Aku adalah manusia yang lemah itu
Aku adalah manusia yang sering mengeluh atas tindakanku sendiri
Tak pernah memiliki waktu untuk merawat diri sendiri
Ya…
Aku lupa, aku siapa sebenarnya
Aku berani menjejaki langkah demi langkahku
Kubuka pintu itu secara lebar
Ternyata, ada warna merah yang begitu menusuk pikiran dan tubuhku
Aku bertanya-tanya apa maksud warna itu?
Perlahan aku berani melangkah ke warna merah itu.
Ternyata ada suka dan duka dalam warna itu
Material yang aku dapatkan ternyata tak semudah yang kukira
Batinku disiksa, diriku dipaksa, aku dicekal, hingga rasanya seperti ingin meninggalkan dunia ini.
Lambat laun, aku tersadar dari mimpiku
Ternyata hanya diriku yang menganggap semua itu adalah penyiksaan.
Nyatanya, dalam warna merah itulah aku mendapatkan yang kuimpikan.
Pemikiran yang kritis, tindakan yang solidaritas hingga kadang nafasku berhenti berdetak karena terlalu sesak setelah menyadarinya.
Haiii…
Besi yang membelenggu bukan berarti kita tidak bebas
Terlalu kejam jika kamu tidak berani mengeksplor dirimu
Terlalu pecundang jika kamu tidak berani berproses
Terlalu egois jika kamu memaksa dirimu berdiam diri.
HIPMA Gowa mungkin sudah tidak lazim ditelinga kita
Tapi kita, yang enggan untuk mengenal lebih dalam
Terlalu banyak ruang yang kita buang secara sia-sia
Mau sampai kapan berhenti ditengah jalan?
Mau sampai kapan pura-pura tidak melihat.
Kamu bergabung artinya kamu berani berproses
Apapun yang terjadi didalamnya cukup kamu dan Allah yang tahu.
Kamu hebat, kamu kuat jika kamu berani




