Pataka Eja
No Result
View All Result
  • Login
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • News
    • Sosial & Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Ekonomi & Bisnis
    • Olahraga & Kesehatan
    • Ragam
    • Sosok
  • Kirim Artikel
Pataka Eja
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • News
    • Sosial & Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Ekonomi & Bisnis
    • Olahraga & Kesehatan
    • Ragam
    • Sosok
  • Kirim Artikel
No Result
View All Result
  • Login
Pataka Eja
No Result
View All Result
Home Ragam

Gugus 8 Bone Gelar Bimtek Penguatan Literasi dan Numerasi, Tekankan Budaya Mutu Sekolah

Pataka Eja by Pataka Eja
26 September 2026
in Ragam
0
Whatsapp Image 2026 09 26 At 10 35

Bone, Pataka Eja — Bimbingan Teknis Penguatan Literasi dan Numerasi Sekolah Penerima BOS Kinerja Terbaik Tahun 2026 digelar di Aula UPT SMAN 5 Bone, Jumat (25/9/2026). Kegiatan diikuti empat satuan pendidikan Gugus 8: SMAN 1 Bone, SMAN 5 Bone, SMAN 6 Bone, dan SMAN 18 Bone.

Kegiatan ini tidak sekadar forum penyampaian materi. Para peserta diajak merefleksikan perjalanan pendidikan, menelaah tantangan, dan menempatkan peningkatan mutu sebagai proses yang berkelanjutan.

Fasilitator Hj. Awaliah, S.Pd., M.Pd., Pengawas Pembina SMAN 5 Bone, menekankan bahwa literasi dan numerasi harus dipandang lebih luas dari sekadar kemampuan akademik. Menurutnya, literasi adalah kemampuan membaca kehidupan, sementara numerasi adalah kemampuan memahami kehidupan melalui data, pola, dan logika.

“Ketika keduanya tumbuh dalam diri peserta didik, mereka tidak hanya mampu menjawab soal, tetapi mampu menemukan makna dari setiap persoalan yang dihadapi,” ujarnya.

Awaliah menegaskan bahwa penguatan literasi dan numerasi perlu menjadi budaya yang hidup di sekolah, bukan program yang muncul hanya karena tuntutan administrasi. Sekolah yang memiliki budaya literasi, katanya, membiasakan warganya bertanya, membaca, memahami, berdiskusi, menalar, dan merefleksikan pengalaman. Begitu pula budaya numerasi yang mendorong peserta didik berpikir berdasarkan bukti, membaca data, melihat pola, dan mengambil keputusan secara rasional.

“Perubahan pendidikan tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Terkadang ia dimulai dari satu guru yang mau mencoba, satu kelas yang mau berubah, dan satu sekolah yang berani belajar dari kekurangannya,” tambahnya.

Kegiatan diinisiasi oleh Hj. Hasnani, AR, S.Pd., M.Pd., selaku Ketua Panitia sekaligus Wakasek Akademik. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kolaborasi antar sekolah.

“Setiap sekolah memiliki cerita, pengalaman, kekuatan, dan tantangan masing-masing. Ketika semua itu dipertemukan dalam sebuah ruang kolaborasi, maka pengalaman tidak lagi menjadi milik satu sekolah, tetapi dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lainnya,” katanya.

Hasnani menilai Gugus 8 bukan sekadar kumpulan satuan pendidikan, melainkan ruang membangun ekosistem belajar bersama. Ia mengingatkan peserta agar tidak hanya membawa pulang materi, melainkan semangat untuk melakukan perubahan nyata di sekolah masing-masing.

Sementara itu, Kepala UPT SMAN 5 Bone, Drs. H. Andi Harbin Nur, menyampaikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa sekolah memiliki tanggung jawab lebih dari sekadar menyelesaikan kurikulum.

“Sekolah bukan hanya tempat untuk mentransfer pengetahuan, tetapi tempat untuk menanam nilai, membentuk karakter, membangun cara berpikir, dan mempersiapkan generasi menghadapi masa depan,” ujarnya.

Menurutnya, literasi dan numerasi merupakan bagian penting dari proses itu. Anak-anak, katanya, tidak hanya membutuhkan kemampuan mengetahui sesuatu, tetapi juga memahami, menganalisis, mempertanyakan, dan menggunakan pengetahuan untuk menyelesaikan persoalan kehidupan.

“Pendidikan yang baik adalah pendidikan yang tidak hanya membuat anak pintar menjawab pertanyaan, tetapi juga berani mengajukan pertanyaan. Bukan hanya mampu menghitung angka, tetapi mampu menghitung konsekuensi dari setiap keputusan. Bukan hanya mampu membaca buku, tetapi mampu membaca zaman,” tegasnya.

Kehadiran empat sekolah dalam satu forum dinilai mencerminkan semangat bahwa peningkatan mutu pendidikan merupakan tanggung jawab bersama. Meski berbeda karakter dan pengalaman, SMAN 1 Bone, SMAN 5 Bone, SMAN 6 Bone, dan SMAN 18 Bone bertemu dalam tujuan yang sama: membangun budaya literasi, numerasi, kolaborasi, dan refleksi.

Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti di aula. Gagasan yang muncul diharapkan dibawa pulang dan diwujudkan dalam tindakan nyata di sekolah masing-masing, sehingga literasi dan numerasi benar-benar menjadi bagian dari budaya mutu pendidikan di Gugus 8.

Editor: Faisal
ShareSendTweetShareSend

Artikel Lainnya

Whatsapp Image 2026 08 29 At 19 08
Ragam

Update: Pengungsi Gempa NTT Tembus 192.303 Jiwa, Korban Meninggal Capai 111 Orang

29 Agustus 2026
31
IMG_5151
Ragam

PC IMM Gowa Resmikan LSO dan Gelar Dialog Intelektual

7 Desember 2025
118

Rubrik

Ekonomi & Bisnis Esai Hukum & Kriminal Olahraga & Kesehatan Opini Prosa Puisi Ragam Resensi Sosial & Politik Sosok Uncategorized
Pataka Eja

© Dari Narasi Menuju Aksi

Lebih lanjut

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Kirim Artikel

Ikuti kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • News
    • Sosial & Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Ekonomi & Bisnis
    • Olahraga & Kesehatan
    • Ragam
    • Sosok
  • Kirim Artikel

© Dari Narasi Menuju Aksi