Pataka Eja
No Result
View All Result
  • Login
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • News
    • Sosial & Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Ekonomi & Bisnis
    • Olahraga & Kesehatan
    • Ragam
    • Sosok
  • Kirim Artikel
Pataka Eja
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • News
    • Sosial & Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Ekonomi & Bisnis
    • Olahraga & Kesehatan
    • Ragam
    • Sosok
  • Kirim Artikel
No Result
View All Result
  • Login
Pataka Eja
No Result
View All Result
Home Sosok

Di Balik 32 Tahun Berkuasa, Mantan Wartawan Istana Ungkap Ritual Spiritual Kejawen Soeharto Tiap Malam Jumat

Pataka Eja by Pataka Eja
1 Juli 2026
in Sosok
0
Whatsapp Image 2026 07 02 At 03 19

Pataka Eja – Nama Soeharto tak pernah lepas dari sejarah politik Indonesia. Presiden kedua Republik Indonesia itu memimpin selama 32 tahun, menjadikannya kepala negara dengan masa jabatan terlama sejak Indonesia merdeka.

Namun, di balik kokohnya kekuasaan mantan perwira militer itu, beredar berbagai kisah yang hingga kini terus menjadi perbincangan. Selain ditopang kekuatan politik dan militer, Soeharto juga kerap dikaitkan dengan praktik spiritual bernuansa Kejawen yang diyakini menjadi bagian dari perjalanan kepemimpinannya.

Kisah tersebut diungkap oleh Bambang Wiwoho, mantan wartawan Suara Karya pada era pemerintahan Presiden Soeharto. Dalam podcast Gaspol! yang tayang di kanal YouTube Kompas.com pada Rabu (1/7/2026), jurnalis senior itu mengungkapkan bahwa hampir setiap malam Jumat tidak ada agenda di Istana Kepresidenan.

Menurut Bambang, Soeharto hanya akan menghadiri atau menerima tamu kenegaraan apabila agenda tersebut telah dijadwalkan jauh hari sebelumnya dan tidak dapat dibatalkan.

“Kenapa Jumat itu kosong? Saya tanya ke Paspampres, pengawal segala macam. Jumat itu beliau (Soeharto) kayak uzlah, meditasi, tafakur, sejenis itulah. Kadang-kadang keluar kota,” tuturnya.

Lebih lanjut, Bambang mengungkapkan bahwa Soeharto disebut memiliki sejumlah lokasi yang rutin dikunjungi untuk menjalani meditasi. Salah satunya adalah Gunung Srandil di Cilacap, Jawa Tengah, yang kerap dikaitkan dengan tradisi spiritual Kejawen.

Selain Gunung Srandil, Bambang menyebut Gunung Lawu dan kawasan Dieng juga menjadi tempat yang beberapa kali didatangi Soeharto untuk bermeditasi.

Ia juga mengungkapkan bahwa kebiasaan menjalani laku spiritual telah dilakukan Soeharto sejak masih muda bersama istrinya, Siti Hartinah atau Ibu Tien, bahkan jauh sebelum menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia. Menurutnya, salah satu lokasi yang kerap menjadi tempat menjalani laku tersebut adalah kawasan hulu Sungai Bengawan Solo di Dlepih, Wonogiri, Jawa Tengah.

Menurut Bambang, praktik meditasi di tempat-tempat yang diyakini memiliki energi spiritual merupakan bagian dari tradisi untuk mencari ketenangan batin dan kejernihan pikiran. Ia menilai kebiasaan tersebut turut membentuk karakter Soeharto yang dikenal tenang dan mampu mengendalikan diri dalam menghadapi berbagai situasi.

“Jadi kalau kita menganalisis, membaca keadaan, kita punya rasa percaya diri yang kuat. Kayak ada kekuatan dari dalam yang membuat kita yakin. Dalam mengambil keputusan juga seperti itu, kita bisa tenang atau hening,” ujarnya.

Bambang juga meyakini laku spiritual yang rutin dijalani Soeharto memiliki keterkaitan dengan panjangnya masa kekuasaan Presiden kedua RI tersebut yang bertahan selama 32 tahun. Menurutnya, praktik spiritual itu berperan dalam membentuk karakter kepemimpinan Soeharto sehingga mampu menghadapi berbagai dinamika politik selama memimpin Indonesia.

“Kalau menurut saya pasti ada kaitannya. Karena itu membentuk kepribadian Pak Harto yang kuat, membentuk wisdom, kearifan, kebijakan, citra dirinya,” ungkapnya.

Hingga kini, kisah mengenai laku spiritual Soeharto masih menjadi bagian yang menyelimuti perjalanan panjang kepemimpinannya. Bagi Bambang Wiwoho, praktik spiritual itu merupakan salah satu kepingan cerita yang tak bisa dilepaskan dari sosok Presiden kedua Republik Indonesia.

ShareTweetShareSendSend

Artikel Lainnya

495839341 18391793059119096 7290128785077953801 N
Sosial & Politik

“Mundur, atau Dimundurkan”: Denny Indrayana Soroti Dugaan Perubahan Aturan Pendidikan demi Gibran, Minta Gibran Mundur dari Kursi Wapres

7 Agustus 2026
12
Presiden Ri Sukarno
Sosok

“Bunuh Aku Malam Ini Juga!”: Bung Karno Murka Sebelum Diculik Pemuda ke Rengasdengklok

16 Agustus 2026
14
Image
Olahraga & Kesehatan

Perkuat Kesiapan Mahasiswa di Lahan Praktik, Prodi D4 TLM PoltekMu Gelar Pembekalan PKL

21 Juli 2026
92
Img 20190730 Wa0007
Sosok

Mengenang 7 Tahun Kepergian Sang Pelopor Pendidikan Gratis Di Kabupaten Gowa

30 Juli 2026
62

Rubrik

Ekonomi & Bisnis Esai Hukum & Kriminal Olahraga & Kesehatan Opini Prosa Puisi Ragam Resensi Sosial & Politik Sosok Uncategorized
Pataka Eja

© Dari Narasi Menuju Aksi

Lebih lanjut

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Kirim Artikel

Ikuti kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • News
    • Sosial & Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Ekonomi & Bisnis
    • Olahraga & Kesehatan
    • Ragam
    • Sosok
  • Kirim Artikel

© Dari Narasi Menuju Aksi