Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat kebersamaan antara generasi muda, masyarakat, dan pemerintah desa dalam mengisi kemerdekaan melalui kegiatan yang positif dan produktif.
Dengan semangat kreativitas dan gotong royong, para remaja Jimoleng diharapkan dapat terus berkarya serta mengambil bagian dalam pembangunan desa dan menyongsong bonus demografi menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Semarak Jimoleng kemudian ditutup dengan semangat kebersamaan antara para remaja, masyarakat, dan Pemerintah Desa Sokkolia. Momentum peringatan kemerdekaan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan bahwa desa juga memiliki banyak potensi yang layak diberi kesempatan untuk tumbuh dan berkembang.




