Pataka Eja
No Result
View All Result
  • Login
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • News
    • Sosial & Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Ekonomi & Bisnis
    • Olahraga & Kesehatan
    • Ragam
    • Sosok
  • Kirim Artikel
Pataka Eja
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • News
    • Sosial & Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Ekonomi & Bisnis
    • Olahraga & Kesehatan
    • Ragam
    • Sosok
  • Kirim Artikel
No Result
View All Result
  • Login
Pataka Eja
No Result
View All Result
Home Puisi

Kami, Perempuan yang Melawan

Pataka Eja by Pataka Eja
15 Oktober 2025
in Puisi
0
Img 20250908 Wa0007

Oleh: Caca

Kami bukan bayang-bayang di balik nama,

bukan hiasan di panggung dunia,

kami adalah nyala,

api kecil yang tumbuh dari luka dan tanya.

 

Kami menolak tunduk pada sistem yang timpang,

pada budaya yang menuntut kami diam dan sopan,

kami tak dicipta hanya untuk dipuja,

kami ada untuk berpikir, bertanya, dan menggugat makna.

 

Kecantikan kami bukan senjata,

melainkan kecerdasan yang menyalakan bara.

Kami melawan bukan dengan amarah,

tapi dengan suara —

yang mereka takutkan karena jujur adanya.

 

Kami perempuan,

yang menulis di atas luka,

yang berbicara meski dibungkam stigma,

yang berdiri di atas puing tradisi buta,

dan berkata:

“Cukup sudah, kami bukan alat produksi dunia!”

 

Kami menolak menjadi simbol kesucian,

menolak menjadi alasan bagi penindasan.

Kami tidak meminta belas kasih,

kami menuntut pengakuan —

bahwa kami manusia, seutuhnya.

 

Kami bukan angin yang lewat,

kami adalah badai yang sadar arah,

kami bukan bunga di taman wacana,

kami adalah akar yang mencengkeram makna.

 

Maka dengarlah, dunia—

kami tidak butuh pujian,

kami butuh ruang.

Ruang untuk berpikir, bersuara,

dan menulis ulang sejarah dari sudut pandang perempuan.

 

Sebab kami,

tak lagi tunduk pada ketakutan,

tak lagi diam dalam keterbatasan.

Kami, perempuan yang melawan,

dengan akal, dengan pena,

dan dengan keberanian untuk berkata—

kami ada, dan kami tidak akan lagi diam.

ShareTweetShareSendSend

Artikel Lainnya

1000034217
Puisi

Cahaya di Pundak

23 Oktober 2025
98
1000076210
Puisi

Utuh dalam Garis Waktu

13 Desember 2025
73
Hm
Puisi

Musnah Ditelan Dusta

22 Januari 2026
89
foto caca yang menulis opini sunyi dalam ruang ketakutan
Puisi

Sunyi dalam Ruang Ketakutan

23 Juni 2026
47

Rubrik

Ekonomi & Bisnis Esai Hukum & Kriminal Olahraga & Kesehatan Opini Prosa Puisi Ragam Resensi Sosial & Politik Sosok Uncategorized
Pataka Eja

© Dari Narasi Menuju Aksi

Lebih lanjut

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Kirim Artikel

Ikuti kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • News
    • Sosial & Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Ekonomi & Bisnis
    • Olahraga & Kesehatan
    • Ragam
    • Sosok
  • Kirim Artikel

© Dari Narasi Menuju Aksi