Pataka Eja
No Result
View All Result
  • Login
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • News
    • Sosial & Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Ekonomi & Bisnis
    • Olahraga & Kesehatan
    • Ragam
    • Sosok
  • Kirim Artikel
Pataka Eja
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • News
    • Sosial & Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Ekonomi & Bisnis
    • Olahraga & Kesehatan
    • Ragam
    • Sosok
  • Kirim Artikel
No Result
View All Result
  • Login
Pataka Eja
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Mahasiswa Peternakan UIN Alauddin Makassar Raih Juara Nasional lewat Inovasi dari Limbah Bulu Ayam

Faisal Basri by Faisal Basri
10 Agustus 2025
in Uncategorized
0
Img 20250810 Wa0011

Makassar, 8 Agustus 2025 – Inovasi bisa lahir dari hal sederhana, bahkan dari yang selama ini dianggap limbah tak berguna. Hal inilah yang dibuktikan oleh dua mahasiswa Program Studi Ilmu Peternakan Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Khaerul Syawal dan Hawaniah Hamzah, yang sukses meraih Juara 3 Nasional dalam ajang Kompetisi Ilmiah Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (KI-PTKIN) 2025.

Mengusung judul poster ilmiah “Keratin: Harta Tersembunyi dari Bulu Ayam”, karya mereka berhasil mencuri perhatian dewan juri dan peserta lain di ajang bergengsi tersebut.

Lewat pendekatan biosains dan bioteknologi halal, mereka menawarkan solusi inovatif terhadap masalah klasik limbah rumah potong unggas (RPU), yang selama ini kerap menjadi sumber pencemaran lingkungan.

Dalam keterangan mereka, Khaerul Syawal dan Hawaniah menjelaskan bahwa bulu ayam—yang menyumbang sekitar 12,3% dari total limbah rumah potong unggas—memiliki kandungan keratin, sejenis protein keras yang bernilai tinggi. Keratin banyak digunakan dalam industri kecantikan, terutama sebagai bahan aktif dalam shampo dan produk perawatan rambut.

“Banyak orang melihat bulu ayam sebagai sesuatu yang kotor dan tidak berguna. Padahal, jika diekstrak dengan metode yang tepat, keratin di dalamnya bisa menjadi produk bernilai ekonomi tinggi,” jelas Khaerul.

Proses yang mereka rancang cukup sederhana namun efektif. Dimulai dari tahap pengumpulan bulu ayam dari RPU, lalu dilakukan pencucian, sterilisasi, hingga perendaman dalam larutan NaOH dan urea yang dipanaskan.

Selanjutnya, cairan hasil perendaman tersebut dimurnikan menggunakan campuran surfaktan, pelembab, dan pengawet, hingga menghasilkan keratin murni siap digunakan sebagai bahan baku shampo.

Tak hanya soal nilai ekonomi, inovasi ini juga menjawab kebutuhan akan pengelolaan limbah peternakan yang lebih ramah lingkungan. Menurut data yang mereka paparkan, limbah RPU terdiri dari 46,2% jeroan, 35,4% limbah lunak, 12,3% bulu, dan 6,2% darah. Dari data tersebut, bulu ayam menjadi salah satu limbah terbesar yang belum dimanfaatkan optimal.

Dengan mengolah limbah menjadi produk bernilai tambah, inovasi ini juga sejalan dengan prinsip ekonomi sirkular dan tren industri halal yang terus berkembang, baik di dalam negeri maupun secara global.

“Harapannya, industri peternakan mulai melihat limbah bukan sebagai beban, tapi sebagai potensi. Bahkan limbah bisa menjadi bahan baku industri yang ramah lingkungan dan berkelanjutan,” ungkap Hawaniah.

Pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa dapat menjadi aktor penting dalam menjawab tantangan zaman. Inovasi mereka tak hanya berangkat dari kepekaan terhadap persoalan lingkungan, tetapi juga dari kemampuan menerjemahkan teori menjadi karya aplikatif yang berdampak nyata.

Kompetisi KI-PTKIN sendiri merupakan ajang tahunan yang diselenggarakan untuk mendorong iklim riset dan inovasi di kalangan mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri se-Indonesia. Tahun ini, tema besar yang diangkat adalah “Inovasi Berbasis Sains dan Teknologi Islami untuk Peradaban Masa Depa8

Keberhasilan Khaerul Syawal dan Hawaniah membuktikan bahwa mahasiswa peternakan yang kerap dianggap berada di bidang teknis juga bisa bersaing dalam ranah inovasi, sekaligus menginspirasi mahasiswa lain untuk menjadikan ilmu sebagai solusi.

 

ShareSendTweetShareSend

Artikel Lainnya

Images
Uncategorized

Dema UIN Alauddin Kecam PBAK yang Abaikan Lembaga Mahasiswa

31 Agustus 2025
135
Whatsapp Image 2025 10 01 At 21 35 22
Uncategorized

Di Depan Polres Jeneponto, IMM INTI Gelar Panggung Bebas Mengenang Tragedi HAM

1 Oktober 2025
386
Whatsapp Image 2024 07 07 At 17 47 55 3379fc88
Uncategorized

Hipma Gowa Koordinatorat Parigi Sukses Gelar Pendidikan Kader Dasar

7 Juli 2024
186
Img 20250912 Wa0016
Uncategorized

UKM LKIMB UNM Akan Menggelar Seminar Nasional Bertema Ekofeminisme

12 September 2025
274

Rubrik

Ekonomi & Bisnis Esai Hukum & Kriminal Olahraga & Kesehatan Opini Prosa Puisi Ragam Resensi Sosial & Politik Sosok Uncategorized
Pataka Eja

© Dari Narasi Menuju Aksi

Lebih lanjut

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Kirim Artikel

Ikuti kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • News
    • Sosial & Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Ekonomi & Bisnis
    • Olahraga & Kesehatan
    • Ragam
    • Sosok
  • Kirim Artikel

© Dari Narasi Menuju Aksi