Sentuhan mentari yang merayap menyusuri sela-sela jendela
Dan bola indra yang kian terpana
Membuat nadi melantunkan nadanya dengan jelas
Seketika pula indra lainnya merasakan hal yang sama
Suara yang menari-nari berbalet di teras telinga
Tetapi semua itu tidak bisa membebaskan dari jeruji kesepian dan belenggu sunyi
Seketika elemen yang basah turun tanpa pamrih mengingatkan sejuta peristiwa yang terengah di kepala
Sekujur tubuhku terdiam
Hanya terdiam
Terngiang akan kehilangan yang melatih tubuh ini
Memiliki medan magnet agar semua tidak jatuh dan membusuk untuk melebur
Seketika berlarian ingatanku tentang obat penghilang
Ingatan yang berwujud sempurnaparasnya yang membuatku semacam meminum anggur orang tua dan pikiran yang ikut merestui akan ucapan yang berdiri di bibir untuk menjamah
Sekujur tubuh ini menengentengkan langkah,tetapi
Corak di tubuhku ini yang menghalangi diriku sendiri
Semuanya aku perbuat karena kehendakku sendiri tuhan
Oh tuhan
Bukakanlah pendosamu ini jalan untuk mendapatkan wahyu cinta yang membawa ke jalanmu




