Pataka Eja
No Result
View All Result
  • Login
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • Liputan
    • Warta
    • Liputan Khusus
  • Kirim Artikel
Pataka Eja
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • Liputan
    • Warta
    • Liputan Khusus
  • Kirim Artikel
No Result
View All Result
  • Login
Pataka Eja
No Result
View All Result
Home Resensi

Rahasia Tenang Dalam Setiap Keadaan, Resensi Buku Be Calm Be Happy

Pataka Eja by Pataka Eja
16 Juni 2026
in Resensi
0
Kjbjbnbhbh

Potret Sofian Rahmatika Dewi yang merupakan mahasiswa Universitas Sebelas Maret

Resensi oleh : Sofiana Rahmatika Dewi


Uighjbvjhvbhj

Identitas Buku:

  • Judul: Be Calm Be Happy 
  • Penulis: Johan Anggara 
  • Genre: Nonfiksi ( Pengembangan Diri) 
  • Penerbit: Haru Media 
  • Tahun Terbit: 2020
  • Jumlah  Halaman: 170 halaman

Dalam hidup sering  dihadapkan dengan  banyak sekali tantangan dan tekanan, setiap langkah yang menapak akan  meninggalkan jejak, dan  waktu yang berlalu akan mengukir makna dalam kehidupan. 

Hidup ini adalah perjalanan yang penuh gejolak. Terkadang, setiap insan bisa merasakan seperti berlayar dilautan lepas, yang penuh gelombang, dan berkali-kali dihantam oleh badai yang tak terduga. Kala hembusan nafas masih panjang angin kehidupan pun masih terasa  menyatu dengan perjalanan. 

Namun, di tengah kekacauan dan ketidakpastian itu, terdapat sebuah kekuatan yang mampu menjadi  kompas untuk tetap tenang.

Dalam buku yang berjudul Be Calm Be Happy, yang ditulis oleh Johan Anggara mengajak pembaca menjelajahi rahasia penting tentang bagaimana kita dapat memelihara ketenangan batin dalam setiap situasi kehidupan. 

Ketenangan bukanlah tidak punya konflik atau kesulitan, tetapi lebih merupakan sikap yang bijaksana dan tenang di tengah-tengah segala kekacauan. Ini adalah kunci untuk mencapai kebahagian dan kebijaksanaan dalam menjalani hidup. Buku ini terdiri dari 28 BAB, melalui bahasa yang sederhana dan mudah dipahami, penulis memberikan berbagai refleksi tentang cara mengelola emosi, menerima keadaan, dan menemukan kebahagian dari hal-hal sederhana. 

Di Tengah Keramaian dan kegaduhan dunia ini, kita butuh keseimbangan batin untuk memahami diri sendiri secara mendalam, menerima kekurangan dan kelebihan kita dengan tulus. 

Keseimbangan batin adalah kunci untuk hidup yang berkelimpahan dan berarti – Robin Sharma  hal 26. Setiap langkah yang kita ambil menuju keseimbangan batin akan membawa kita lebih dekat pada kehidupan yang lebih bahagia, lebih damai, dan lebih bermakna. 

Penulis juga menceritakan kisah Pierra, seorang tukang roti yang hidup di desa, dari kisah perjalanannya ia menyadari bahwa kebahagian sejati bukanlah tentang kemewahan materi, tetapi tentang kesadaran diri, penerimaan terhadap keadaan, dan rasa syukur akan kehidupan yang telah diberikan. Didalam buku ini juga menyajikan kisah-kisah inspirasi lainnya. 

Ketika kita berusaha mencari ketenangan, komunikasi yang efektif adalah kunci untuk menggapai ketenangan tersebut, penting untuk diingat bahwa setiap individu memiliki gaya komunikasi yang unik. 

Membangun ketenangan dalam hubungan dan komunikasi adalah sebuah perjalanan yang berkelanjutan, sehingga kita harus sering melatih dan mengasahnya,  Ketika kita sedang berada diruang gelap tanpa cahaya, jalan menujunya akan terasa berat, karena kita berusaha sendiri. Mari bersama-sama memabangun budaya komunikasi yang tenang dan penuh empati.

