Oleh : Zulfa Fairus Hilyat Al Qolbiya
Ada sudut hati yang tak pernah benar-benar menolak,
Meski luka datang berulang kali.
Letih rasanya. Memang.
Namun ada secuil celah bagi sebuah ampunan
Yang senantiasa berjaga karena ia tahu,
Kau selalu membawa kesalahan serupa.
Bagian kecil kupenuhi harapan akan perubahan,
Berupaya meyakinkan bahwa tenang lebih indah dari pada menyimpan dendam.
Aku memilih melonggarkan,
Membebaskan jiwa agar setelahnya bisa bernapas lapang.
Resah diurai membuka pintu keajaiban,
Mengizinkan kau berkelana didalamnya.
Lalu kekuatan tumbuh,
Menjadi benteng untuk meneruskan keutuhan.




