Oleh: Faza Taqiyya Al Hasani
Langit meruncing menjadi kelabu muda
seakan menampung sesuatu
yang terlalu berat untuk disimpan lama
Angin membawa dingin
yang tak menggetarkan tubuh
tetapi menggerakkan kenangan
yang tak sengaja tersentuh
Atap-atap mulai berbicara pelan
dengan irama yang hanya bisa dirasa
oleh mereka yang sedang diam
Jendela berembun samar
seperti mata yang menahan cerita
agar tidak pecah pada tempatnya
Di jalan yang perlahan berkaca
dunia tampak menunduk
memberi ruang bagi hati
untuk ikut meresapi sunyi
Tak ada alasan untuk bersembunyi
langit sedang menaburkan sesuatu
bukan air, tapi keadaan
yang membuat siapa pun ingin pulang.
Dan dalam keheningan yang merayap itu
aku merasakan waktu ikut melarut
menyisakan jeda hangat
yang tak dapat benar-benar kulihat
Ada bisik lembut dari langit
yang menuntun langkah menjadi pelan
seolah dunia untuk sesaat
mengizinkan kita menyembuhkan diri
tanpa harus mengucapkan apa pun