“Orang yang tenang memiliki kekuatan lebih besar daripada orang yang kuat” 

Dalam keheningan yang mengalir seperti sungai yang tenang, itulah tempat di mana kekuatan sejati kita akan bersinar terang. Ketenangan bukanlah sekedar kondisi pikiran yang tenang, melainkan juga merupakan sikap yang tercermin dalam cara kita berinteraksi dengan orang lain. 

Didalam buku ini juga memberikan tips-tips tentang mengelola ketakutan dan kegelisahan dengan sikap tenang, Bayangkan, betapa indahnya jika setiap detik yang kita Jalani diisi dengan keberanian yang meluap-luap, dan ketenangan yang mengalir begitu alami. 

“ketakutan adalah ilusi, apa yang kita takuti jarang terjadi seperti yang kita bayangkan”

-Dale Carnegie

Berpikirlah  tentang kesempatan yang tersembunyi di balik setiap tantangan. Ketika kita belajar untuk merangkai ketidakpastian, kita menemukan diri kita tumbuh dan berkembang diluar batas yang kita kenal.  

Jangan biarkan ketakutan dan kegelisahan merampas Impian kita. Jadikan semua itu sebagai pendorong untuk menjadi lebih kuat, lebih bijaksana, dan lebih berani. 

Proses penerimaan dalam diri, seringkali membutuhkan waktu yang lama dan menguras energi. Menerima bukanlah tanda kelemahan, melainkan keberanian yang sejati. Penerimaan bukanlah kekalahan, tetapi langkah awal menuju Solusi. 

Penerimaan adalah kunci menuju kesehatan mental yang baik. Bagaimana kita bisa menerapkan penerimaan dalam kehidupan sehari-hari? Didalam buku ini akan memberikan pengertian bahwa penerimaan adalah kunci menuju kesehatan mental yang baik. 

Belajar dari pengalaman adalah proses seseorang untuk terus bertumbuh berani mengambil langkah ke depan dengan menanamkan tujuan, masa lalu sebagai pendorong dari belakang mengingatkan iringan langkah yang pernah dilalui, kita belajar untuk fokus pada apa yang dapat kita kendalikan: pikiran dan tindakan kita saat ini.

Setiap karya pasti belum pasti semua sempurna, melalui buku ini pembaca akan sering diberikan kisah inspirasi lainnya pada setiap babnya. Namun bahasa ilusi yang digunakan terlalu monoton di awal permulaan bab, tetapi keseluruhan dari buku ini bisa digambarkan melalui kisah inspirasi yang disajikan serta bahasa yang mudah dipahami untuk berbagai kalangan yang bisa membaca. 

Buku Be Calm Be Happy ini,  merupakan buku pengembangan diri yang cocok dibaca oleh remaja maupun orang dewasa yang ingin belajar mengelola emosi dan menemukan ketenangan dalam hidup pesan utama buku ini adalah bahwa kebahagiaan dapat diraih dengan menerima diri sendiri, berpikir positif, dan menjalani  hidup dengan lebih tenang.

ShareTweetShareSendSend

Artikel Lainnya

Whatsapp Image 2026 01 21 At 23 42 31
Resensi

Bukan Soal Moral: Membaca ketidakadilan sosial dalam novel Re&Perempuan

22 Januari 2026
63
Aihsdioahsd
Resensi

Luka-luka Kecil di Bawah Telapak Kaki Ibu.

23 Desember 2025
114
Tinjauan Kekerasan Budaya Pasca 1965 Patanjala Vol 6 No 2 Juni
Resensi

Menyingkap Tabir: Akar Kekerasan di Balik Parade Pembantaian Pasca 1965

15 September 2025
48
Img 20251012 Wa0006
Resensi

Resensi Buku: Perawan Remaja dalam Cengkraman Militer

12 Oktober 2025
155

Rubrik

Esai Liputan Khusus Opini Prosa Puisi Resensi Uncategorized Warta
Pataka Eja

© Dari Narasi Menuju Aksi

Lebih lanjut

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Kirim Artikel

Ikuti kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • Liputan
    • Warta
    • Liputan Khusus
  • Kirim Artikel

© Dari Narasi Menuju Aksi