Oleh: Retno Aulia
Kulihat kembali jejak di belakang
Langkah-langkah kecil yang tak pernah goyang
Tiap gerbang sekolah yang dulu terbayang
Kini terbuka, dalam restu yang membentang
Di sinilah aku, di puncak mimpi yang nyata
Almamater idaman menyambut di depan mata
Anugerah terhampar tanpa beban di pundak
Ilmu digapai, bekal hidup pun berpihak
Namun syukur ini bukan akhir cerita
Ia adalah awal dari sebuah amanah
Di bahuku kini titipan cita-cita
Harapan yang membuatku tak boleh lemah
Semangat menyala, membakar jiwa raga
Tapi terkadang ragu datang menyapa
“Sanggupkah aku menjaga semua ini?”
Bisik lirih yang menguji nyali
Lalu kuucap mantra penguat hati
“Pasti bisa,” gema itu takkan mati
Sebab di mata Ayah dan Bunda tersimpan doa
Lentera harapan yang takkan padam cahayanya
Maka, biar kurangkai syukur ini menjadi baja
Untuk menempuh jalan yang terbentang di muka
Setiap tetes peluh adalah ibadah
Untuk anugerah yang teramat indah




