Pataka Eja
No Result
View All Result
  • Login
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • News
    • Sosial & Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Ekonomi & Bisnis
    • Olahraga & Kesehatan
    • Ragam
    • Sosok
  • Kirim Artikel
Pataka Eja
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • News
    • Sosial & Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Ekonomi & Bisnis
    • Olahraga & Kesehatan
    • Ragam
    • Sosok
  • Kirim Artikel
No Result
View All Result
  • Login
Pataka Eja
No Result
View All Result
Home Ragam

In Memoriam Diding Boneng: Pemeran Satpam Ikonik Warkop DKI Itu Telah Berpulang

Pataka Eja by Pataka Eja
3 Agustus 2026
in Ragam
0
Whatsapp Image 2026 08 03 At 17 36 01

Diding Boneng di film Bisa Naik Bisa Turun (1992)

Jakarta, Pataka Eja – Dunia perfilman dan teater Indonesia kembali berduka. Aktor senior sekaligus seniman teater Diding Boneng meninggal dunia pada Senin (3/8/2026) pukul 06.04 WIB dalam usia 76 tahun. Kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi dunia seni, mengingat dedikasinya yang telah berlangsung lebih dari lima dekade di panggung teater maupun layar lebar.

Bagi jutaan penonton Indonesia, nama Diding Boneng akan selalu dikenang sebagai pemeran komandan satpam yang ikonik dalam film Bisa Naik Bisa Turun (1992), salah satu film legendaris Warkop DKI. Dengan ekspresi khas dan gaya komedinya yang natural, Diding berhasil menciptakan karakter yang hingga kini masih melekat dalam ingatan para penggemar.

Dalam film tersebut, Diding memerankan seorang pasien rumah sakit jiwa yang menyamar sebagai komandan satpam dan melatih trio Dono, Kasino, dan Indro. Adegan itu menjadi salah satu momen paling dikenang dalam sejarah film komedi Indonesia.

Namun, perjalanan Diding Boneng jauh lebih besar daripada satu karakter yang membuatnya populer. Pria bernama asli Zainal Abidin itu telah mengabdikan hidupnya untuk seni peran sejak awal dekade 1970-an.

Kariernya dimulai dari panggung teater pada 1973. Di sana, ia mengasah kemampuan akting sekaligus aktif mengikuti berbagai festival teater remaja. Berkat dedikasinya, Diding kerap meraih penghargaan dan turut membimbing rekan-rekan satu kelompok teater hingga berprestasi.

Pengalaman panjang di dunia teater menjadi fondasi yang membawanya memasuki industri film. Debut layar lebarnya dimulai melalui film Tiga Dara Mencari Cinta (1980), sebelum kemudian tampil dalam berbagai film nasional, termasuk seri Catatan Si Boy.

Popularitas Diding mencapai puncaknya ketika bergabung dalam deretan film Warkop DKI pada akhir 1980-an hingga pertengahan 1990-an. Meski lebih sering memerankan tokoh pendukung, kehadirannya selalu mencuri perhatian lewat karakter-karakter unik yang memperkuat nuansa komedi setiap film.

Di balik popularitasnya sebagai aktor film, Diding tidak pernah meninggalkan dunia teater. Hingga usia senja, ia tetap aktif melatih generasi muda melalui berbagai komunitas seni, termasuk Sanggar Perkasa di Kota Bekasi.

Kabar wafatnya pun pertama kali dikonfirmasi melalui akun resmi Sanggar Perkasa.

“Kebaikan serta dedikasi Bung dalam berbagi ilmu akan selalu menjadi bagian dari perjalanan dan kenangan kami,” tulis Sanggar Perkasa dalam unggahannya.

Pada tahun-tahun terakhir kehidupannya, Diding kembali menunjukkan kualitas aktingnya melalui film horor. Ia tampil dalam KKN di Desa Penari (2022), kemudian kembali dipercaya membintangi Badarawuhi di Desa Penari (2024) dan The Torture: Beranak dalam Kubur (2024).

Semangat berkaryanya tak pernah padam meski usia terus bertambah.

Beberapa bulan terakhir, kondisi kesehatan Diding mulai menurun akibat penyakit asma. Menurut keterangan keluarga, ia sempat menjalani perawatan di rumah sakit selama sekitar tiga pekan sebelum akhirnya diperbolehkan pulang karena kondisinya membaik.

Namun sekitar sepekan berada di rumah, penyakit asmanya kembali kambuh hingga menyebabkan sesak napas. Selama dua hari terakhir sebelum wafat, keluarga terus bergantian mendampinginya.

Diding Boneng mengembuskan napas terakhir pada Senin pagi pukul 06.04 WIB. Rencananya, jenazah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Menteng Pulo, Jakarta Pusat.

Kepergian Diding Boneng bukan hanya meninggalkan duka bagi keluarga, tetapi juga bagi dunia perfilman dan teater Indonesia. Sosok yang selama puluhan tahun menghadirkan tawa di layar, membangun karakter-karakter yang tak mudah dilupakan, serta mengabdikan hidupnya untuk panggung seni itu kini telah berpulang.

Namun karya-karyanya akan terus hidup, diputar, dikenang, dan menjadi bagian dari sejarah perfilman Indonesia. Diding Boneng telah menutup perjalanan hidupnya, tetapi jejak pengabdiannya akan tetap abadi di hati para penikmat seni.

ShareTweetShareSendSend

Artikel Lainnya

Sjnfjdsbnjdabs
Ragam

HIPMA Gowa Koordinatorat Pattallassang Umumkan Juara Lomba Essay Nasional 2026

4 Februari 2026
86
Whatsapp Image 2026 04 22 At 18 43
Ragam

Kolaborasi CPNS Kemenag dan Mahasiswa UIN Alauddin Makassar raih Juara II LKTI IKAHI melalui gagasan pembaruan doktrin Ultra Petita.

22 April 2026
171
Cuplikan Layar 2026 07 22
Ragam

Bangga Sang Istri Raih Pemred Award 2026, Darmawangsyah Muin: Semoga Terus Perkuat Keterbukaan Informasi Publik

22 Juli 2026
30
Whatsapp Image 2025 11 27 At 18 48
Ragam

Menjawab Keresahan Warga, Robi Coing, Pemerintah Desa, dan Masyarakat Desa Pakatto Lakukan Perbaikan Darurat Jalan Poros Malino, Pakatto

27 November 2025
329

Rubrik

Ekonomi & Bisnis Esai Hukum & Kriminal Olahraga & Kesehatan Opini Prosa Puisi Ragam Resensi Sosial & Politik Sosok Uncategorized
Pataka Eja

© Dari Narasi Menuju Aksi

Lebih lanjut

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Kirim Artikel

Ikuti kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • News
    • Sosial & Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Ekonomi & Bisnis
    • Olahraga & Kesehatan
    • Ragam
    • Sosok
  • Kirim Artikel

© Dari Narasi Menuju Aksi