Oleh: Zariffah Sifa Meliyana
Di kala tengah malam tiba,
ditemani bintang-bintang gemerlapan,
semilir malam datang menenangkan.
Hanya akulah yang menatap langit,
seraya meresapi udara malam.
Aku termangu diam di serambi sunyi,
merenungi getaran jiwa masa mendatang.
Di dalam pikiranku,
berlayar tanpa jeda perihal hari esok,
benang kusut dalam kepala, tak kunjung henti.
Namun aku tetap termangu di sini,
berharap kerlipan asa membawa tenang,
sembari menunggu pagi menepi pelan
pada jiwaku yang tengah mencari arah.




