Pataka Eja
No Result
View All Result
  • Login
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • News
    • Sosial & Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Ekonomi & Bisnis
    • Olahraga & Kesehatan
    • Ragam
    • Sosok
  • Kirim Artikel
Pataka Eja
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • News
    • Sosial & Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Ekonomi & Bisnis
    • Olahraga & Kesehatan
    • Ragam
    • Sosok
  • Kirim Artikel
No Result
View All Result
  • Login
Pataka Eja
No Result
View All Result
Home Sosial & Politik

Banjir 3 Provinsi Cermin Buram Kegagalan Pengelolaan Lingkungan, HMI Cabang Bulukumba Desak Pemerintah Rotasi Kabinet.

Pataka Eja by Pataka Eja
6 Desember 2025
in Sosial & Politik
0
Whatsapp Image 2025 12 05 At 13 28

patakaeja.id – Serangkaian bencana banjir yang melanda tiga provinsi di Indonesia dalam beberapa hari terakhir kembali membuka luka lama tentang buruknya tata kelola lingkungan nasional. Derasnya curah hujan yang seharusnya dapat diantisipasi melalui kesiapan infrastruktur, pengendalian alih fungsi lahan, hingga mitigasi berbasis tata ruang, justru berubah menjadi bencana besar yang menelan kerugian sosial-ekonomi bagi masyarakat.

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bulukumba menilai banjir beruntun di tiga daerah tersebut bukan sekadar fenomena alam, melainkan cermin buram gagalnya pemerintah dalam mengelola lingkungan secara berkelanjutan. Minimnya pengawasan, lemahnya penegakan hukum atas eksploitasi ruang hidup, serta tidak optimalnya sinergi antar lembaga menjadi faktor yang memperparah dampak bencana.

Asdar selaku Peserta Sekolah Pimpinan yang diadakan PB HMI di Jakarta, menegaskan bahwa pemerintah pusat tidak boleh lagi menutup mata. “kami dalam Forum nasional yang diadakan PB HMI Di Jakarta dengan Peserta Lintas Provinsi telah menyampaikan ke beberapa Menteri yang hadir di forum kegiatan bahwa Banjir ini bukan peristiwa tiba-tiba. Ini akumulasi dari kesalahan kebijakan dan pembiaran bertahun-tahun. Tiga provinsi terdampak secara bersamaan adalah alarm keras bahwa pengelolaan lingkungan kita sedang tidak baik-baik saja,” ujar Asdar

HMI Bulukumba mendesak pemerintah untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kementerian dan lembaga yang berurusan langsung dengan pengelolaan lingkungan, mitigasi bencana, dan tata ruang. Menurutnya, reformasi kebijakan tidak cukup tanpa adanya langkah tegas berupa rotasi kabinet bagi pejabat yang dinilai gagal memenuhi target dan tidak responsif terhadap krisis ekologis yang terjadi.

“Jika ada menteri yang tidak mampu memastikan keselamatan ekologis rakyat, maka rotasi kabinet adalah jalan paling realistis dan tujuan paling romantis guna memenuhi keinginan masyarakat. Negara tidak boleh dikelola oleh orang yang tidak peka terhadap urgensi lingkungan,” tegas Asdar.

Selain itu, HMI Bulukumba mendorong Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk menetapkan status bencana nasional mengingat dampak yang meluas, kerugian yang meningkat, dan kapasitas daerah yang mulai kewalahan. Penetapan status ini dianggap penting untuk mempercepat mobilisasi anggaran, personel, serta logistik ke wilayah terdampak.

HMI Cabang Bulukumba juga meminta pemerintah meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas pertambangan, perkebunan, dan pembangunan yang tidak berbasis kajian lingkungan hidup strategis (KLHS). Tanpa perbaikan struktural, bencana ekologis dikhawatirkan akan terus berulang dan makin menjerumuskan masyarakat pada kerentanan sosial.

“Indonesia sedang berada di titik kritis. Lingkungan bukan sekadar isu hijau, tetapi masa depan hidup rakyat. Pemerintah harus mengambil langkah nyata, bukan hanya retorika,” tutup Asdar.

Dengan meningkatnya ancaman bencana hidrometeorologi di masa mendatang, HMI Cabang Bulukumba menegaskan bahwa keberanian politik pemerintah hari ini akan menentukan keselamatan generasi yang akan datang.

Editor: Elma
ShareSendTweetShareSend

Artikel Lainnya

Whatsapp Image 2026 02 02 At 15 40
Sosial & Politik

YLBHI: Ucapan “Londo Ireng” Mengkhianati Mandat Konstitusi dan Kedaulatan Rakyat

25 Juli 2026
28
Aaaaaaaaaaaddddddd
Sosial & Politik

Tiga Kali Absen di Agenda Strategis Kepolisian, Panggung Simbolik Didominasi Wabup, Krisis Legitimasi Politik Bupati Husniah Talenrang?

1 Agustus 2026
78
01hmqqytx5png9grnpxtvzj0t5
Sosial & Politik

Denny Indrayana Soroti Skenario Jika Prabowo Tumbang dan Gibran Jadi Presiden: “Bukan Sekadar Salah Arah, Itu Petaka”

29 Juli 2026
31
Img 20251104
Sosial & Politik

Rakyat Manuju Kembali Padati Proyek Bendungan Je’nalata — BBWS & BPN Berkomitmen Selesaikan Pembebasan

4 November 2025
115

Rubrik

Ekonomi & Bisnis Esai Hukum & Kriminal Olahraga & Kesehatan Opini Prosa Puisi Ragam Resensi Sosial & Politik Sosok Uncategorized
Pataka Eja

© Dari Narasi Menuju Aksi

Lebih lanjut

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Kirim Artikel

Ikuti kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • News
    • Sosial & Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Ekonomi & Bisnis
    • Olahraga & Kesehatan
    • Ragam
    • Sosok
  • Kirim Artikel

© Dari Narasi Menuju Aksi