Patakaeja.id — MAKASSAR, Mahasiswa Ilmu Komunikasi UIN Alauddin Makassar (UINAM) melakukan kunjungan lapangan ke Warkop Azzahrah pada Selasa (29/9/2026). Warkop Azzahrah merupakan salah satu usaha kuliner yang telah berkembang dan dikenal oleh masyarakat Makassar.
Berdiri sejak 2008, usaha yang dirintis oleh H. Abdullah M. Umar, SE., tersebut pada awalnya dimulai secara sederhana. Dari usaha kecil dengan berjualan secara keliling, Warkop Azzahrah kemudian berkembang hingga memiliki puluhan cabang.
Salah satu pimpinan atau kapten Warkop Azzahrah Cabang Talasalapang, Rahim Lakuy, menuturkan bahwa usaha tersebut pertama kali dibuka di Jalan Bandang dan kini telah memiliki sekitar 22 cabang.
“Dari usaha yang awalnya dilakukan dengan berjualan secara keliling, Pak Abdul kemudian membuka ruko pertamanya di Jalan Bandang. Seiring berjalannya waktu, usaha tersebut terus berkembang dan saat ini telah memiliki sekitar 22 cabang, termasuk beberapa cabang di luar Makassar seperti Takalar, Gowa, Parepare, dan Bone,” ungkapnya.
Perkembangan Warkop Azzahrah terlihat dari kemampuannya mempertahankan eksistensi usaha sekaligus memperluas jangkauan melalui pembukaan sejumlah cabang.
Perjalanan dari satu ruko hingga berkembang menjadi puluhan cabang menunjukkan bahwa Warkop Azzahrah tidak hanya berfokus pada pembangunan usaha, tetapi juga berupaya mempertahankan kepercayaan masyarakat yang menjadi bagian penting dalam keberlangsungan bisnis.
Nama Azzahrah sendiri memiliki cerita tersendiri. Nama tersebut diambil dari nama anak H. Abdullah M. Umar, yakni Fatinah Azzahrah. Penggunaan nama keluarga sebagai identitas usaha menjadi salah satu ciri yang melekat pada Warkop Azzahrah dan turut membentuk karakter usaha tersebut.
Dalam perspektif public relations (PR), reputasi sebuah usaha tidak hanya terbentuk dari produk yang ditawarkan, tetapi juga dari pengalaman serta hubungan yang terbangun antara perusahaan dan masyarakat.
Keberadaan Warkop Azzahrah sejak 2008 menunjukkan adanya proses panjang dalam mempertahankan eksistensi usaha di tengah persaingan industri kuliner.
Perjalanan Warkop Azzahrah sejak 2008 hingga berkembang menjadi usaha dengan sekitar 22 cabang tidak hanya menunjukkan pertumbuhan dari sisi bisnis, tetapi juga memperlihatkan bagaimana sebuah nama usaha dapat dipertahankan dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
Reputasi yang terbentuk selama perjalanan tersebut menjadi salah satu modal penting bagi Warkop Azzahrah untuk terus mempertahankan eksistensinya di tengah perkembangan industri kuliner.


