Patakaeja.id – Bontomarannu, Musyawarah Cabang (Musycab) Pemuda Muhammadiyah Bontomarannu resmi dibuka pada hari ini dalam suasana penuh semangat, kebersamaan, dan komitmen untuk memperkuat peran kepemudaan dalam dakwah serta pembangunan masyarakat. Senin, (01/06/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Desa Pakatto pada pukul 11:00 siang dan dihadiri oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah, Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah, pemerintah desa, kader, dan tamu undangan.
Dengan mengusung tema “Tumbuh dan Mengakar untuk Bontomarannu Maju” Para pengurus baru Pemuda Muhammadiyah Bontomarannu di harapkan dapat melakukan evaluasi organisasi, memperkuat kaderisasi, serta menyusun langkah strategis dalam menghadapi tantangan dakwah dan kepemudaan di masa mendatang.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Pakatto, Basir, S.E., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Musycab di wilayahnya. Ia berharap forum ini dapat menjadi awal yang baik bagi terjalinnya sinergi yang lebih kuat antara Pemerintah Desa Pakatto dan Pemuda Muhammadiyah Bontomarannu.
“Kami berharap ke depan terbangun kolaborasi yang baik antara Desa Pakatto dan Pemuda Muhammadiyah Bontomarannu dalam berbagai program yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya dalam bidang kepemudaan, pendidikan, dan sosial kemasyarakatan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM), Arifuddin Abbas, menegaskan bahwa Musycab tidak hanya menjadi agenda rutin organisasi, tetapi harus dimaknai sebagai ajang konsolidasi yang mampu memperkuat arah perjuangan Pemuda Muhammadiyah.
Menurutnya, konsolidasi organisasi harus berjalan beriringan dengan konsolidasi gerakan agar Pemuda Muhammadiyah tetap menjadi garda terdepan dalam menyebarluaskan nilai-nilai Islam Berkemajuan.
“Musycab ini harus menjadi ruang konsolidasi organisasi dan konsolidasi gerakan. Pemuda Muhammadiyah harus hadir sebagai pelopor dalam menyebarkan paham Islam Berkemajuan, Islam wasathiyah atau Islam tengahan yang moderat, serta mampu memberikan solusi atas berbagai persoalan umat dan bangsa,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan bahwa sejarah gerakan Pemuda Muhammadiyah di Kecamatan Bontomarannu berawal dari Desa Pakatto. Karena itu, semangat para pendahulu harus terus dijaga dan dilanjutkan oleh kader-kader muda saat ini.
“Gerakan Pemuda Muhammadiyah di Bontomarannu dimulai dari Pakatto. Ini menjadi tanggung jawab bersama untuk menjaga semangat perjuangan tersebut dan mengembangkannya agar semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Bontomarannu, Syahrir Arfan, berharap Pemuda Muhammadiyah mampu mengambil peran strategis sebagai motor penggerak perkembangan Muhammadiyah di tingkat kecamatan.
Menurutnya, kader Pemuda Muhammadiyah harus tampil sebagai penggagas berbagai gerakan yang dapat memperkuat eksistensi dan kontribusi Muhammadiyah di tengah masyarakat.
“Kami berharap Pemuda Muhammadiyah menjadi penggagas gerakan Muhammadiyah di tingkat Kecamatan Bontomarannu. Pemuda harus hadir dengan ide, gagasan, dan aksi nyata yang mampu menggerakkan persyarikatan serta memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” tuturnya.
Melalui Musycab ini, diharapkan lahir kepemimpinan baru yang mampu melanjutkan estafet perjuangan organisasi, memperkuat kaderisasi, dan menghadirkan berbagai program yang relevan dengan kebutuhan generasi muda.
Selain menjadi forum pemilihan kepengurusan, Musycab juga diharapkan menghasilkan rekomendasi strategis untuk memperkuat peran Pemuda Muhammadiyah sebagai pelopor, pelangsung, dan penyempurna amal usaha perjuangan Muhammadiyah.




