Pataka Eja – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) Posko Kalabbirang 3 melaksanakan program LENTERA (Literasi Nyaring untuk Anak Ceria) di UPT SD Inpres 133 Pari’risi, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Selasa (21/7).
Program tersebut merupakan bagian dari upaya mahasiswa KKN dalam mendukung penguatan budaya literasi di lingkungan sekolah dasar melalui metode membaca nyaring (read aloud).
Melalui pendekatan yang interaktif dan menyenangkan, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan minat baca sekaligus meningkatkan kemampuan literasi dasar siswa.
Kegiatan diawali dengan sesi membaca cerita yang dibawakan mahasiswa menggunakan intonasi, ekspresi, dan gestur yang menarik. Suasana belajar kemudian semakin hidup melalui sesi tanya jawab, ice breaking, serta refleksi bersama yang mendorong siswa untuk aktif berpartisipasi.

Penanggung jawab program, A. Sri Umi Lestari, mengatakan metode membaca nyaring tidak hanya membantu anak memahami isi bacaan, tetapi juga melatih kemampuan menyimak, memperkaya kosakata, serta membangun kebiasaan membaca sejak usia dini.
“Melalui kegiatan membaca nyaring, kami ingin menunjukkan kepada anak-anak bahwa membaca bukan hanya kegiatan belajar, tetapi juga aktivitas yang menyenangkan,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat mendorong siswa untuk lebih dekat dengan buku dan menjadikan membaca sebagai kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami berharap mereka semakin percaya diri, aktif berdiskusi, dan terbiasa berinteraksi dengan buku dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.
Selama kegiatan berlangsung, para siswa diajak menebak kelanjutan cerita, mengemukakan pendapat mengenai tokoh, serta mengidentifikasi pesan moral yang terkandung dalam buku.
Pendekatan tersebut menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif sekaligus melatih kemampuan berpikir kritis dan komunikasi anak.
Melalui program LENTERA, mahasiswa KKN Tematik Literasi Unhas berharap metode membaca nyaring dapat terus diterapkan sebagai bagian dari proses pembelajaran di sekolah.
Dengan demikian, budaya membaca tidak hanya tumbuh selama pelaksanaan KKN, tetapi juga menjadi kebiasaan yang berkelanjutan di lingkungan UPT SD Inpres 133 Pari’risi.




