Pataka Eja – Nama anggota DPRD Kota Makassar dari Fraksi Gerindra, Muhammad Farid Rayendra, belakangan menjadi perhatian publik setelah gelar akademik Sarjana Ekonomi (S.E.) yang dicantumkannya menuai protes.
Polemik tersebut bahkan memicu aksi unjuk rasa puluhan massa di Kantor DPRD Kota Makassar yang mempertanyakan penggunaan gelar akademik tersebut.
Saat dikonfirmasi melalui pesan langsung (DM) Instagram, Farid membantah telah menyelesaikan pendidikan sarjananya.
“Saya masih berstatus aktif di Universitas Hasanuddin dan saya belum lulus. Nanti tahun depan di bulan Juni atau Juli baru saya wisuda,” ujar Farid.
Di tengah sorotan itu, profil legislator muda tersebut turut menjadi perhatian.
Muhammad Farid Rayendra merupakan anggota Komisi C DPRD Kota Makassar periode 2024–2029 sekaligus menjabat sebagai Wakil Ketua Fraksi Gerindra.
Farid berasal dari keluarga politik di Sulawesi Selatan. Ia merupakan putra Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, dan Andi Tenri Indah, anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan yang saat ini menjabat sebagai Ketua Komisi E.
Selain menjadi sorotan karena polemik gelar akademik, Farid juga tercatat memiliki harta kekayaan miliaran rupiah di usia yang relatif muda.
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) periodik tahun pelaporan 2025 yang disampaikan pada 30 Maret 2026 dan telah berstatus Verifikasi Administratif Lengkap, legislator kelahiran September 2001 itu melaporkan total harta kekayaan sebesar Rp12.595.182.098.
Dengan demikian, pada usia 24 tahun, Farid telah melaporkan kepemilikan harta lebih dari Rp12,5 miliar.
Mayoritas kekayaan tersebut berasal dari aset tanah dan bangunan senilai Rp11,9 miliar atau sekitar 94 persen dari total harta yang dilaporkannya. Seluruh aset properti tersebut berada di Kabupaten Gowa dan terdiri atas lima bidang tanah serta satu bidang tanah beserta bangunan.
Rinciannya meliputi tanah seluas 5.600 meter persegi senilai Rp350 juta, tanah seluas 12.500 meter persegi senilai Rp450 juta, tanah seluas 11.791 meter persegi senilai Rp6,3 miliar, tanah seluas 234 meter persegi senilai Rp1,15 miliar, serta tanah dan bangunan seluas 395 meter persegi dengan luas bangunan 200 meter persegi senilai Rp3,65 miliar.
Selain aset properti, Farid juga melaporkan kepemilikan dua kendaraan dengan total nilai Rp645 juta, yakni sepeda motor Yamaha BPV A/T tahun 2023 senilai Rp45 juta dan mobil Toyota Fortuner 2.8 VRZ 4X2 A/T tahun 2023 senilai Rp600 juta. Dalam laporan tersebut, kedua kendaraan tercatat diperoleh dari hasil sendiri.
Pada pos kas dan setara kas, Farid melaporkan saldo sebesar Rp50.182.098. Sementara itu, pada kategori harta bergerak lainnya, surat berharga, maupun harta lainnya tidak terdapat aset yang dilaporkan.
LHKPN tersebut juga menunjukkan bahwa Farid tidak memiliki utang. Dengan demikian, total harta kekayaan yang dilaporkan tetap sebesar Rp12.595.182.098.
Sebelumnya, nama Muhammad Farid Rayendra menjadi perbincangan setelah penggunaan gelar akademik Sarjana Ekonomi (S.E.) yang dicantumkannya dipersoalkan sejumlah pihak.
Puluhan massa aksi mendatangi Kantor DPRD Kota Makassar untuk meminta klarifikasi terkait penggunaan gelar tersebut. Polemik tersebut turut menarik perhatian publik terhadap profil pribadi maupun laporan harta kekayaan legislator muda tersebut.
Rincian Harta Muh. Farid Rayendra
Data Pribadi
- Nama: Muh. Farid Rayendra
- Jabatan: Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Makassar
- Nomor Harta Kekayaan (NHK): 940664
Tanah dan Bangunan (Rp11.900.000.000)
- Tanah seluas 5.600 m² di Kabupaten Gowa senilai Rp350.000.000.
- Tanah seluas 12.500 m² di Kabupaten Gowa senilai Rp450.000.000.
- Tanah seluas 11.791 m² di Kabupaten Gowa senilai Rp6.300.000.000.
- Tanah seluas 234 m² di Kabupaten Gowa senilai Rp1.150.000.000.
- Tanah dan bangunan seluas 395 m²/200 m² di Kabupaten Gowa senilai Rp3.650.000.000.
Alat Transportasi dan Mesin (Rp645.000.000)
- Yamaha BPV A/T Tahun 2023 (hasil sendiri): Rp45.000.000.
- Toyota Fortuner 2.8 VRZ 4X2 A/T Tahun 2023 (hasil sendiri): Rp600.000.000.
Kas dan Setara Kas
- Rp50.182.098
Harta Bergerak Lainnya
- Nihil.
Surat Berharga
- Nihil.
Harta Lainnya
- Nihil.
Hutang
- Nihil.
Total Harta Kekayaan
Rp12.595.182.098.




