Pataka Eja
No Result
View All Result
  • Login
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • News
    • Sosial & Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Ekonomi & Bisnis
    • Olahraga & Kesehatan
    • Ragam
    • Sosok
  • Kirim Artikel
Pataka Eja
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • News
    • Sosial & Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Ekonomi & Bisnis
    • Olahraga & Kesehatan
    • Ragam
    • Sosok
  • Kirim Artikel
No Result
View All Result
  • Login
Pataka Eja
No Result
View All Result
Home Sosial & Politik

Soal Bendera Bergambar Prabowo di Langit Jakarta, Eks Ketua BEM UGM: “Dia Mengira Dicintai Rakyat”

Pataka Eja by Pataka Eja
17 Agustus 2026
in Sosial & Politik
0
Whatsapp Image 2026 08 18 At 01 57 14

Gowa, Pataka Eja — Pengibaran bendera bergambar Presiden Prabowo Subianto dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di langit Jakarta menuai sorotan. Eks Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto, merespons momen tersebut dengan sindiran tajam.

Tiyo menyampaikan kritik itu melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Senin malam, 17 Agustus 2026. Ia mengunggah gambar dengan tulisan yang menyindir pemujaan terhadap sosok penguasa.

“Dia mengira dicintai rakyat padahal hanya dipuja para penjilat,” tulis Tiyo.

Pada slide kedua unggahannya, Tiyo menampilkan foto atraksi terjun payung yang memperlihatkan bendera bergambar Presiden Prabowo Subianto terbentang di langit Jakarta.

Bendera tersebut dikibarkan dalam atraksi terjun payung prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 RI.

Tak berhenti pada tulisan di gambar, Tiyo kembali melontarkan sindiran melalui keterangan unggahannya.

“Dan dia sepertinya keringanan menikmati jilatan-jilatan itu,” tulis Tiyo.

Unggahan tersebut memperlihatkan sikap kritis Tiyo terhadap cara figur kepala negara ditampilkan dalam ruang publik, khususnya dalam momentum perayaan kemerdekaan.

Tiyo sendiri dikenal sebagai salah satu suara mahasiswa yang vokal mengkritik kebijakan pemerintah. Ia pernah menjabat sebagai Ketua BEM UGM sejak Februari 2025 dan aktif menyampaikan pandangan kritis melalui ruang diskusi maupun media sosial.

Kritik terbaru tersebut kembali menempatkan simbol-simbol yang muncul dalam perayaan kemerdekaan sebagai bagian dari perdebatan politik.

Komentar Tiyo pun menambah warna dalam perdebatan publik mengenai bagaimana sosok presiden seharusnya ditempatkan dalam seremoni kenegaraan, terutama ketika simbol pribadi kepala negara hadir bersamaan dengan simbol-simbol kemerdekaan dan kebangsaan.

ShareTweetShareSendSend

Artikel Lainnya

Whatsapp Image 2026 08 07 At 12 15
Sosial & Politik

FKR Soroti Lemahnya Tata Kelola Pajak Daerah Jeneponto, Temuan BPK Ungkap Potensi Penerimaan yang Belum Optimal

7 Agustus 2026
105
Images
Sosial & Politik

TikTok Nonaktifkan Fitur Live, Warganet Tuding Ada Upaya Membungkam

30 Agustus 2025
78
Screenshot 2026 06 25
Sosial & Politik

Pansus Hak Angket DPRD Gowa Tegaskan Persoalan Privat DPRD tidak memiliki ketertarikan sedikit pun.

25 Juni 2026
153
Whatsapp Image 2025 09 25 At 03 15
Sosial & Politik

DPK KEPMI Bone Latenriruwa Tegaskan Klarifikasi Atas Isu Dana Hibah Dan Pemberitaan Tidak Akurat Oleh Enews

25 September 2025
333

Rubrik

Ekonomi & Bisnis Esai Hukum & Kriminal Olahraga & Kesehatan Opini Prosa Puisi Ragam Resensi Sosial & Politik Sosok Uncategorized
Pataka Eja

© Dari Narasi Menuju Aksi

Lebih lanjut

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Kirim Artikel

Ikuti kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • News
    • Sosial & Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Ekonomi & Bisnis
    • Olahraga & Kesehatan
    • Ragam
    • Sosok
  • Kirim Artikel

© Dari Narasi Menuju Aksi